Home Politics Pesan Maulid Nabi Muhammad dari Imam Besar Al Azhar

Pesan Maulid Nabi Muhammad dari Imam Besar Al Azhar

46
0

Imam Besar Al Azhar membagikan pesan di peringatan Maulid Nabi Muhammad.

CeramahTerbaru.net, KAIRO — Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed El-Tayyeb menekankan di Ahad (17/11) terkait pentingnya menghidupkan kembali tuntunan Nabi Muhammad. Hal ini dilakukan Bagaikan tips untuk menyelamatkan umat Islam dari orang-orang yang dengan cara Disorientasi mengklaim mematuhi instruksi nabi dan mengikuti agama serta yurisprudensinya, sementara mereka membunuh orang tak bersalah.


Imam besar Al-Azhar, membuat pernyataan selama perayaan Maulid di  Manara International Conference Centre di brand-new Cairo. Presiden Mesir Abdel-Fattah El-Hepotenusa, Perdana Menteri Mostafa Madbouly, pejabat negara, dan ulama menghadiri perayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Wakaf.


di sambutannya, El-Tayyeb menyampaikan salam kepada El-Hepotenusa, rakyat Mesir, dan negara-negara Arab dan Islam di kesempatan Maulid. Imam besar mencatat bahwa mendiang penulis Irlandia terkenal George Bernard Shaw memuji Islam Bagaikan sistem yang menegakkan pilar perdamaian dan memuji Nabi Muhammad Bagaikan orang yang akan menyelesaikan semua masalah Manusia di ini.


“bila Bernard Shaw berpikir kembalinya bimbingan Muhammad diperlukan untuk menyelamatkan Global kita hari ini, saya melihat bahwa ini telah Jadi lebih dari kebutuhan untuk menyelamatkan komunitas Muslim kita dari kondisi yang tak manusiawi,” Perkataan El-Tayyeb, dilansir dari laman Ahram di Senin (18/10).


“Beberapa orang yang mengklaim bahwa mereka mematuhi instruksi nabi, dan agama dan yurisprudensinya, sementara mereka membunuh orang yang tak bersalah,” lanjutnya.

Loading...


El-Tayyeb mengutuk orang-orang yang menjalankan tindak kekerasan. “Mengubah masjid Allah, Jadi arena perang di mana nyawa hilang, darah tertumpah, tubuh hancur, kesucian dilanggar, dan Copyright-Copyright orang, dan Copyright-Copyright perempuan, anak perempuan dan anak-anak disia-siakan,” ucapnya.


Imam besar itu memperingatkan bahwa pembunuhan brutal yang dilakukan oleh Muslim terhadap Muslim memicu kecenderungan sayap kanan di Barat dan Timur. Selain itu juga melonjakkan tindakan Islamofobia.


Dia menggambarkan Nabi Muhammad Bagaikan orang pemaaf yang tak Sempat kasar atau berkata buruk atau tak bermoral. “Dia bukan orang yang lantang yang meninggikan suaranya di jalanan dan pasar. Dia tak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan Grasi dan Grasi,” katanya.


El-Tayyeb menambahkan bahwa Nabi Muhammad tak Sempat memukul seseorang dengan tangannya kecuali di Jihad. Nabi juga tak Sempat memukul seorang hamba atau wanita, dan tak Sempat terlihat membalas ketidakadilan yang dideritanya selama Embargo Allah tak dilanggar.


 


 

Pesan Maulid Nabi Muhammad dari Imam Besar Al Azhar

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here