Home Kisah Islami Perkara Khusu’ di Sholat dan Seratus Rahmat Allah Didalamnya

Perkara Khusu’ di Sholat dan Seratus Rahmat Allah Didalamnya

73
0
tak Ada yang Mengetahui mengenai ukuran kekhusu’an di Sholat kecuali Hanya Allah SWT  lah yang Bisa menilainya. Semoga Kisah Ini membagikan inspiratif untuk kita untuk melaksakan sholat dengan penuh kekhusuaan semampu kita. Dan Mengakses fikiran kita mengenai khusu’ di sholat. berikut Kisahnya :  

Suatu saat Nabi SAW sedang berkumpul dengan para sahabat di suatu majelis pengajaran, tiba-tiba datanglah seorang Badui (orang Arab pedalaman/pedesaan) sambil mengucap salam, “Assalamu’alaika ya Rasulullah, wa ‘alaikum ya jamii’al juluus!!”

setelah itu ia meminta ijin untuk menanyakan sesuatu. Seusai dijawab salamnya dan diijinkan, ia berkata, “Wahai Rasulullah, Allah telah mewajibkan kepada kita shalat lima waktu, akan tetapi di di yang Serupa, Allah menguji kita dengan Global beserta hal ikhwalnya?? Maka, demi hakmu, ya Rasulullah, tidaklah kami mengerjakan satu rakaat-pun kecuali segala kesibukan Global sangat sering masuk di dalamnya. Lalu, bagaimana mungkin Allah menerimanya Padahal shalat itu bercampur dengan kesibukan Global??”

            Pertanyaan yang diajukan oleh orang Badui itu, Bisa Jadi mewakili keadaan sebagian besar kaum muslimin yang berada jauh dari ‘lingkaran’ Rasulullah SAW, bukan dari kalangan sahabat Muhajirin dan Anshar. Mungkin termasuk kita semua yang berada sangat jauh dari ‘lingkaran waktu’ kehidupan Nabi SAW.

Nabi SAW hanya tersenyum bijak mendengar pertanyaan itu. akan tetapi belum Sempat beliau berkomentar, Ali bin Abi Thalib, yang hadir sekaligus meriwayatkan kisah ini, berkata, “Shalat seperti itu tak akan diterima Allah SWT, dan Allah tak akan memandang shalat seperti itu!!”

Mendengar perkataannya itu, Nabi SAW berkata kepada Ali, “Wahai Ali, apakah kita mampu mengerjakan shalat dua rakaat di karenakan Allah semata, tanpa terganggu dengan segala kesusahan, kesibukan dan Intuisi-Intuisi??”
Ali berkata, “Saya mampu melakukannya, ya Rasulullah!!”

Tentu aja Nabi SAW sebenarnya mengetahui bahwa Ali dan sahabat-sahabat terdekat di lingkaran kehidupan beliau, bagus kaum Muhajirin ataupun Anshar, Bisa menjalankan shalat seperti itu, yakni shalat yang khusyu’ hanya di karenakan Allah. Dan hal itu Bisa dimaklumi di karenakan para sahabat itu langsung di didikan dan pengawasan Rasulullah SAW. Sehari-harinya mereka melihat dan mengikuti contoh nyata dari beliau, tak sekedar di perbuatan, terlebih di (pengaruh) ‘aura’ akhlaqul karimah Nabi SAW.

akan tetapi di karenakan Islam dan Rasulullah SAW Yaitu rahmatan lil ‘alamin, tak hanya sekedar untuk para sahabat Itu, beliau ingin membagikan pelajaran yang berharga, untuk tak membuat orang Badui itu, atau umat Islam di ‘lingkaran’ yang jauh dari beliau, termasuk kita semua tak berputus asa dari rahmat Allah. Begitu mendengar kesanggupan Ali, yang sebenarnya Nabi SAW tak menyangsikan dirinya atau sahabat lainnya Bisa melakukannya, maka beliau ‘menambahkan’ sedikit masalah duniawiah. Nabi SAW bersabda, “Wahai Ali, bila engkau mampu melakukannya, aku akan membagikan kepadamu pakaianku yang buatan Syam!!”

