Home Ceramah Islam Terbaru MENGENAL KELUARGA (AHLUL BAIT) DAN KETURUNAN (DZURRIYYAH) NABI MUHAMMAD SAW

MENGENAL KELUARGA (AHLUL BAIT) DAN KETURUNAN (DZURRIYYAH) NABI MUHAMMAD SAW

234
0

  

·        
Rosululloh SAW. bersabda :

 

ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُﺑِﻀْﻌَﺔٌﻣِﻨِّﻲْ
ﻳُﺒْﻐِﻀُﻨِﻲْ ﻣَﺎﻳُﺒْﻐِﻀُﻬَﺎ , ﻭَﻳُﺒْﺴِﻈُﻨِﻲْ ﻣَﺎﻳُﺒْﺴِﻄُﻬَﺎ , ﻭًﺇِﻥَّ ﺍْﻻَﺳْﺒَﺎﺏَ
ﻳَﻨْﻘَﻄِﻊُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِِﻴَﺎﻣَﺔِﻏَﻴْﺮَﻧَﺴَﺒِﻲْ ﻭَﺳَﺒَﺒِﻲْ ﻭَﺻِﻬْﺮِﻱْ

Fatimah Yaitu Bagian dariku. Siapa yang membuatnya
Marah, akan membuatku Marah. Dan Siapa yang menyenangkan dan melegakannya, akan
menyenangkan dan melegakanku. Sesungguhnyalah Semua Nasab akan Terputus di
Hari Kiamat Kecuali Nasab dan Sababku”.

(📚Kitab Musnad Imam Ahmad dan Kitab Mustadrak Imam Al
Hakim)


MENGENAL KELUARGA (AHLUL BAIT) DAN KETURUNAN (DZURRIYYAH) NABI MUHAMMAD SAW

 

·        
Rosululloh SAW. bersabda :

 

ﻛُﻞُ ﺇِﺑْﻦِِ
ﺃُﻧْﺜَﻰ ﻳَﻨْﺘَﻤُﻮْﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﺼَﺒَﺘِﻬِﻢْ ﺇِﻻَّﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ , ﻓَﺈِﻧِﻲْ ﺃَﻧَﺎﻭَﻟِﻴُﻬُﻢْ
ﻭَﺃَﺑَﺎﻋَﺼَﺒْﺘُﻬُﻢْ ﻭَﺃﺑُﻮْﻫُﻢْ
.

“Semua Anak yang dilahirkan oleh Ibunya, Bernasab
kepada Ayah Mereka. Kecuali Anak-anak Fatimah. Akulah Wali Mereka. Akulah Nasab
Mereka. Dan Akulah Ayah Mereka”.

(Hadits Riwayat Imam Ahmad, di Kitab Jami’ Al Kabir
Karya Imam As Suyuthi)

 

·        
Rosululloh SAW. berkata kepada Ali bin Abi Tholib, Fatimah, dan Al-Hasan
serta Al-Husein :

 

ﺃَﻧَﺎﺣَﺮْﺏٌ ﻟِﻤَﻨْﺤَﺎﺭَﺑْﺘُﻢْ
ﻭَﺳِﻠْﻢٌ ﻟِﻤَﻦْ ﺳَﺎﻟَﻤْﺘُﻢْ
.

“Aku memerangi Siapapun yang memerangi Kalian. Dan Aku
akan menyelamatkan Siapapun yang menyelamatkan Kalian”.

(Hadits Riwayat Imam At Tirmidzi, Imam Ahmad, dan Imam
Al Hakim)

 

📖Alloh berfirman :

“Sesungguhnya Alloh hendak menghilangkan Kotoran dari
Kalian Wahai Ahlul-Bait. Dan mensucikan Kalian sesuci-sucinya”.

(QS. Al Ahzab : 33)

 

saat turun Ayat ini kepada Rosululloh SAW di Rumah
Ummu Salamah (Istri Beliau), Rosululloh SAW setelah itu memanggil
👳Al-Hasan, 👳Al-Husein, dan Fatimah.
Lalu Ketiganya diminta Duduk di depan Beliau.

setelah itu memanggil Ali
bin Abi Tholib, dan diminta Duduk di belakang Beliau.

