Home Berita Islam Terbaru Menghadang Djarot Dijadikan Tersangka, Pengakuan Tukang Bubur tak Suka Ahok hingga Tak...

Menghadang Djarot Dijadikan Tersangka, Pengakuan Tukang Bubur tak Suka Ahok hingga Tak Dibayar.

117
0
Menghadang Djarot Dijadikan Tersangka, Pengakuan Tukang Bubur tak Suka Ahok hingga Tak Dibayar.
Berita Islam 24H – Naman S (52), ditetapkan Bagaikan tersangka penghadangan kampanye Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Tukang bubur ini terang-terangan mengaku tak suka Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lalu melampiaskan ke Djarot.
Tim Sukses Cagub Cawagub DKI Jakarta Ahok-Djarot awalnya melaporkan penghadangan kampanye Djarot di Kembangan Utara, Jakarta Barat kepada Bawaslu di 18 November lalu. Bawaslu menetapkan laporan Itu mengandung unsur pelanggaran pidana pemilu dengan terlapor Naman S. Bawaslu lalu melimpahkan berkas Itu ke penyidik Polda Metro Jaya.
Penyidik setelah itu menindaklanjuti laporan itu. Ada 12 saksi yang diperiksa, Disorientasi satunya Djarot. Djarot di dimintai keterangan menunjukkan foto seseorang yang menghadang kampanyenya. Seusai cukup bukti, penyidik menetapkan Naman Bagaikan tersangka.
Naman akhirnya ditangkap penyidik di kediamannya, Kembangan, Jakarta Barat, di Selasa 22 November 2016 sekitar 15.00 WIB. Dia dijerat dengan Pasal 187 ayat (4) UU No 10 Tahun 2016 mengenai Pilkada. di karenakan ancaman hukumannya maksimal 6 bulan itu, Naman tak Bisa dilakukan penahanan.
Soal profil Naman, Awi Menyebut yang bersangkutan bekerja Bagaikan penjual bubur. “Sehari-hari dia Jadi imam di musala di Kembangan situ, dia orang situ,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono.
di menjalani rangkaian Inspeksi, Naman mengaku penghadangan kampanye Djarot dilakukannya di karenakan ketidaksukaannya kepada sosok Ahok. Aksi itu dilakukan murni atas inisiatif Naman.
di ini, penyidik mengebut untuk pemberkasan sambil berkoordinasi terus dengan pihak Jaksa Penuntut Generik (JPU). Penyidik hanya punya waktu 14 hari untuk menyelesaikan pemberkasan hingga kasus Itu dinyatakan P21 (lengkap) oleh JPU.
Berikut 4 pengakuan Naman:
1. Naman Resmi Tersangka
Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Naman S Bagaikan tersangka kasus pelanggaran pidana Pilkada DKI Jakarta di karenakan menghadang calon wagub nomor urut 2, Djarot di berkampanye.
“Sudah tersangka. Memang Seandainya sudah proses di Bawaslu kita anggap sudah masuk proses penyelidikan dan Seandainya sudah masuk ke kepolisian sudah tak ada celah lagi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
Awi Menyebut, penyidik Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) sudah mempunyai bukti-bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan NS Bagaikan tersangka.
2. tak Suka Ahok.
Naman mengaku tak suka dengan sosok Ahok yang Jadi pasangan Djarot.
“Memang buntutnya dari ketidaksenangannya terhadap Bapak Basuki Purnama, imbasnya ke Pak Djarot di karenakan dari yel-yelnya pun demikian (menolak Ahok),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Pengakuan tersangka, tindakannya itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri. “Beliau inisiatif masuk ke kerumunan sehingga Empati berteriak menolak paslon ini,” ungkapnya.
di di itu, saat Djarot menanyakan siapa yang dituakan di situ, Naman pun akhirnya maju dari balik kerumunan kelompok penghadang ini. “Pak Djarot dengan itikad bagus menanyakan kenapa, lalu ditanya siapa yang bertanggung jawab dan yang bersangkutan maju,” sambungnya.
3. tak Dibayar.
Naman mengaku tak dibayar oleh pihak-pihak Eksklusif untuk menghadang kampanye Djarot itu.
“Yang bersangkutan mengaku tak ada dibayar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Awi jelaskan, alasan penyidik tak menahan Naman di karenakan ancaman hukumannya atas dugaan pelanggaran Pasal 184 UU No 10 Tahun 2016 mengenai Pilkada itu, ancamannya di bawah 5 tahun. “di karenakan ancamannya itu hanya 1-6 bulan penjara, sehingga tak Bisa dilakukan penahanan,” ungkapnya.
4. Bantah Ada “Aktor” Intelektual.
Dari hasil Inspeksi Naman, Awi jelaskan tak ada indikasi bahwa aksi penolakan dan penghadangan kampanye Itu dilakukan dengan cara terorganisir untuk menggembosi pasangan Ahok-Djarot.
“Memang dari pertanyaan penyidik juga mengarah ke sana, termasuk apa ada orang di belakangnya termasuk apakah didanai tapi kita tak Bisa memaksakan di karenakan yang bersangkutan tak mengakui itu,” terang Awi.
Pengakuan tersangka, tindakannya itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri. “Beliau inisiatif masuk ke kerumunan sehingga Empati berteriak menolak paslon ini,” ungkapnya.[ceramahterbaru.net / dc]
Loading...
loading…

Menghadang Djarot Dijadikan Tersangka, Pengakuan Tukang Bubur tak Suka Ahok hingga Tak Dibayar.

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here