Home Ceramah Islam Terbaru PERBUATAN SUNAH SEBELUM SHALAT, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

PERBUATAN SUNAH SEBELUM SHALAT, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

42
0
KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII — FIKIH SHALAT

shaf

BAB V

SUNAH SHALAT

Sunah shalat Yaitu perbuatan-perbuatan yang dianjurkan dilaksanakan di shalat. bila perbuatan ini dilakukan maka pelakunya akan mendapatkan pahala dan shalatnya akan semakin sempurna, tapi bila tak dilakukan maka shalatnya tak apa-apa.
Sunah shalat berjumlah sangat banyak. Sebagian ulama ada yang menyebutkan 500, 800 sunah, bahkan 1000 sunah. Perbuatan yang disunahkan di shalat Dikotomi di tiga kelompok besar, Yaitu:
1. Perbuatan sunah sebelum shalat, seperti azan, shalat sunah qabliyah dan bersiwak.
2. Perbuatan sunah saat shalat. Sunah ini Dikotomi Jadi dua:
a) Sunah ab’adh.
Yaitu perbuatan sunah yang menyerupai wajib sehingga dituntut menjalankan sujud sahwi bila meninggalkannya, seperti tasyahud awal, dan membaca qunut shubuh.
b) Sunah haiah.
Yaitu sunah biasa yang tak membutuhkan sujud sahwi bila ditinggalkan.
3. Perbuatan sunah Seusai shalat, seperti berzikir, berdoa dan duduk di tempat shalatnya.
A. PERBUATAN SUNAH SEBELUM SHALAT
1. Azan.
2. Iqamat. Kedua sunah ini akan dijelaskan di bab tersendiri.
3. Berjalan ke tempat shalat dengan tenang dan tak terburu-buru. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمُ اْلإِقَامَةَ، فَامْشُوْا إِلَى الصَّلاَةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِيْنَةِ وَالْوَقَارِ، وَلاَ تُسْرِعُوْا، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوْا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوْا
“bila kalian mendengar iqamat maka berjalanlah Futuristis shalat. Hendaklah kalian bersikap tenang dan wibawa. Janganlah Genjah-Genjah. Apa yang kalian temukan maka shalatlah dan apa yang terlewati maka sempurnakanlah.” (HR. Bukhari).
4. Berdoa diantara azan dan iqamat. Rasulullah SAW bersabda:
لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ
“tak ditolak doa antara azan dan iqamat.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa`i).
5. Bersegera menjalankan perbuatan-perbuatan pengantar shalat di awal waktu. Allah SWT berfirman:
وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Dan bersegeralah kita kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Aali ‘Imraan: 133).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah pekerjaan yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab:
الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا
“Shalat di awal waktunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. menjalankan shalat sunah qabliyah, bagus yang muakkadah ataupun ghairu muakkadah. Rawatib muakkadah Yaitu dua rakaat sebelum Shubuh, Zhuhur dan Jumat. Dan rawatib ghairu muakkadah Yaitu dua rakaat sebelum Ashar, Magrib dan Isya. Rasulullah SAW bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، قَالَهَا ثَلاَثاً، وَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ: لِمَنْ شَاءَ
“Diantara dua azan (azan dan iqamat) terdapat shalat.” Beliau mengucapkannya tiga kali. Dan berkata di kali yang ketiga: “untuk yang menginginkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
7. Berdoa dengan doa yang diriwayatkan dari Nabi SAW sebelum shalat. Seperti doa sebelum shalat Shubuh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan lainnya:
اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِيْ بِهَا قَلْبِيْ … إلخ
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu rahmat dari Hepotenusa-Mu yang menerangi hatiku…. (dan seterusnya)”.
8. Membaca doa keluar Futuristis tempat shalat, diantaranya Yaitu:
 اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِيْنَ عَلَيْكَ، وَبِحَقِّ الرَّاغِبِيْنَ إِلَيْكَ، وَبِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا إِلَيْكَ، فَإِنِّيْ لَمْ أَخْرُجْ أَشَراً وَلاَ بَطَراً، وَلاَ رِيَاءً وَلاَ سُمْعَةً، بَلْ خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ، وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيْذَنِيْ مِنَ النَّارِ وَتُدْخِلَنِيْ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
“Ya Allah aku memohon dengan Copyright orang-orang yang berdoa kepada-Mu, Copyright orang-orang yang berharap di-Mu, dan Copyright langkah-langkahku ini kepada-Mu. Sesungguhnya aku tak keluar di karenakan kecongkakan dan kesombongan, bukan pula di karenakan mendapat perhatian dan pujian dari manusia. Akan akan tetapi aku keluar di karenakan takut murka-Mu dan mengharap ridha-Mu. Maka aku memohon di-Mu supaya melindungiku dari api neraka dan memasukkan diriku ke surga, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Penyayang.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Thabrani).
9. Berdiri Seusai iqamat selesai dikumandangkan. Sebagian ulama berpendapat waktu bangkit Yaitu saat Di Lantunkan kalimat: “Qad qâmatish shalâh”.
10. Meluruskan shaf. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ
“Luruskan shaf kalian, di karenakan sesungguhnya lurusnya shaf Yaitu bagian dari mendirikan shalat.” (Muttafaq alaih).
11. Mengisi kekosongan shaf dan tak membuat shaf baru hingga shaf yang didepannya telah penuh. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
وَمَا مِنْ خُطْوَةٍ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ خُطْوَةٍ مَشَاهَا رَجُلٌ إِلَى فُرْجَةٍ فِي الصَّفِّ فَسَدَّهَا
“tak ada suatu langkah yang paling besar pahalanya dari suatu langkah yang dilangkahkan seorang Futuristis tempat kosong di shaf lalu ia menutupnya.” (HR. Thabrani).
12. Berusaha mendapatkan shaf pertama. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوْا إِلا أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوْا
“Seandainya orang-orang mengetahui apa yang akan ia dapatkan di panggilan shalat dan shaf pertama, lalu mereka tak mendapatinya kecuali dengan tutorial diundi maka pastilah mereka akan Empati mengundi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
13. Menundukkan kepala dan melihat ke tempat sujud. Diriwayatkan dari Ibnu Sirin bahwa saat shalat Rasulullah SAW melihat ke arah langit hingga turun ayat:
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (Yaitu) orang-orang yang khusyuk di shalatnya.” (Al-Mu`minûn: 1-2). Maka beliau pun memandang ke tempat sujudnya dan menundukkan kepalanya.” (HR. Hakim).
14. Menghadirkan hati dengan membayangkan kepada siapa ia akan menghadap.
15. Membaca doa:
اَللّهُمَّ آتِنِيْ أَفْضَلَ مَا تُؤْتِيْ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
“Ya Allah berilah aku sebaik-bagus apa yang Engkau berikan kepada para hamba-Mu yang saleh.” (HR. Ibnus Sunni dan Nasa`i di ‘Amalul Yaum wal Lailah).
16. Membaca surah an-Naas.
17. Membaca doa memohon perlindungan dari setan.
18. Merenggangkan kedua kaki sebatas satu jengkal untuk laki-laki dan merapatkan keduanya untuk perempuan.
19. Bersiwak. Rasulullah SAW bersabda:
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Seandainya tak memberatkan umatku –atau: manusia—maka sungguh aku perintahkan mereka untuk bersiwak bersama setiap shalat.” (HR. Muslim).
20. Melaksanakan shalat dengan giat dan semangat. di karenakan malas di shalat Yaitu ciri orang-orang munafik. Allah SWT berfirman:
وَإِذَا قَامُوْا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوْا كُسَالَى
“Dan apabila mereka (orang-orang munafik) berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas.” (An-Nisâ`: 142).
21. Melafalkan niat sebelum bertakbir. Untuk menghilangkan waswas dan memadukan lisan dengan hati.

Wallahu a’lam

Sumber : ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016
Loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

PERBUATAN SUNAH SEBELUM SHALAT, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here