Seusai itu Rosululloh SAW. menyelimuti Diri bersama
Mereka dengan Kisa’ (Kain Selimut Besar dan Tebal) seraya bersabda :

 

ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﻫَﺆُﻵﺀِ
ﺃَﻫْﻞُ ﺑَﻴْﺘِﻲ ﻓَﺎَﺫْﻫِﺐْ ﻋَﻨْﻬُﻢُ ﺍﻟﺮِّﺟْﺲَ ﻭَﻃَﻬِّﺮْﻫُﻢْ ﺗَﻄْﻬِﻴْﺮًﺍ
.

“Ya Alloh…..Mereka Yaitu Ahlul-baitku.

Maka Hilangkanlah Kotoran Mereka, dan Sucikanlah
Mereka sesuci-sucinya”.

(📚Kitab Shohih Muslim, Juz Ke-2)

 

·        
Sahabat Nabi Zaid bin Arqom berkata :

 

Rosululloh SAW. mengucapkan Khutbah.
Seusai memanjatkan Puji Syukur ke Hadirat Alloh SWT,
dan memberi Nasihat-nasihat serta Peringatan, Beliau lalu bersabda :

 

ﺃَﻣَّﺎﺑَﻌْﺪُ , ﺃَﻳُّﻬَﺎﺍﻟﻨَّﺎﺱُ , ﺃِﻧَّﻤَﺎﺃَﻧَﺎﺑَﺸَﺮٌﻳُﻮْﺷَﻚُ
ﺃَﻥْ ﻳﺄْﺗِﻲَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺭَﺑِّﻲْ ﻓَﺄُﺟِﻴْﺒُﻪُ , ﺃَﻧَﺎﺗَﺎﺭِﻙٌ ﻓِﻜُﻢُ ﺍﻟْﺜَّﻘَﻠَﻴْﻦِ
, ﺃَﻭَّﻟُﻬُﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓِﻴْﻪِ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻨُّﻮْﺭُﻓَﺨُﺬُﻭْﺃﺑِﻜِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻭَﺍﺳْﺘَﻤْﺴِﻜُﻮْﺍﺑِﻪِ . ﻭَﺍَﻫْﻞُ ﺑَﻴْﺘِﻲْ ﺃُﺫَﻛِّﺮُﻛُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻲْ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻲْ
, ﺃُﺫَﻛِّﺮُﻛُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻲْ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻲْ , ﻗَﺎﻟَﻬَﺎﺛَﻼَﺛًﺎ
.

“Sesungguhnya Aku Yaitu Manusia. Hampir tiba Ajal mendatangiku,
dan Aku

pun akan menerimanya. Aku tinggalkan di Kalian 2
(dua) Bekal.

 

Yang Pertama ialah : 📖Kitabullah“.

Di dalamnya terdapat Petunjuk dan Cahaya Terang.
Ambillah Kitabullah itu, dan berpegang teguh padanya.

 

Dan Kedua : 👳“Ahlul-Baitku”.

Aku ingatkan Kalian kepada Alloh mengenai Ahlul-Baitku
(Beliau mengulanginya 3x).

(📚Hadits Riwayat Imam Muslim)

 

·        
Rosululloh SAW. bersabda :

 

ﺍﻟﻨُّﺤﻮْﻡُ ﺃَﻣَﺎﻥٌ ﻷَِﻫْﻞِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ , ﻭَﺃَﻫْﻞُ ﺑَﻴْﺘِﻲْ
ﺃَﻣَﺎﻥٌ ﻷُِﻣَّﺘِﻲْ -, ﻭَﻓِﻲْ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔٍ – ﺃَﻣَﺎﻥٌ ﻷَِﻫْﻞِ ﺍْﻷَﺭْﺽِِ , ﻓَﺈِﺫَﺍﻫَﻠَﻚَ
ﺃَﻫْﻞُ ﺑَﻴْﺘِﻲْ ﺟَﺎﺀَﺃَﻫْﻞُ ﺍْﻷَﺭْﺽِ ﻣِﻦَ ﺍْﻷَﻳَﺎﺕِ ﻣَﺎﻛَﺎﻧُﻮْﺍﻳُﻮْﻋَﺪُﻭﻥْ
.

