Home Ceramah Islam Terbaru N A J I S

N A J I S

271
0
BAB THAHARAH (BERSUCI)

C. N A J I S
Najis Yaitu suatu kotoran yang menghalangi keabsahan shalat atau ibadah sejenisnya. dengan cara hukum asal semua benda bagus tumbuhan, Fauna, manusia ataupun benda mati Yaitu suci kecuali yang dengan cara Eksklusif dinyatakan najis oleh syariat.

a. Benda-benda najis

  1. Khamer. Yaitu setiap benda cair yang memabukkan. bila berbentuk padat maka tak najis, seperti daun ganja dan heroin. Dan bila tak memabukkan tapi Menghentikan maka tak najis, seperti racun.

Keharaman khamer bukan di karenakan kandungan alkohol yang ada di di cairan Itu tapi di karenakan daya mabuknya. Banyak Boga dan minuman yang dengan cara alami mengandung alkohol akan tetapi tak haram, seperti buah-buahan, beras, kurma, dan lain-lain. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, Yaitu najis termasuk perbuatan syaitan.” (Al-Mâidah: 0).

  1. Babi dan anjing. Seluruh bagian dari kedua Fauna ini najis, bagus bulu, air liur, kotoran, dan lain sebagainya. Begitu juga Fauna yang kedua induknya atau Disorientasi satu induknya berasal dari babi atau anjing. Nabi SAW bersabda:
إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعاً

“bila seekor anjing minum dari wadah kalian maka hendaklah ia mencucinya tujuh kali.” (HR. Bukhari).

Dan diriwayatkan bahwa Abu Tsa’labah al-Khusyaniyyi Sempat bertanya kepada Nabi SAW: “Kami Sempat bertetangga dengan Ahlul Kitab. Mereka memasak babi dengan panci-panci mereka dan menuangkan khamer di wadah-wadah mereka.” Beliau setelah itu menjawab:

إِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَهَا فَكُلُوا فِيهَا وَاشْرَبُوا، وَإِنْ لَمْ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَارْحَضُوهَا بِالْمَاءِ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا

“bila kalian menemukan wadah lain maka makan dan minumlah dengan wadah itu. Tapi bila tak menemukannya maka cucilah dengan air lalu makan dan minumlah.” (HR. Abu Daud).

Babi dan Anjing: Najis Berat
Babi dan Anjing: Najis Berat
 

  1. Bangkai, Yaitu setiap Fauna yang mati tanpa disembelih sesuai syariat, kecuali ikan, belalang dan manusia. Allah berfirman:
قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

“”Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh di wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan untuk orang yang hendak memakannya, kecuali Seandainya Boga itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, — di karenakan sesungguhnya semua itu najis — atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (Al-An’âm: 145).

Adapun Dispensasi bangkai ikan, belalang dan manusia maka berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ

“Dihalalkan untuk kami dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai Yaitu ikan dan belalang. Adapun dua darah Yaitu hati dan limpa.” (HR. Ahmad).

Dan firman Allah SWT:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.” (Al-Isrâ`: 70).

  1. Bagian tubuh Fauna yang terpisah dari tubuhnya di keadaan Hayati.Rasulullah SAW bersabda:
مَا قُطِعَ مِنْ بَهِيْمَةٍ وَهِيَ حَيَّةٌ فَهُوَ مَيِّتٌ

“Sesuatu yang terpotong dari Fauna yang masih Hayati maka itu Yaitu bangkai.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

  1. Cairan yang berasal dari tubuh Fauna yang mempunyai tempat Eksklusif di tubuhnya dan menemui perubahan di dalamnya Yaitu najis, seperti darah, kotoran cair dan padat, dan muntah.

Adapun cairan yang tak mempunyai tempat Eksklusif dan tak berubah maka tak najis, seperti keringat, air liur, air mata, dan telur.

