Home Berita Islam Terbaru Polisi: Pidana Larang Demo tak Berlaku untuk Aparat, namun Tukang Becak &...

Polisi: Pidana Larang Demo tak Berlaku untuk Aparat, namun Tukang Becak & Tukang Rongsokan Boleh Dipidanakan

143
0
Polisi: Pidana Larang Demo tak Berlaku untuk Aparat, namun Tukang Becak & Tukang Rongsokan Boleh Dipidanakan
Berita Islam 24H – Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab mengancam akan mempidanakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bila menghalangi aksi Bela Islam III atau demo 212.
Menanggapi ancaman Itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto menilai Habib Rizieq Galat di menafsirkan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 mengenai Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Generik.
Menurut Rikwanto, kalimat ‘siapa pun yang mengahalangi unjuk rasa Bisa dipidana satu tahun’ tak berlaku untuk aparat. Namun kalimat Itu Bisa berlaku untuk tukang becak atau tukang rongsokan yang menghalangi demo.
“Tapi kalo polisi, atas nama undang-undang demi kepentingan Generik, boleh dong. Kan dijamin undang-undang,” tegas Rikwanto di Mabes Polri, Kamis (24/11/2016).
Rikwanto menerangkan, polisi merupakan aparat yang mempunyai kewenangan di menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk menangkap dan membubarkan unjuk rasa.
“Seandainya polisi bukan ‘siapapun’. Tukang becak, tukang rongsokan boleh (dipidanakan),” ujar imbuh Rikwanto.
Seperti diberitakan, Habib Rizieq Menyebut demo 2 Desember Yaitu unjuk rasa yang dilindungi Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998. di Pasal 18 ayat 1 disebutkan, barang siapa menghalangi atau menghadang Yaitu dengan kekerasan suatu unjuk rasa yang dilindungi Undang-Undang dipidana.
“Jadi Seandainya Presiden atau Kapolri mencoba untuk halangi suatu unjuk rasa yang sudah dilindungi undang-undang Itu, maka beliau Bisa dipidana satu tahun penjara,” tegas Habib Rizieq usai menjalani Inspeksi Bagaikan ahli agama untuk kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat (23/11/2016).
Dijelaskannya, Aksi Belas Islam III tetap Serupa dengan aksi sebelumnya yakni menuntut supaya Ahok ditahan di karenakan telah menistakan agama.
Menurut Habib Rizieq, akan Jadi preseden buruk bila tersangka Ahok tak ditahan. Pasalnya, di kasus-kasus sebelumnya, semua tersangka penistaan agama ditahan.
“Jadi aksi 212 konstitusional dengan tujuan penegakan hukum sehingga kami minta semua pihak, seluruh pihak, Presiden dan seluruh jajarannya untuk hargai konstitusi,” tandas Habib Rizieq. [ceramahterbaru.net / psi]
Loading...
loading…

Polisi: Pidana Larang Demo tak Berlaku untuk Aparat, namun Tukang Becak & Tukang Rongsokan Boleh Dipidanakan

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here