Home Kisah Islami Nabi SAW Perlihatkan Dahsyatnya Keburukan Ghibah

Nabi SAW Perlihatkan Dahsyatnya Keburukan Ghibah

112
0
Perbuatan Ghibah (Membicarakan Keburukan Orang Lain) seakan tak Sempat lepas dari keseharian kita. Setiap pembicaraan pasti dengan sendirinya akan mengarah di ghibah. Seandainya istilah sekarang dibilang “Gosip”. Setiap kesalahan dan keburukan orang lain yang dibicarakan itu Yaitu Ghibah. Meskipun itu benar adanya dan selama pembicaraan itu tak disenangi oleh orang yang dibicarakan. Namun bila yang dibicarakan itu Yaitu kesalahan dan keburukan yang tak ada dasarnya (tak benar) maka perbuatan itu jatuh kepada “Fitnah”. Ghibah juga ternyata terjadi juga diantara kalangan sahabat. Untuk itulah Nabi selalu mengingatkan untuk menjauhi ghibah. hingga suat di Nabi SAW memperlihatkan Dahsyatnya Ghibah Itu.
Peristiwa ini terjadi di Ahlush Shuffah, Para sahabat Ahlush Shuffah Yaitu para sahabat yang tinggal di serambi masjid Nabi SAW di karenakan keadaan mereka yang miskin, atau mereka yang memilih untuk tinggal di sana di karenakan ingin selalu dekat dan bertemu dengan Nabi SAW setiap di. Mereka tak makan/minum atau berganti pakaian/kain kecuali yang diberikan oleh Nabi SAW, dan mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah dan menimba ilmu dari Nabi SAW. Keadaan ini sangat menguntungkan di karenakan saat terjadi kesalahan atau mereka terjatuh di kemaksiatan, yang samar sekalipun, Nabi SAW akan langsung mengoreksi mereka, seperti peristiwa berikut ini.
Suatu saat Zaid bin Tsabit, seorang sahabat Anshar yang masih muda, akan tetapi mempunyai kedekatan dengan Nabi SAW, bahkan mempunyai kelebihan di bidang ilmu Al Qur’an, sedang berada di antara sahabat ahlush shuffah. Ia menceritakan beberapa riwayat atau hadits yang Sempat didengarnya langsung dari Rasulullah SAW, atau mungkin dialaminya sendiri bersama beliau. Walau kelihatannya mereka tampak suka mendengarkan, akan tetapi ada beberapa orang sahabat yang tampak Anemia berkenan.
Tiba-tiba datang seorang utusan yang datang kepada Nabi SAW dengan membawa daging yang cukup banyak. Maka Disorientasi seorang dari mereka berkata, “Wahai Zaid, masuklah ke rumah Rasulullah dan katakan bahwa kami sudah cukup lama tak makan daging. Mungkin beliau akan membagikan sebagian daging itu untuk kami!!”
saat Zaid bangkit Futuristis rumah Nabi SAW, sebagian dari mereka berkata, “Lihatlah Zaid ini, bukankah kita semua bertemu dengan Rasulullah sebagaimana dia bertemu dengan beliau (Maksudnya, tak ada kelebihan Zaid terhadap mereka), mengapa ia duduk di sini mengajarkan hadits kepada kita??”
Seusai diijinkan, Zaid masuk ke rumah Nabi SAW dan menyampaikan permintaan/pesan para sahabat ahlush shuffah itu. akan tetapi Nabi SAW bersabda, “Katakan kepada mereka bahwa di ini mereka sedang makan daging!!”
           
Zaid bin Tsabit tampak terheran-heran dengan Ungkap Nabi SAW, ia melihat sendiri bahwa mereka tak makan apapun, bahkan tampaknya mereka sedang lapar. Tanpa membantah dan jelaskan apa yang dilihatnya, Zaid kembali ke ahlush shuffah dan menyampaikan pesan Nabi SAW. Merekapun berkata, “Demi Allah, sudah demikian lama kami tak memakan daging!!”
Zaid kembali kepada Nabi SAW menyampaikan Ungkap sahabat ahlush shuffah itu, akan tetapi dengan tegas Nabi SAW bersabda, “di ini mereka sedang makan daging!!”
Zaid menemui para sahabat itu dan menyampaikan pesan beliau. Mereka bangkit, datang berombongan Futuristis rumah Nabi SAW. Seusai mereka berkumpul, Nabi SAW keluar rumah dan berkata, “Kalian semua baru aja makan daging saudaramu ini (sambil menunjuk Zaid), dan bekas daging itu masih tersisa di gigi-gigimu itu. Meludahlah sekarang supaya kalian Bisa melihat merahnya daging itu!!”
Benar aja, begitu mereka meludah, tampaklah warna merah darah di antara ludahnya. Mereka terkejut dan sangat heran dengan apa yang terjadi. Dengan sebab kejadian itu Mereka merasa malu dan menyesali apa yang telah mereka lakukan terhadap Zaid. Akhirnya Merekapun bertaubat, setelah itu meminta maaf dan kehalalan dari Zaid bin Tsabit. Seusai tahu duduk persoalannya, dengan suka hati Zaid memaafkan mereka.
Begitulah perumpamaan orang yang mengghibah. Sungguh orang yang mengghibah saudaranya muslim seperti ia memakan daging saudaranya sendiri.
di riwayat yang lain juga diceritakan bahwa Nabi SAW sedang berjalan-jalan dengan beberapa orang sahabat. Tiba-tiba tercium bau busuk seperti bau bangkai terbawa angin. Langsung aja Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya ada orang munafik yang menggunjing orang-orang muslim, di karenakan itulah bertiup angin yang berbau busuk ini!!”
Marilah kita lebih menjaga dan menjauhkan sifat suka menceritakan Keburukan Orang Lain.

Loading...
[Ibnu Ghufron]

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kalian Ketahui

Tag : Kisah Inspiratif Islam

Nabi SAW Perlihatkan Dahsyatnya Keburukan Ghibah

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here