Home Berita Islam Terbaru Surat Terbuka Buat Jokowi

Surat Terbuka Buat Jokowi

122
0
Surat Terbuka Buat Jokowi
Berita Islam 24H – Di di pesawat Kalstar, rute Bandung Semarang, 23 Nov’16, saya lirik koran yang dibaca orang sebelah. Judul headline provokatif: “Safari Politik”. Pikiran saya langsung berkecamuk. Siapa yang buat “ulah”, siapa yang terkena “tulah”.
“karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Agaknya pamoe ini pas gambarkan gonjang ganjing negeri ini. Demo bakal berlanjut 2 Des’16, disingkat 212.
hal itu ingatkan di dua hal. Pertama itu nomor Pendekar Wirosableng. Kedua, ingatkan wawancara Ahok: “di karenakan banyak Jakarta tak butuh orang pintar. Jakarta butuh orang gila”. Sableng dan gila, klop.
Maka, di karenakan nila setitik, demo berbuah “safari politik”. Bagaikan Presiden, Jokowi belum benahi asal nilanya. Jokowi justru safari jumpai para pihak untuk soliditas kabinet. “Mulutku harimauku” di ini telah Jadi soal bangsa.
Safari politik jelaskan tiga tataran politik. Ke-1 politik praktis. Cirinya buat partai, cari masa, dan duduk struktural di partai.
Kedua, high politic. Begitu Jadi pejabat, berhati-hatilah. Sebab Bagaikan petinggi, menguap pun Bisa Jadi kebijakan.
Dan ketiga, hidden politic. Politik tersembunyi, beyond. Ciri musti sanggup pahami inti soal bangsa. Inilah yang tak mudah.
Bagaikan presiden, Jokowi memang sudah menjalankan dua hal politik praktis dan high politic. Blusukan ke pelosok kampung, memang wujud hidden politic-nya Jokowi. Cuma berkait dengan nila setitik, blusukan ala Jokowi Bisa tertumbur-tumbur.
Mengapa di ujung mandul? Sederhana jawabnya. di yang terlapor orang dekat, banyak pemimpin gagap. di yang terlapor orang jauh, Genjah bertindak. Inilah sikap atasan. Bukan pemimpin. Asa kita Jokowi Yaitu pemimpin, bukan atasan.
Soal blusukan politik, sebenarnya Asa warga kampung simple alias sederhana aja. Hayati tenang, adil, sandang pangan pun murah. Semua diserahkan di pemimpin. Jadi blusukan ke kampung mudah. Kampung mana yang tak suka diblusuki pemimpinnya. Terbukti tangan pemimpin manapun, lahap dikecupi warga. Padahal reputasinya, alamaaaaaak?
Sedang blusukan ke jajaran kabinet dan Forum politik penuh lekak-lekuk. Pertama, Forum politik tak netral. Pemerintah Bagaikan terminal, tampung segala kepentingan. Karenanya yang kedua, datangnya Jokowi Bisa Jadi “dagangan politik”. Padahal temui mereka cuma ihtiar padamkan asap.
“Blusukan politik” ini bukan hanya buat pening. Jokowi tersandera, bangsa taruhannya.
Nah, di konteks “nila politik” inilah terselip pertanyaan: Mengapa Jusuf Kalla (JK) tak dilibatkan? JK dikenal taktisnya. Simak aja satu pesannya: “Semua hal di Indonesia Bisa dibicarakan kecuali hal-hal penting”. Kereeen kan! Bagaikan “teman politik”, mustinya JK tak kagok Intuisi Perkataan bijak itu.
Simak pepatah berikut: “Anak buah hanya Empati-ikutan bicara. Sedang manajer selalu ingin tahu semua hal. Sementara pemimpin tak wajib tahu semua hal. Pemimpin hanya wajib tahu, mana hal yang paling menentukan nasib bangsa”.
Terkait konteks politik, jelas memang tak satupun orang yang tak punya masalah. Maka tiap pihak jangan tambah masalah. “Nila politik” telah membakar. Ruyakkannya tektonik, menggoyang Indonesia. Beberapa kepala daerah Berawal Dari resah. Pro dan kontra, sesuaikan diri rapatkan barisan.
Blusukan terbagi dua, “blusukan sejati” dan “blusukan politik”. Niat “blusukan sejati” cari kebenaran. Sedang “blusukan politik”, apa yang dicari di politisi? dukungan politisi cuma kentalkan “tak ada kawan dan lawan abadi. Yang Yaitu kepentingan abadi”.
Meski Jokowi dikelilingi orang banyak, sesungguhnya presiden dan kepala negara itu terasing di keriuhan. Masukkan telah digenggam. Lantas?
di ini kebijakan ada di Jokowi sendiri. Jokowi memang sedang diuji. di kondisi kritis ini, DNA Jokowi akan ungkap dirinya pemimpin sejati, atau…?[ceramahterbaru.net / rci]
Loading...
loading…

Surat Terbuka Buat Jokowi

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here