Home Ceramah Islam Terbaru RUKUN SHALAT (BAG. 5) : DUDUK DIANTARA DUA SUJUD, MEMBACA TASYAHUD AKHIR,...

RUKUN SHALAT (BAG. 5) : DUDUK DIANTARA DUA SUJUD, MEMBACA TASYAHUD AKHIR, DAN DUDUK TASYAHUD

32
0
KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII — FIKIH SHALAT

RUKUN SHALAT (BAGIAN KE-5)
RUKUN KEDELAPAN : DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
Duduk diantara dua sujud merupakan rukun pendek yang ditetapkan Bagaikan pemisah antara dua sujud. Dalilnya Yaitu sabda Rasulullah SAW kepada seorang yang tak Bisa melaksanakan shalat:
ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا
“Lalu sujudlah hingga engkau tenang di sujud. Lalu bangkitlah hingga engkau tenang di duduk. Lalu sujudlah hingga engkau tenang di sujud.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Aisyah RA jelaskan mengenai tatacara shalat Nabi SAW: “Dan bila beliau mengangkat kepalanya dari sujud maka tak sujud kembali hingga duduk dengan sempurna.” (HR. Muslim).
duduk tahiyat
Syarat-syarat duduk
Disyaratkan di duduk ini beberapa hal:
1. Rukun-rukun sebelum i’tidal wajib Absah.
2. tak meniatkan selain untuk duduk.
3. menjalankan tuma’ninah di dalamnya dengan cara yakin. Rasulullah SAW bersabda:
ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا
“Lalu bangkitlah hingga engkau tenang di duduk.” (HR. Bukhari dan Muslim).
4. Duduk dengan cara sempurna. Aisyah RA berkata: “…hingga duduk dengan sempurna.” (HR. Muslim).
5. tak memanjangkan duduk dari bacaan yang ditetapkan dan bacaan tasyahud terpendek, di karenakan duduk ini Yaitu rukun pendek.

RUKUN KESEMBILAN : MEMBACA TASYAHUD AKHIR (TAHIYAT)
Disebut dengan tasyahud di karenakan di dalamnya terdapat bacaan dua kalimat syahadat. Bacaan tasyahud Yaitu rukun berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata: “bila shalat dengan Nabi SAW maka kami akan mengucapkan: “Semoga keselamatan kepada Allah sebelum para hamba-Nya. Semoga keselamatan atas Jibril. Semoga keselamatan atas Mikail. Semoga keselamatan atas fulan bin fulan.” saat selesai shalat maka Nabi SAW menghadap ke arah kami dengan wajahnya. Lalu beliau bersabda:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ، فَإِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاَةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ …
“Sesungguhnya as-Salam (keselamatan) Yaitu nama Allah. Maka bila kalian duduk di shalat maka hendaklah ia membaca: “Semoga puji-pujian untuk Allah…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bacaan tasyahud ada dua macam Yaitu bacaan pendek dan bacaan lengkap. Bacaan yang pendek Yaitu:
اَلتَّحِيَّاتُ للهِ، سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، سَلاَمٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ (أو: مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ)
(AT-TAHIYYÂTU LILLÂH, SALÂMUN ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLÂHI WA BARAKÂTUH, SALÂMUN ‘ALAINÂ WA ‘ALÂ ‘IBÂDILLÂHIS SHÂLIHÎN, ASYHADU AN LÂ ILÂHA ILLALLÂH, WA ANNA MUHAMMADAN RASÛLULLÂH, atau: MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASÛLUH)
“Segenap pujian hanya milik Allah. Semoga keselamatan diberikan untukmu wahai Nabi, serta rahmat dan keberkahan dari Allah. Semoga keselamatan diberikan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Yaitu utusan Allah.” Atau: “Bahwa Muhammad Yaitu hamba dan utusan-Nya.”
Adapun bacaan yang lengkap Yaitu:
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ للهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ (أو: مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ)
(AT-TAHIYYÂTUL MUBÂRAKÂTUS SHALAWÂTUT THAYYIBÂTU LILLÂH, ASSALÂMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLÂHI WA BARAKÂTUH, SALÂMUN ‘ALAINÂ WA ‘ALÂ ‘IBÂDILLÂHIS SHÂLIHÎN, ASYHADU AN LÂ ILÂHA ILLALLÂH, WA ANNA MUHAMMADAN RASÛLULLÂH, atau: MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASÛLUH)
“Segenap pujian, keberkahan, doa dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan diberikan untukmu wahai Nabi, serta rahmat dan keberkahan dari Allah. Semoga keselamatan diberikan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Yaitu utusan Allah.” Atau: “Bahwa Muhammad Yaitu hamba dan utusan-Nya.”
Syarat-syarat tasyahud akhir
di membaca tasyahud disyaratkan beberapa hal, Yaitu:
1. Rukun-rukun sebelumnya wajib Absah.
2. memakai bahasa Arab. bila tak mampu maka membaca terjemahan bacaan tasyahud terpendek.
3. Mengucapkan setiap hurufnya dengan benar.
4. Mengucapkan setiap tasydid di huruf dengan benar.
5. tak Disorientasi di membaca yang Bisa merusak makna.
6. Melakukannya di keadaan duduk.
7. Memperdengarkan bacaanya kepada dirinya.
8. Membaca dengan cara berurutan. Ini bila membaca tak berurutan Bisa merusak makna, tapi bila tak merusak maka hukumnya Yaitu sunah.
9. Dibaca dengan cara muwalah, Yaitu tak ada jeda panjang antara bacaannya. Ini Yaitu pendapat ar-Ramli, sementara menurut Ibnu Hajar hal itu Yaitu sunah.

RUKUN KESEBELAS : DUDUK TASYAHUD AKHIR
Duduk tasyahud akhir Yaitu rukun di shalat di karenakan di dalamnya terdapat bacaan wajib Yaitu bacaan tasyahud, shalawat kepada Nabi SAW dan salam. Dan disebut akhir di karenakan diikuti dengan salam.
Membaca tasyahud wajib dilakukan sambil duduk. bila seseorang tak Bisa membaca tasyahud maka ia tetap wajib duduk selama waktu yang diperlukan untuk membaca tasyahud.

WALLAHU A’LAM

Sumber : http://ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016
Loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

RUKUN SHALAT (BAG. 5) : DUDUK DIANTARA DUA SUJUD, MEMBACA TASYAHUD AKHIR, DAN DUDUK TASYAHUD

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here