Loading...
  1. Tulang, tanduk dan gigi. bila berasal dari bangkai maka najis, dan bila berasal dari Fauna suci maka dihukumi suci.
  2. Bulu yang terlepas bila berasal dari Fauna halal maka suci, dan bila berasal dari Fauna haram maka najis. bila belum terlepas maka hukum bulu mengikuti suci atau najisnya Fauna Hayati.
  3. bila dari Fauna yang halal maka suci, dan bila dari Fauna yang haram maka najis kecuali susu manusia.


b. Macam-macam najis dan tutorial membersihkannya.
Najis terbagi Jadi tiga, Yaitu:

  1. Najis berat (mughallazhah). Yaitu najis yang berasal dari babi dan anjing.

tutorial membersihkannya: pertama-tama dihilangkan Dulu benda najisnya, lalu dibersihkan dengan air sebanyak tujuh kali dimana Disorientasi satu airnya dicampur dengan debu atau tanah. Lebih afdal bila air yang dicampur dengan tanah digunakan pertama.
Nabi SAW bersabda:

طَهُوْرُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ، وفي رواية: إِحْدَاهُنَّ

“tutorial mensucikan wadah kalian bila dijilat anjing Yaitu dengan mencucinya tujuh kali. Disorientasi satunya dengan debu.” (HR. Muslim). di riwayat lain: “Disorientasi satunya.” (HR. Daruquthni).

  1. Najis ringan (mukhaffafah). Yaitu najis yang dikarenakan oleh air kencing bayi laki-laki yang belum memakan apa-apa selain ASI (air susu ibu) dan belum mencapai usia dua tahun.

tutorial membersihkannya: tempat yang terkena najis diperciki air yang banyak (melebihi jumlah najis) sehingga hilang wujud najisnya.
Diriwayatkan dari Ummu Qais binti Mihshan RA, bahwa ia membawa anak lelakinya yang masih bayi dan belum makan kepada Rasulullah SAW. Lalu beliau meletakkannya di pangkuannya. Tiba-tiba bayi itu mengompol. Lalu beliau meminta air dan mencipratinya tanpa mencucinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Najis sedang (mutawassithah). Yaitu najis dari selain yang disebutkan di atas. Najis ini Dikotomi dua:
  • Najis hukmi (tak terindera), Yaitu najis yang tak mempunyai warna, bau atau rasa. tutorial membersihkannya Yaitu cukup dengan mengalirkan air di tempat yang terkena najis itu.
  • Najis aini (terindera), Yaitu najis yang mempunyai warna, bau atau rasa. tutorial membersihkannya Yaitu mencucinya dengan air hingga hilang sifat-sifat najis itu, Yaitu warna, bau atau rasanya.

bila najis yang dibersihkan menyisakan bekas yang tak Bisa hilang Seusai dibersihkan dengan benar-benar maka bekas itu dimaafkan. Diriwayatkan bahwa Khaulah binti Yasar RA bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai darah yang mengenai baju dan tak Bisa hilang bekasnya. Maka Nabi SAW menjawab:

يَكْفِيْكِ الْمَاءُ وَلاَ يَضُرُّكِ أَثَرُهُ

“Cukuplah bagimu air dan tak masalah bekasnya.” (HR. Tirmidzi).

c. Najis yang Dimaafkan
Terdapat beberapa jenis najis yang dimaafkan, Yaitu:

  1. Cipratan air kencing yang tak terlihat mata bila terkena pakaian, badan atau air.
  2. Sedikit darah, nanah, darah nyamuk dan kotoran atau najis yang dibawa lalat selama tak terkena dengan cara sengaja.
  3. Darah dan nanah yang banyak bila berasal dari orang itu sendiri, tak dilakukan dengan cara sengaja dan tak melampaui tempat biasa hingga Seusai keluar.
  4. Kotoran Fauna yang terkena biji-bijian saat digiling atau terkena susu saat diperah selama tak banyak dan merubah sifat susu.
  5. Kotoran ikan di air selama sifat air tak berubah karenanya dan kotoran burung yang terkena tempat yang biasa dilewati olehnya, seperti masjid yang didiami burung.
  6. Cipratan darah Fauna di pakaian tukang jagal (tukang daging) bila sedikit aja.
  7. Darah yang terdapat di daging.
  8. Mulut bayi Seusai muntah.
  9. Lumpur atau tanah najis yang terkena pakaian atau badan.
  10. Bangkai Fauna yang tak mempunyai darah yang mengalir bila terkena air, seperti semut, lalat, dan lebah, selama tak dilakukan dengan cara sengaja.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ يَطْرُحْهُ، فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ شِفَاءً وَفِي اْلآخَرِ دَاءً

“bila seekor lalat jatuh di wadah air kalian maka hendaklah ia menyelupkannya semua lalu membuangnya. di karenakan di Disorientasi satu sayapnya terdapat penawar dan di yang lain terdapat penyakit.” (HR. Abu Daud)

Wallahu a’lam.

Sumber : http://ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

N A J I S

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here