Home Berita Islam Terbaru Warga Merasa Kota Maju saat Pendapatan bagus, Jokowi Justru Anggap Kota Maju...

Warga Merasa Kota Maju saat Pendapatan bagus, Jokowi Justru Anggap Kota Maju bila Ada Kafe Starbucks

131
0
Warga Merasa Kota Maju saat Pendapatan bagus, Jokowi Justru Anggap Kota Maju bila Ada Kafe Starbucks
Berita Islam 24H – Entah sadar atau tak, ucapan Presiden Jokowi yang memuji waralaba Starbukcs Bagaikan Disorientasi satu indikator menilai suatu daerah perkotaan dikatakan maju atau tak hanya dengan keberadaan tempat minum kopi milik pengusaha dari Amerika ini.
“Saya hari ini merasa terhina Bagaikan warga negara, kenapa starbukcs wajib Jadi ikon maju dan tidaknya suatu kota ? Dan bukan pasar tradisional, yang nota bene diisi dan dikunjungi oleh warga Indonesia yang semakin hari semakin merasakan sulitnya Hayati,” ujar Dija seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan.
Dija Yaitu satu dari demikian banyak ibu rumah tangga yang di ini sedang menemui kesulitan ekonomi, karena jatuhnya harga komoditas terutama karet yang Jadi andalan mereka di Kalimantan Selatan untuk menopang ekonomi keluarga.
Beberapa pegawai di lingkup Pemkab Balangan, membenarkan hal itu, banyak keluarga mereka yang berprofesi Bagaikan petani karet mengeluh bahkan ketakutan akan utang yang menumpuk, membuat mereka wajib terus berupaya untuk mendapatkan kegiatan lainnya supaya Bisa menambah isi dompet.
“di ini harga karet terjun bebas, sementara beberapa keluarga dari sepupu dan keponakan yan bekerja di perusahaan tambang batubara juga Empati merasakan dampaknya, beberapa diantaranya wajib diistrahatkan Dulu, di karenakan harga batubara juga turun,” ujar PNS yang menjalankan aktifitasnya di Disorientasi satu bagian di Sekretariat Daerah.
Ternyata hal Itu juga dirasakan oleh pedagang di pasar Balangan, bila sebelumnya masyarakat banyak yang datang kepasar dan hampir setiap hari, di ini sudah berkurang.
“Sekarang terkadang 2-3 hari sekali baru datang belanja, beda dengan Dulu, mereka hampir setiap hari belanja kebutuhan dapur ataupun lainnya,” ujar ibu Suminah yang berjualan sembako di lantai bawah.
Menurut Abdullah Kelrey, Presidium Nusa Ina Institute kali ini Presiden sudah keluar dari seorang negarawan, ucapan yang sangat menghina masyarakat Indonesia, di karenakan menurut Dullah itu Serupa aja dengan Menyebut Seandainya belum minum dan makan di Starbucks maka warga kota Itu bukan masyarakat maju, namun masyarakat kampungan dan tak mau maju.
“Mungkin Presiden sedang shooting iklan Starbucks, supaya Bisa dikatakan bukan warga kampungan, wajib minum kopi di Starbucks,” ujar Dullah jengkel.
Sebelumnya Jumat (25/11/2016) saat Mengakses pameran waralaba dan UKM di Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta, Presiden menyinggung bila suatu kota sudah ada kedai Starbucks maka kota Itu dianggap maju.
“Seandainya ada Starbucks-nya kota itu langsung sepertinya berkelas internasional. Meskipun tak selalu seperti itu,” ujar Presiden Jokowi. [ceramahterbaru.net / pbc]
Loading...
loading…

Warga Merasa Kota Maju saat Pendapatan bagus, Jokowi Justru Anggap Kota Maju bila Ada Kafe Starbucks

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here