Home Ceramah Islam Terbaru Peringatan Maulid, Kebiasaan Yang Bisa Menghasilkan Pahala

Peringatan Maulid, Kebiasaan Yang Bisa Menghasilkan Pahala

335
0


PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW ITU BUKAN IBADAH, akan tetapi Bisa MENGHASILKAN PAHALA!

Bagaimana penjelasannya dari judul diatas…?
Jawaban dari pertanyaan diatas akan diuraikan Seusai dipahami Dulu apa makna IBADAH dan juga apa arti dari ‘AADAH.

Adapun….
1) IBADAH Yaitu suatu hal atau perkara yg dianjurkan oleh ALLAH dan Nabi Muhammad SAW, kepada Ummat Islam, bagus Ibadah itu berbentuk Wajib, ataupun Sunnah.

Maka bila demikian, Bisa dikatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad ini bukan Ibadah, Apalagi dikatakan Ibadah Sunnah!
Bukan!

Sebab, bila dikatakan Ibadah maka wajib ada Nash atau contoh dari Nabi yg menjalankan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagaimana yg Generik dilakukan Kaum Muslimin dewasa ini.

Adapun…,
2) ‘AADAH Yaitu suatu KEBIASAAN terhadap suatu perkara yg dikerjakan oleh seseorang atas kemauannya sendiri.

akan tetapi bila ‘Aadah atau KEBIASAAN itu tak wajib ada contoh dari Nabi.
Asalkan ‘Aadah yg dilakukan itu tak menjalankan yg haram. Maka ‘aadah Itu boleh2 aja dilakukan.

Maka, dengan demikian, Peringatan Maulid Nabi Muhammad Yaitu suatu ‘Aadah atau kebiasaan utk mengenang kisah Hayati perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Maka bila demikian, Peringatan Maulid Nabi boleh2 aja dilakukan, bahkan bernilai kebaikan, di karenakan bertujuan bagus.

Mungkin Ilustrasi dibawah ini, Bisa lebih mudah utk dipahami:

# Budi mempunyai KEBIASAAN selalu mengajak teman temannya berkumpul dirumahnya setiap bulan sekali, utk saling membahas pertandingan yg telah dijalani, bertujuan Bagaikan evaluasi supaya Jadi pesepak bola yg lebih bagus.

Maka kebiasaan Itu tak dilarang.

Sebab, budi dan teman temannya bebas menentukan mau berkumpul berapa kali di sebulan ataupun berapa kali di seminggu.

Krn budi dan temanya bertujuan mendapat manfaat dari pertemuan Itu utk karir pesepak bola .
Ini lah ‘Aadah(Kebiasaan).

setelah itu, Seusai mereka memutuskan berhenti berkarir Bagaikan Pesepak bola.

Namun mereka masih tetap aja menjalankan pertemuan dirumah Budi, hanya aja yg dilakukannya bukan lagi membahas mengenai Global sepak bola, akan tetapi mereka ganti dengan membaca dan saling bercerita mengenai Kisah Kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Apakah Disorientasi mereka berkumpul utk membahas Kisah Hayati Nabi Muhammad SAW?

tak! Justru itu bagus, dan bermanfaat. di karenakan memang mereka ingin mempelajari Sejarah Nabi nya sendiri, dibanding membahas mengenai sepak bola.

Inilah yg Namanya ‘Aadah.

Jadi ‘Aadah itu Yaitu suatu kebiasaan yg dilakukan seseorang utk menjalankan sesuatu hal yg disukai.

Dan ‘Aadah (KEBIASAAN) itu bebas mau dilakukan kapan aja oleh pelakunya, mau setiap hari, setiap minggu, setiap bulan ataupun setiap tahun, bahkan seumur Hayati sekalipun terserah yg menjalankan.

di karenakan ‘Aadah ya hanya sebatas Kebiasaan seseorang utk menjalankan sesuatu hal yg diinginkannya.

Sebaliknya…,
bila ‘Aadah nya Yaitu mengadakan pertemuan mengenai suatu pertemuan yg dilarang, seperti berkumpulnya utk berjudi, bergosip dan seterusnya.

MAKA, JANGANKAN DILAKUKAN SEBULAN SEKALI, BAHKAN SETAHUN SEKALI ATAU SEUMUR Hayati SEKALIPUN , ITU HARAM DIKERJAKAN.

Dan TERNYATA, perihal mengenai ‘Aadah atau Kebiasaan ini, sudah disampaikan 1400 tahun yg lalu oleh Nabi Muhammad SAW kaitannya mengenai seorang yg mempelopori suatu Hal bagus dan Hal buruk. Bahwa pelopor kebaikan akan mendapat PAHALA dan pahalanya orang2 yg menjalankan krn mengikutinya.
Ataupun sebaliknya akan mendapat Dosa dan dosa orang2 yg mengikuti seseorang krn orang Itu sbg Pelopor perbuatan dosa.

Sebagaimana di suatu Hadis Shohih Riwayat Imam Muslim, Yaitu:

Loading...

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء
الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Barangsiapa yang mempelopori suatu perbuatan bagus di Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mempelopori suatu perbuatan buruk, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”

Adakah yg masih beranggapan bahwa membaca Kisah Hayati Nabi Muhammad SAW, Yaitu Bagaikan perbuatan yg tak bagus??

Maka tentu, mengenang kembali kisah Hayati Nabi Muhammad SAW Yaitu Kebaikan dan Berpahala, krn Bisa mendorong seseorang utk mentauladani sepak terjang kehidupan Beliau SAW.

Semoga Uraian ini Bisa Empati menyumbangkan wawasan dan memahamkan untuk Sahabat2 yg membacanya…

Wallahu’aalam

abdkadiralhamid@2015

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

Peringatan Maulid, Kebiasaan Yang Bisa Menghasilkan Pahala

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here