di riwayat lainnya, “… aku akan membagikan surbanku kepadamu, engkau Bisa memilihnya, yang buatan Syam atau buatan Yaman!!”
Ali bin Abi Thalib bangkit untuk berwudhu dengan cara sempurna, setelah itu berdiri menjalankan shalat dua rakaat seperti yang disanggupinya kepada Nabi SAW. Semua yang hadir, termasuk sang Badui itu, hampir yakin bahwa Ali akan memperoleh hadiah yang dijanjikan Nabi SAW, di karenakan mereka melihat (dengan mata lahiriah semata tentunya) begitu sempurnanya shalat yang dilakukannya, begitu khusyu, khudur dan tawadhu’ tampaknya.

Usai shalatnya Ali, Nabi SAW bersabda, “Wahai Abul Hasan dan Husein, bagaimana pendapatmu!!”

Ali berkata, “Demi kebenaranmu, ya Rasulullah, sesungguhnya saya telah melakukannya di rakaat pertama tanpa sedikitpun diganggu oleh kesibukan, kesusahan dan Intuisi apapun. akan tetapi saat berada di rakaat kedua, saya teringat akan janji engkau, dan saya membatin : Seandainya Nabi SAW membagikan pakaian Quthwani tentulah lebih bagus daripada pakaian Syam itu (atau di riwayat lain : Surban Syam atau surban Yaman ya yang lebih bagus??). Demi hakmu, ya Rasulullah, tak ada seorang-pun yang Bisa mengerjakan shalat dua rakaat dengan benar-benar murni di karenakan Allah SWT semata-mata, dan ingatannya selalu terfokus hanya kepada Allah SWT!!”

Nabi SAW tersenyum dan bersabda kepada semua yang hadir, “Kerjakanlah shalat fardhumu dan janganlah kita berbicara di shalatmu, di karenakan sesungguhnya Allah tak menerima shalat yang dicampur-adukkan dengan kesibukan-kesibukan Global. akan tetapi (tetaplah) engkau laksanakan shalatmu (dengan Konsentrasi Penuh dan Selalu Fokus), dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu Seusai selesai shalat. Aku berikan kabar gembira kepada kalian semua, bahwa Allah telah menciptakan seratus rahmat yang disebarkan di umatku di hari kiamat. tak seorangpun dari umatku,  bagus laki-laki atau perempuan, yang mengerjakan shalat fardhu kecuali ia akan berdiri di bawah naungan shalatnya itu di (terik panasnya) hari kiamat!!”

Seratus Rahmat Allah 

Loading...
di riwayat lain, Nabi SAW jelaskan bahwa dari seratus rahmat Itu, satu rahmat diturunkan ke bumi, yang dengan satu rahmat itu, Allah membagikan karunia, rezeki dan Afeksi sayang kepada seluruh alam, sejak bumi diciptakan hingga hari kiamat tiba. tak terkecuali untuk orang-orang kafir dan ingkar dengan Harta tak terukur (di ukuran duniawiah) seperti Qarun, atau para konglomerat di masa sekarang ini. Bahkan dengan satu rahmat ini, Allah ‘mencegah’ binatang-binatang buas seperti harimau, singa, serigala dan lain-lainnya memakan anak-anaknya sendiri. 

di hari kiamat kelak, satu rahmat itu diangkat kembali dan disatukan ke induknya seratus rahmat, dan disebarkan kepada kaum yang beriman dari seluruh umat, yang mayoritas Yaitu umat Nabi Muhammad SAW, khususnya yang mengerjakan shalat, seperti yang dikisahkan di atas, walau mungkin tak Bisa sepenuhnya khusyu’ di shalatnya. Wallahu A’lam.

Penulis : Ibnu Ghufron 

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Tag : Kisah Inspiratif Islam

Perkara Khusu’ di Sholat dan Seratus Rahmat Allah Didalamnya

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here