Home Berita Islam Terbaru Syaikh Al-Utsaimin: Mencela Ulama Ambiguitas Mencela Pewaris Nabi

Syaikh Al-Utsaimin: Mencela Ulama Ambiguitas Mencela Pewaris Nabi

67
0

ceramahterbaru.net.com – Syaikh Muhammad al-Utsaimin ,Ulama era kontemporer yang ahli di sains fiqh, di tulisannya berjudul “Hukum Menghina Ulama” menyatakan ghibah dan mencela sesama muslim Yaitu perbuatan yang diharamkan.
Syaikh Al-Utsaimin: Mencela Ulama Bermakna Mencela Pewaris Nabi
Seorang muslim tak boleh mengumpat (ghibah, menggunjing) saudaranya sesama muslim sekalipun ia bukan seorang yang alim, “maka bagaimana mungkin dibolehkan baginya mengumpat saudaranya sesama ulama dari golongan orang-orang yang beriman?” tuturnya.

Orang yang beriman wajib menahan lisannya dari ghibah terhadap saudara-saudaranya sesama muslim.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari Berpretensi, sesungguhnya sebagian Berpretensi itu Yaitu dosa dan janganlah kita Menelusuri-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kita menggunjing sebahagian yaang lain.

Sukakah Disorientasi seorang di antara kita memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kita merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [al-Hujurat/49:12]

“Hendaklah orang yang menjalankan hal ini mengetahui bahwa apabila ia mentajrih (mencela) seorang ulama maka ia Jadi penyebab ditolaknya kebenaran yang dikatakan oleh ulama ini,” ujar Syaikh Muhammad al-Utsaimin.

Loading...

Maka tanggung jawab dan dosanya Yaitu terhadap orang yang mencela ini, di karenakan mencela seorang ulama di kenyataannya bukanlah mentajrih (mencela) pribadinya, bahkan mencela pewaris Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.



“Sesungguhnya para ulama Yaitu pewaris para nabi. Apabila ia mentajrih ulama dan mencela mereka niscaya manusia tak percaya dengan ilmu yang ada di Hepotenusa mereka dan ilmu Itu diwarisi dari Rasulullah SAW,” jelasnya. “Dan di di itu mereka tak percaya dengan syari’at yang dibawa oleh ulama yang ditajrih ini.”

“Saya tak Menyebut bahwa setiap ulama Yaitu ma’shum,” lanjut Syaikh Muhammad al-Utsaimin, bahkan setiap manusia Bisa menjalankan kesalahan.

“Dan apabila engkau melihat seorang ulama menjalankan kesalahan menurut pendapatmu, maka hubungilah beliau dengan telepon dan sampaikanlah pendapatmu. bila jelas bagimu bahwa kebenaran Yaitu bersamanya maka engkau wajib mengikutinya.

“Dan bila tak jelas bagimu akan akan tetapi engkau mendapatkan alasan yang membolehkan ucapannya maka engkau wajib menahan diri. Dan bila engkau tak mendapatkan alasan terhadap pendapatnya maka peringatkanlah dia terhadap pendapatnya di karenakan ngotot di atas kesalahan hukumnya tak boleh.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Syaikh Al-Utsaimin: Mencela Ulama Ambiguitas Mencela Pewaris Nabi

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here