Home Doa Islam Surat Al-Maaidah 51 : Embargo Memilih Pemimpin Non Muslim

Surat Al-Maaidah 51 : Embargo Memilih Pemimpin Non Muslim

35
0

Website Eksklusif Doa – Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan Disorientasi satu pidato Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu. Yang mana di pidato Itu ahok Menyebut “Masyarakat kepulauan tak wajib takut bila tak ingin memilih beliau Bagaikan Gubernur untuk masa pemilihan ini, di karenakan dibohongin ‘PAKAI’ surat Al-Maidah ayat 51, dan dibodoh-bodohin, ditakut-takutin masuk neraka. tak masalah, walaupun dirinya tak terpilih, program ini akan tetap berjalan di karenakan sudah direncanakan untuk dijalankan di bulan Februari 2017, sementara masa jabatannya berakhir 8 bulan setelah itu. Soal memilih itu kan soal hati nurani, silahkan aja, tak wajib merasa tak enak untuk Empati menikmati program ini walau tak pilih Ahok.”. Sontak pidato ahok Itu yang direkam di bentuk video beredar luas di internet langsung menghebohkan Global maya yang menimbulkan kontra, khususnya untuk kaum muslimin.

Berikut Yaitu bunyi Al-Qur’an surat al-Maaidah ayat 51

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kita mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani Jadi pemimpin (awliya) mu; sebagian mereka Yaitu “awliya” untuk sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kita mengambil mereka Jadi “awliya”, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maaidah : 51)

Dari ayat Itu sudah jelas diterangkan bahwa kita dilarang untuk memilih orang Yahudi dan Nasrani Jadi pemimpin. Lantas, pemimpin apakah yang dilarang dan/atau semua kepemimpinan yang dipimpin oleh Yahudi dan Nasrani dilarang di Islam? Untuk lebih jelasnya, marilah kita bersama-Serupa simak ulasan berikut ini mengenai QS. Al-Maidah : 51 seperti yang dijelaskan oleh Nadirsyah Hosen di situs fiqhmenjawab.net

Perkataan “awliya” di QS Al-Maaidah ayat 51 yang dijadikan alasan melarang mengangkat pemimpin kafir itu layak ditelaah kembali. Terjemahan Al-Qur’an depag menerjemahkannya Bagaikan “pemimpin”. Konteks asbabun nuzul dan bacaan saya terhadap tafsir klasik semisal al Thabary dan Ibn Katsir tak menunjukkan Perkataan “awliya” di ayat di atas Ambiguitas pemimpin, tapi semacam sekutu atau aliansi.

Elaborasi Tafsir Ibn Katsir mengenai asbabun nuzul QS Al-Maaidah ayat 51: 
“Para ulama tafsir berbeda pendapat mengenai penyebab yang melatarbelakangi turunnya ayat-ayat yang mulia ini. As-Saddi menye­butkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua orang lelaki. Disorientasi seorang dari keduanya berkata kepada lainnya sesudah Perang Uhud, “Adapun saya, sesungguhnya saya akan pergi kepada si Yahudi itu, lalu saya berlindung padanya dan Empati masuk agama Yahudi bersamanya, barangkali ia bermanfaat bagiku bila terjadi suatu perkara atau suatu hal.” Padahal yang lainnya menyatakan, “Adapun saya, sesungguhnya saya akan pergi kepada si Fulan yang beragama Nasrani di negeri Syam, lalu saya berlindung padanya dan Empati masuk Nasrani bersamanya.” Maka Allah Swt. berfirman: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani Jadi “awliya” kalian….(Al-Maidah: 51). hingga beberapa ayat berikutnya.

Demikian Elaborasi Ibn Katsir untuk kita lebih memahami konteks ayat di atas.
Ini ayat senada:

Loading...
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا

Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang kafir Jadi “awliya” dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata untuk Allah (untuk menyiksa kalian)”. (QS. An-Nisaa : 144)

Ayat 144 surat An-Nisaa di atas juga melarang kita mengambil orang non muslim Bagaikan “awliya”. Mari kita cek apa penafsiran Ibn Katsir terhadap makna “awliya” di QS al Maidah ayat 51 Serupa maknanya dg QS al Nisa 144:

Perkataan Ibn Katsir:

“Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman mengambil orang-orang kafir Bagaikan “awliya” mereka, bukannya orang-orang mukmin. Yang dimaksud dengan istilah “awliya” di ayat ini ialah Bergaul akrab dengan mereka, setia, tulus dan merahasiakan kecintaan serta Mengakses rahasia orang-orang mukmin kepada mereka.”

Jadi Tafsir Ibn Katsir tak menafsirkan Perkataan “awliya” Bagaikan pemimpin bagus di QS al Ma’idah ayat 51 ataupun an Nisa ayat 144. Yang dimaksud Yaitu temenan di arti bersekutu dan beraliansi dengan meninggalkan orang Islam. Bukan di makna Embargo Bergaul sehari-hari. Konteks al Ma’idah ayat 51 itu di muslim kalah di perang uhud. Jadi ada yg tergoda untuk menyeberang dengan bersekutu di pihak yahudi dan nasrani. Itu yang dilarang.

Ibn Taimiyah mengingatkan kita:

فَإِنَّ النَّاسَ لَمْ يَتَنَازَعُوا فِي أَنَّ عَاقِبَةَ الظُّلْمِ وَخِيمَةٌ وَعَاقِبَةُ الْعَدْلِ كَرِيمَةٌ وَلِهَذَا يُرْوَى : ” اللَّهُ يَنْصُرُ الدَّوْلَةَ الْعَادِلَةَ وَإِنْ كَانَتْ كَافِرَةً وَلَا يَنْصُرُ الدَّوْلَةَ الظَّالِمَةَ وَإِنْ كَانَتْ مُؤْمِنَةً

Artinya :
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bahwa karena (atau Imbas) sikap zhalim Yaitu kebinasaan dan karena sikap adil Yaitu kemuliaan. Oleh di karenakan itu diriwayatkan bahwa Allah akan menolong negara yang adil meski ia kafir dan tak akan menolong negara yang zalim, meski ia mukmin.”

Dengan demikian, spirit Islam Yaitu keadilan, dan lawannya Yaitu kezhaliman. Seandainya ada orang yang adil (mampu berbuat adil dan menegakkan keadilan) ya kita dukung meskipun dia bukan Muslim dan Allah akan menolong orang yang adil Itu. Seandainya ada orang Muslim, yang bersikap zhalim dan menjalankan kezhaliman, ya jangan didukung. Allah tak akan menolong orang yang zhalim.

WALLAHU A’LAM…..

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita semua serta menerima amal ibadah kita semua. Amin Ya Allah, Ya Rabbal A’lamiin. Amin.

Surat Al-Maaidah 51 : Embargo Memilih Pemimpin Non Muslim

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here