Home Berita Islam Terbaru Prof Yusril Bakal Gugat Pasal Soal Makar ke MK

Prof Yusril Bakal Gugat Pasal Soal Makar ke MK

142
0
Prof Yusril Bakal Gugat Pasal Soal Makar ke MK
Berita Islam 24H – Kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra Menyebut, pihaknya akan mengajukan uji materil (judicial review) pasal mengenai makar ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Pasal yang dimaksud Yusril Yaitu pasal 107 KUHP juncto pasal 110 KUHP, juncto pasal 87 KUHP mengenai permufakatan Dursila dan makar.
“Uji materi terutama pasal-pasal mengenai makar. Itu kan dirumuskan segitu sulit. Jadi supaya ke depannya tak multi tafsir wajib ditafsirkan lebih di oleh MK,” Perkataan Yusril di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Yusril menerangkan, yang akan Jadi inti pertanyaan nantinya di uji materi Yaitu terkait pengertian makar.
“Ya itu pengertian-pengertian soal makar, pengertiannya katanya menggulingkan pemerintah, nah menggulingkan pemerintahan Bisa Jadi luas, siapa yang mau menggulingkan siapa, nanti mau gulingkan lurah Bisa juga disebut makar,” ucapnya.
Kendati demikian, dirinya belum memastikan waktu kapan akan menjalankan uji materi mengenai pasal makar ke MK.
“Belum, tapi sudah ada pembicaraan seperti itu. Ya nanti tergantunng mereka (para tokoh yang dituduh makar, red), Seandainya saya sih mau aja menguji itu di MK,” tandasnya.
Pasal 107 KUHP berbunyi:
(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
(2) Para pemimpin dan pengatur makar Itu di ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur Hayati atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.
setelah itu Pasal 110 KUHP berbunyi:
(1) Permufakatan Dursila untuk menjalankan kejahatan menurut pasal 104, 106, 107, dan 108 diancam berdasarkan ancaman pidana di pasal-pasal Itu.
(2) Pidana yang Serupa diterapkan terhadap orang-orang yang dengan maksud berdasarkan pasal 104, 106, dan 108, mempersiapkan atau memperlancar kejahatan:
1. berusaha menggerakkan orang lain untuk menjalankan, menyuruh menjalankan atau turut serta menjalankan supaya memberi dukungan di waktu menjalankan atau memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk menjalankan kejahatan;
2. berusaha memperoleh kesempatan, sarana atau keterangan untuk menjalankan kejahatan untuk diri sendiri atua orang lain;
3. mempunyai persediaan barang-barang yang diketahuinya bermanfaat untuk menjalankan kejahatan;
4. mempersiapkan atau mempunyai rencana untuk melaksanakan kejahatan yang bertujuan untuk memberitahukan kepada orang lain;
5. berusaha mencegah, merintangi atau menggagalkan tindakan yang diadakan pemerintah untuk mencegah atau menindas Aplikasi kejahatan.
(3) Barang-barang sebagaimana dimaksud di butir 3 ayat sebelumnya, Bisa dirampas.
(4) tak dipidana barang siapa yang ternyata bermaksud hanya mempersiapkan atau memperlancar perubahan ketatanegaraan di artian Generik.
(5) bila di Disorientasi satu hal seperti yang dimaksud di ayat 1 dan 2 pasal ini, kejahatan sungguh terjadi, pidananya Bisa dilipatkan dua kali.
Padahal, Pasal 87 KUHP berbunyi:
Dikatakan ada makar untuk menjalankan suatu perbuatan, apabila niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan Aplikasi, seperti dimaksud di pasal 53.
Sebelumnya, sejumlah tokoh dan aktivis di Jumat (2/12/2016) dini hari ditangkap aparat kepolisian dan dijadikan tersangka menjalankan makar.
Mereka yang ditangkap di antaranya, Rachmawati Soekarnoputri, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein, Aditiawarman Thaha, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Jamran, Sri Bintang Pamungkas. [ceramahterbaru.net / pmc]
Loading...

Prof Yusril Bakal Gugat Pasal Soal Makar ke MK

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here