Home Berita Islam Terbaru Tobatnya Sang Pendukung Ahok; Arsitek ITB ini Nangis Sesegukan Seusai Jadi Imam...

Tobatnya Sang Pendukung Ahok; Arsitek ITB ini Nangis Sesegukan Seusai Jadi Imam Shalat Ashar Mujahid Ciamis

120
0
Tobatnya Sang Pendukung Ahok; Arsitek ITB ini Nangis Sesegukan Seusai Jadi Imam Shalat Ashar Mujahid Ciamis
Berita Islam 24H – Awalnya Ia Tak Mau Peduli Agamanya Ada yang Menghina, di ini Ia ……
suatu tulisan yang tulus dibuat Joni A. Koto, seorang alumnus ITB. Kisah ini, sudah diskenario oleh Alloh untuk seorang Joni A Koto, Arsitek Urban planner, alumni ITB ’93.
Berikut tulisannya Seusai saya edit seperlunya:
Saya anggap Global Yaitu soal bagaimana Hayati dan cari kehidupan. Bagaimana menikmati dan lebih bagus dari manusia lain, bagaimana Bisa punya status bagus, dihargai dengan apa yang dipunya dan sedikit jalan-jalan menikmati Global.
Saya anggap orang yang maju di agama itu Yaitu yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatik akan sesuatu, tak wajib reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool. Janganlah sesekali dan Empati-ikutan Jadi orang norak. Empati kelompok jingkrang-jingkrang dan entah apalah itu namanya.
Saya tak Empati aksi bela agama ini itu, kalian jangan usil. Jangan dengan kalian Empati saya tak, artinya kalian masuk syurga saya tak! Saya ini beragama lho, saya Empati berpuasa, saya bersedekah dan beramal. Saya bantu orang-orang, bantu saudara2 saya juga,jangan kalian tanya-tanya soal peran saya ke lingkungan. Kalian lihat orang-orang respek di saya, temanpun aku banyak. Tiap kotak sumbangan aku isi.
Saya masih heran, apa sih Disorientasi seorang Ahok? Dia sudah bantu banyak orang, dia memang rada kasar, tapi hatinya bagus kok. Saya hargai apa yang sudah dia buat untuk Jakarta.Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis di karenakan kebetulan ada pilkada. Saya tak mau terbawa-bawa arus seperti teman-teman kantor yang tiba-tiba juga mau Empati aksi. Saya anggap itu Lebih dan terlalu cari-cari sensasi. Paling juga mau selfie-selfie.
hingga satu di….
Sore itu 1 Desember 2016, di gerimis di saya ada di jalan, di mobil Futuristis tempat miting, di alunan musik barat saya berpapasan dengan rombongan pejalan kaki. Saya melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, pakai baju putih-putih, rompi hitam dan hanya beralas sendal. Muka mereka letih, tapi nyata kelihatan tak ada paksaan Serupa sekali di wajah-wajah itu. Mereka tetap berjalan teratur, memberi jalan ke kendaraan yang mau melintas. tak ada yang teriak, berlaku arogan dan aneh-aneh atau bawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal-ugalan. Ini aneh, biasanya Seandainya sudah bertemu orang ramai-ramai di jalan aromanya kita sudah paranoid, suasana Geothermal dan penuh Asterik tanya negatif.
Sore itu, di jalan aku merasa ada kedamaian yang kulihat dan kurasa melihat wajah-wajah dan baju putih mereka yang basah terkena gerimis.
Papasan berlalu, aku setel radio lain. Ada berita: rombongan peserta aksi jalan kaki dari Ciamis dan kota-kota lain sudah memasuki kota. Ada nama jalan yang mereka lalui.Aku sambungkan semua informasi, ternyata yang aku berpapasan tadi Yaitu rombongan itu!
Aku tertegun.
Lama aku diam. Otakku serasa terkunci. Analisaku soal bagaimana orang beragama sibuk sekali Menelusuri alasan, tak kutemukan apa pun yang sesuai dengan pemikiranku. Apa yang membuat mereka rela menjalankan itu semua? Apa kira-kira?
Aku makin sibuk berfikir. Apa menurutku mereka itu Lebih? Rasanya tak, aku melihat sendiri muka-muka ikhlas itu. Apa mereka ada tujuan-tujuan politik? Aku rasa tak, kebanyakan orang sekarang memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu.Apakah orang-orang dengan tujuan politik yang gerakkan mereka itu?
Aku hitung-hitung, dari informasi akan ada jutaan peserta aksi, berapa biaya yang wajib dikeluarkan untuk itu Seandainya ini tujuan kelompok Eksklusif. Angkanya fantastis, rasanya mustahil ada yg mau ongkosi di karenakan nilainya sangatah besar.
Aku di berfikir, di mobil, masih di gerimis kembali berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih juga, basah kuyup juga. Terlihat di pinggir-pinggir jalan anak-anak sekolah bagikan minuman air mineral ukuran gelas, sedikit kue warung ke mereka. Sepertinya itu dari uang jajan mereka yang tak seberapa.
