Home Doa Islam Sejarah Awal Mula Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sejarah Awal Mula Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

31
0

Website Eksklusif DoaPeringatan Maulud Nabi sudah diadakan oleh kalangan umat Islam sejak di kurun ketiga atau tiga ratus tahun Seusai hijrah Nabi, yang di di itu kondisi umat Islam Berawal Dari rusak di berbagai hal.

Tokoh pemerintahan yang pertama kali menyelenggarakan peringatan Maulud Nabi Yaitu Penguasa Irbil Raja Mudzaffar Abu said Al Kukburi bin Zainuddin Ali bin Buktikin. Beliau Yaitu Raja yang cerdas ahli strategi di bidang pemerintahan, pemurah, alim dan adil. di itu pemerintahannya terasa Anemia stabil, rakyatnya Berawal Dari banyak meninggalkan syariat agamanya, akhlaqnya Berawal Dari rusak, Berawal Dari terjadi banyak kerusuhan-kerusuhan dan kemaksiatan- kemaksiatan.

Raja Mudzaffar berinisiatif menyelenggarakan peringatan Maulid nabi setiap bulan Robi’ul Awal dengan cara besar-besaran, dengan mengumpulakan semua masyarakat dari tokoh-tokohnya hingga rakyat kecil. di peringatan Maulid itu disampaikan Elaborasi mengenai sejarah dan perjuangan, serta keteladanan Nabi Muhammad SAW sejak lahir hingga wafatnya. Seorang ulama’ besar Syekh Al Hafidz Ibnu Dahyah yang mengarang kitab mengenai sejarah Nabi yang diberi nama At-Tanwir fi Maulidil Basyir An-Nadzir, diberi hadiah oleh Raja 1000 dinar.

sejarah asal usul memperingati maulid nabi muhammad saw

Seusai diadakan peringatan Maulid Nabi SAW Itu, pemerintahan kembali stabil, semangat pengamalan agamanya makin bagus, negaranya aman, tentram dan bertambah makmur. Sesuai dengan Firman Allah SWT :

وَلَوْ اَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوْا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَاكَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya :
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami (Allah) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka dikarenakan perbuatannya. (QS : Al A’raf :96).

Anjuran Memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW

Anjuran supaya memperingati Maulid Nabi sudah diisyaratkan oleh Allah SWT, dan oleh nabi sendiri. Firman Allah surat Al A’rof : 157 yang berbunyi:

فَالَّذِيْنَ آمَنُوْا بِهِ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْ أُنْزِلَ مَعَهُ وَاُولئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ.

Artinya :
Maka orang-orang yang beriman kepadanya (Muhammad) memulyakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al A’rof :157)

Loading...

Termasuk orang-orang yang memulyakan (di ayat ini) Yaitu orang-orang yang memperingati Maulid Nabi SAW, yang membaca Barzanji, Marhaban, Burdah, syair-syair dan qosidah-qosidah dan pengajian-pengajian, Seandainya dimaksudkan untuk memulyakan Nabi, maka akan mendapat pahala yang banyak dan akan beruntung.

Nabi Muhammad saw juga sudah membagikan isyarat mengenai perlunya memperingati kelahiran Nabi sebagaimana hadis riwayat Muslim yang bersumber dari Abu Qotadah Al Anshory r.a :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلعم سُئِلَ عَنْ صَوْمِ اْلإِثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ

Artinya :
“Sesungguhnya Rosulullah saw ditanya seorang sahabat mengenai puasa hari Senin, maka beliau menjawab, sebab di hari Senin itu hari kelahiranku, dan wahyu diturunkan kepadaku”. ( HR. Muslim)

Dari hadis ini Nabi sendiri juga memulyakan hari kelahirannya, dengan berpuasa (amal yang bagus).
(Pelajari juga: Hikmah dan Keutamaan Memperingati Maulid Nabi)

Beberapa pendapat mengenai memperingati Maulid Nabi

Di kalangan umat Islam ada beberapa pemahaman mengenai memperingati Maulid nabi saw :

  1. Golongan yang Paling Besar, Yaitu yang merayakan Maulid Nabi setiap bulan Robi’ul Awwal, bahkan di bulan-bulan yang lain atau tiap-tiap malam Senin atau Jum’at dengan membaca Barzanji, membaca Marhaban dan kitab-kitab Maulid lainnya, sebagaimana yang biasa diamalkan umat Islam sejak Dulu. Golongan ini ada yang hanya membaca Barzanji aja, atau ada pula yang diteruskan dengan pengajian atau ceramah mengenai riwayat dan perjuangan Nabi. Semua itu dengan maksud untuk melahirkan kecintaannya kepada nabi Muhammad saw.
  2. Golongan umat Islam yang nerayakan maulid nabi tiap Bulan Robiul Awal, akan tetapi tak dengan membaca Barzanji, tak membaca Marhaban, atau kitab-kitab Maulid lainnya, di karenakan dianggap tak ada tuntunannya.
  3. Golongan yang ekstrim, Yaitu tak mau merayakan peringatan maulid Nabi Serupa sekali, di karenakan hal itu dianggap bid’ah yang wajib ditinggalkan.

Sejarah Awal Mula Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here