Home Berita Islam Terbaru Rizal Ramli Curiga Sri Mulyani Ikuti Saran Bank Global Untuk Jual PT...

Rizal Ramli Curiga Sri Mulyani Ikuti Saran Bank Global Untuk Jual PT PLN

87
0
Rizal Ramli Curiga Sri Mulyani Ikuti Saran Bank Global Untuk Jual PT PLN
Berita Islam 24H – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengirim surat kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno soal utang PT Perusahan Listrik Negara (PLN).
di surat Itu Sri Mulyani khawatir kondisi keuangan PLN karena kewajiban pembayaran inti dan bunga pinjaman. Sri Mulyani juga menyinggung soal PLN yang dibebani investasi di proyek listrik 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah.
Menanggapi hal Itu, Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli mempertanyakan maksud Sri Mulyani membocorkan kondisi PLN Itu.
“Apa maksud Menkeu Mbok Srie bocorkan “PLN beresiko default”? Bisa bikin panik ‘bond holders’ lho?,” ungkap Rizal Ramli kepada redaksi, Rabu (27/9).
Rizal Ramli pun curiga ada kepentingan Eksklusif yang sedang disiapkan oleh mantan Direktur Pelaksana Bank Global itu.
“Atau buntutnya mau pecah-pecah dan jual PLN seperti saran Bank Global, liberalilasasi Demisioner sektor energi? Ide dan saran Bank Global itu, melanggar UU Kelistrikan lho, Piye toh,” sindir mantan Kepala Bulog itu.
Sebetulnya, di masih menjabat Bagaikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal sudah memprediksi bila proyek 35.000 MW yang terkesan dipaksakan, akan membahayakan keuangan PLN, bahkan Bisa berujung di kebangkrutan.
Menurut Rizal, berdasarkan hitungannya di 5 tahun ke depan, Indonesia hanya butuh pembangkit listrik dengan kapasitas total 16.000 megawatt (MW), bukan 35.000 MW.
“Seandainya 35.000 MW tercapai 2019, maka pasokan jauh melebihi permintaan, ada idle (kelebihan) 21.000 MW. Di sana ada listrik swasta,” jelas Rizal.
Kelebihan kapasitas listrik 21.000 MW yang dibangun swasta atau Independent Power Producer (IPP) itu akan membuat PLN tetap wajib membayar biaya listrik ke perusahaan swasta berdasarkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA), antara PLN dengan IPP.
Artinya Perkataan Rizal, pakai tak dipakai, listriknya PLN tetap wajib bayar ke perusahaan swasta.
“PLN wajib bayar 72% listrik dari listrik yang tak terpakai,” Perkataan Rizal.
Tokoh pemilik jurus Rajawali Kepret itu menambahkan PLN telah menghitung Estimasi listrik yang akan dibayarkan dari 72% atau 21.000 MW yang tak terpakai nantinya apabila proyek 35.000 MW ini selesai di 5 tahun ke depan. Jumlahnya cukup fantastis, yakni mencapai US$ 10,763 miliar per tahun atau sekitar Rp 150,6 triliun.
“Mau dipakai apa tak PLN wajib bayar listrik yang tak terpakai, 72% yang tak terpakai dari proyek 35.000 MW itu nilainya tak Anemia dari US$ 10,763 miliar,” ungkap Rizal.
Namun demikian, sejauh ini Perkataan Rizal, PLN sudah menjalankan sejumlah langkah benar. Rizal mengapresiasi upaya PLN yang memanfaatkan grace periode, yakni PLN hanya membayar bunga aja dan tak membayar angsuran. PLN juga diapresiasi Rizal di karenakan menjalankan revaluasi aset Jadi Rp 1.100 triliun supaya likuiditas terjaga.
“Tapi cost effisiensi masih wajib ditingkatkan,” demikian Rizal. [beritaislam24h.info / rmol]
Loading...

Rizal Ramli Curiga Sri Mulyani Ikuti Saran Bank Global Untuk Jual PT PLN

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here