Aku terdiam makin di. Ya Allah….kenapa aku begitu buruk berfikir selama ini? Kenapa hanya hal-hal jelek yang mau aku lihat mengenai agamaku? Kenapa dengan tips pandangku soal agamaku?
Aku mampir ke masjid, mau sholat ashar. Aku lihat sendal-sandal jepit lusuh banyak sekali berbaris.
Aku ambil wudhu…
Kembali, di teras, kali ini aku bertemu rombongan tadi, mungkin yang tercecer, muka mereka lelah sekali. Mereka duduk,ada yang minum, ada yang rebahan, dan lebih banyak yang lagi baca Quran.Hmmm………….
Aku sholat sendiri. Tak lama punggungku dicolek dari belakang, Asterik minta aku Jadi imam. Aku cium aroma tubuh-tubuh dan baju basah dari belakang.
Aku takbir sujud, ada lagi yang mencolek. Nahh kali ini hatiku yang dicolek, entah kenapa hatiku bergetar sekali. Aku sujud cukup lama, mereka juga diam.Aku bangkit duduk, aku tak sadar ada air bening mengalir dari sudut mataku.
Ya Allah,… Aku tak pantas Jadi imam mereka.Aku belum sehebat, setulus dan seteguh mereka. Bagiku agama hanya hal-hal manis. mengenai Hayati indah, mengenai toleransi, humanis, pluralis, penuh gaya, in style…bla bla bla.
Walau ada hinaan ke agamaku aku wajib tetap elegan, berfikiran terbuka.Kenapa Kau pertemukan mereka dan aku hari ini ya Allah? Kenapa aku Kau jadikan aku imam sholat mereka? Apa yang hendak Kau sampaikan dengan cara pribadi ke aku?
Hanya 3 rakaat aku imami mereka, hatiku luluh ya Allah. Mataku merah menahan haru.
Mereka colek lagi punggungku, ada anak kecil usia belasan cium tanganku, mukanya kuyu, tapi tetap senyum. Agak malu-malu aku peluk dia. Dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan itu tak bau Serupa sekali.Ini Bisa Jadi dia anakku juga. Apa yang telah kuajarkan anakku soal islam? Apakah dia levelnya sekelas anak kecil ini? Gerimis aja aku suruh anakku berteduh, dia demam sedikit aku panik. Aku nangis di hati, di baju putihnya ada tulisan nama sekolah:… SMP Ciamis… Kota kecil yang ratusan kilo dari sini. Nampak kakinya bengkak di karenakan berjalan sejak dari rumah.
Lalu anak itu bercerita bapaknya tak Bisa Empati di karenakan sakit dan hanya Hayati dari membecak. Bapaknya mau bawa becak ke Jakarta bantu nanti Seandainya ada yang capek, tapi dia larang.
Ya Alloh, aku dipermalukan berulang oleh mereka di masjid ini. Aku sudah tak kuat ya Allah.
Mereka bangkit, ambil tas-tas dan kresek putih dari sudut masjid, kembali berjalan, meninggalkan aku sendirian di masjid. Rasa-rasanya melihat punggung-punggung putih itu hilang dari pagar masjid aku seperti sudah ditinggal mereka yang Futuristis syurga.
Dan kali ini aku yang norak. Aku sujud, lalu aku sholat sunat dua rakaat. Air mataku keluar lagi. Kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian.
Sudah jam 5an, lama aku di masjid, serasa terkunci tubuhku di sini. Miting dengan klien sepertinya batal. Aku mikir lagi soal ke-Islamanku, soal komitmenku ke Allah. Allah yang telah ciptakan aku, yang memberi ibu bapakku rejeki, hingga aku dewasa dan bangga seperti hari ini. Di mana Letak pembelaanku ke agamaku hari ini? Ada di mana? Imanku sudah aku buat nyasar di mana?
Aku naik ke mobil, aku mikir lagi. Kali ini tanpa rasa curiga, kurasa ada sumbat besar yang telah lepas di benakku selama ini.Ada satu Perkataan sederhana sekali tanpa bumbu-bumbu: ikhlas di bela agama itu memang nyata ada!
Aku mampir di minimarket, kali ini juga makin ikhlas, makin mantap. Aku beli beberapa dus air mineral, Boga kering, isi dompet aku habiskan penuh emosional! Ini kebanggaanku yang pertama di Hayati di beramal, aku bahagia sekali!
Ya Allah ijinkan aku kembali ke jalan-Mu yang lurus, yang lapang, penuh kepasrahan dan kebersihan hati….
Ya Allah ijinkan aku besok Empati Shalat jumat dan berdoa bersama saudara-saudaraku yang sebenarnya. Orang-orang yang sangat ikhlas membela-Mu. Di sana tak ada jarak mereka dengan-Mu ya Allah.Aku juga mau begitu, ada di antara mereka, anak kecil yang basah kuyup hari ini. Tak ada penghargaan dari manusia yang kuharap. Hanya ingin Kau terima sujudku. Mohon Kau terima dengan sangat.
Loading...

Tobatnya Sang Pendukung Ahok; Arsitek ITB ini Nangis Sesegukan Seusai Jadi Imam Shalat Ashar Mujahid Ciamis

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here