Home Politics Peternak di Semarang Siapkan Kandang Isolasi untuk Antisipasi Endemi PMK

Peternak di Semarang Siapkan Kandang Isolasi untuk Antisipasi Endemi PMK

13
0

Pengecekan kesehatan serta sosialisasi mengenai risiko penyebaran PMK sudah dilakukan

CeramahTerbaru.net, UNGARAN — Para peternak ataupun petani yang selama ini  membudidayakan ternak sapi melalui kandang komunal turut mewaspadai penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Fauna ternak. Kelompok peternak dan petani di wilayah Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mengantisipasi PMK dengan kandang isolasi.


“Untuk antisipasi, kami telah menyiapkan kandang isolasi,” ungkap Kepala Desa (Kades) Kalisidi, Dimas Kades Prayitno Putra, Kamis (12/5/2022).


Di wilayah Desa Kalisidi, ujarnya, ada sekitar 400-an ekor lebih populasi sapi yang dipelihara oleh tujuh kelompok peternak dan kelompok petani, yang seleuruhnya ditempatkan di kandang- kandang komunal milik desa. Berdasarkan pemanauan serta penelusuran oleh petugas penyuluh peternakan di tingkat kecamatan, jelas Dimas, kasus PMK di Fauna ternak memang belum ditemukan di Desa Kalisidi.


Namun di karenakan penyakit ini dikarenakan oleh virus dan penyebarannya sulit diprediksi, langkah- langkah untuk mengantisipasi wajib diambil. “Kami di Desa Kalisidi tetap mewaspadai sejak dini,” ujarnya.


Hal itu termasuk, Perkataan Dimas, pengecekan kesehatan serta sosialisasi mengenai risiko penyebaran PMK juga sudah dilakukan kepada para kelompok peternak ataupun kelompak tani yang ada di wilayah desanya.


Pun demikian upaya pencegahan melalui kebersihan kandang komunal ataupun kebersihan Fauna ternak yang dipelihara. Padahal langkah untuk mengantisipasi bila ada Fauna ternak yang terindikasi telah terpapar PMK, telah disiapkan pula kandang isolasi yang terpisah.


Dengan semakin besarnya risiko penularan PMK ini, masih tambah Dimas, Inspeksi yang lebih intensif juga diberlakukan terhadap Fauna- Fauna ternak yang baru masuk, terutama dari luar daerah.


“Untuk memastikan kesehatan Fauna ternak Itu, juga wajib dilengkapi surat kesehatan Fauna yang dikeluarkan oleh puskeswan dari daerah Fauna ternak Itu berasal,” Perkataan Dimas.

Loading...


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabis) Kesehatan Fauna dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Vesmavet) Dispertanikap Kabupaten Semarang, drh Yohana Diah Haryuni menambahkan, para peternak di ini wajib lebih waspada bila mendapati ciri klinis PMK di ternak mereka.


Adapun ciri klinis yang muncul Itu seperti air liur sapi (Fauna ternak) berlebih (salivasi) dan cenderung berbuih. Fauna ternak juga menemui demam dengan suhu mencapai 41 derajat Celcius di karenakan dikarenakan virus.


setelah itu Seandainya sudah bersalivasi akan muncul lesi atau luka lepuh di sekitar mulut, lidah hingga mukosa rongga mulut. “Seandainya sudah seperti ini, sapi –biasanya—tak mau makan,” ujarnya.


Gejala klinis lainnya, Perkataan Yohana, Yaitu muncul luka di antara kuku. Makin lama Seandainya tak diobati maka kuku akan Bisa lepas. sehingga, akhirnya Jadi roboh dan tak kuat lagi untuk berdiri dan Fauna ternak juga bernapas lebih Genjah.


di karenakan penyakit ini dikarenakan oleh virus maka penularannya Genjah dan Bisa mencapai 100 persen. Ia juga mengimbau apabila ditemukan gejala seperti ini peternak Genjah nmalporkan kepada puskeswan atau petugas kesehatan Fauna terdekat.


Demikian pula kepada masyarakat yang beraktivitas di Pasar Fauna juga diimbau untuk mencermati Fauna ternak yang terduga PMK. “Jangan hingga terkecoh dengan harga yang murah, namun supaya teliti di membeli Fauna ternak,” ujarnya.

Peternak di Semarang Siapkan Kandang Isolasi untuk Antisipasi Endemi PMK

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here