“Bintang-bintang Yaitu Keselamatan untuk Penghuni
Langit. Padahal Ahlul-Bait Yaitu Keselamatan untuk Penghuni Bumi. Manakala
Ahlul-Baitku Lenyap (Binasa), maka yang dijanjikan di Ayat Al-Qur’an akan
Tiba (Yaitu Bala)”.

 

Diriwayatkan oleh :

Imam Al Hakim

Imam Bukhari

Imam Muslim

Imam Ahmad

 

Sahabat Nabi Abdullah Ibnu Abbas RA. Menyebut :
Seusai Turun Ayat Al Qur’an :

 

ﻗُﻞْ ﻵَﺃَﺳْﺄَﻟُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﺟْﺮًﺍﺇﻻَّﺍﻟْﻤَﻮَﺩَّﺓَﻓِﻰ ﺍﻟْﻘُﺮْﺑَﻰ ﻭَﻣَﻦْ
ﻳَّﻘْﺘَﺮِﻑْ ﺣَﺴَﻨَﺔًﻧَﺰِﺩْﻟَﻪ ‘ ﻓِﻴْﻬَﺎﺣُﺴْﻨًﺎﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻏَﻔُﺮٌﺷَﻜُﻮْﺭٌ

 

“Katakanlah
(Wahai Muhammad) :

Aku tak meminta Upah Apapun juga atas Seruanku,
kecuali Afeksi Sayang di Kekeluargaan. 
Barangsiapa berbuat Kebaikan, baginya Kami tambahkan di Kebaikan itu.

Sesungguhnya
Alloh Maha Pengampun, lagi Maha Berterimakasih”.

(QS. Asy Syura :
23)

 

Para Sahabat
Nabi bertanya :

Ya Rosululloh, Siapakah Kerabat kalian yang Wajib Kita
berkasih sayang kepada Mereka?

Rosululloh SAW
menjawab :

 

ﻋَﻠِﻲٌّ , ﻭَﻓَﺎﻃِﻤَّﺔُﻭَﺍﺑْﻨَﺎﻫُﻤَﺎ .

Ali, Fatimah,
dan Kedua Orang Anak Mereka (
👳Hasan
dan
👳Husein)”.

Diriwayatkan
oleh :

Imam Ahmad

Imam Ath
Thabrani

Imam Al
Hakim

 

Rosululloh SAW.
bersabda :

“Sesungguhnya untuk Alloh ada 3 “Hurumat”

(Perkara yang
tak boleh Dilanggar).

Barangsiapa menjaga 3 Perkara Itu, Niscaya Alloh
SWT akan menjaga Urusan Agama (Akhirat), dan Urusan Dunianya.

Barangsiapa tak menjaga 3 Perkara Itu, maka
tak ada apapun baginya untuk mendapat Perlindungan Alloh.

 

3 Hurumat itu
Yaitu :

 

1. Hurumatul
Islam

Yaitu Kewajiban
terhadap Islam

 

2.
Hurumatku

Yaitu Kewajiban
terhadap Rosululloh SAW.

 

3. Hurumat
Rahimku

Yaitu Kewajiban
terhadap Ahlul-Bait Rosululloh SAW.

 

Diriwayatkan
di :

📚 Kitab Mu’jam Al Kabir, Karya Imam Ath Thabrani

📚 Kitab Ashwa’iqul Muhriqah, Karya Imam Ibnu Hajar

 

🌻Keturunan Rosululloh SAW. dari Kedua Cucunya, Yaitu 👳Hasan dan 👳Husein, hingga di ini masih ada.

 

Sebagian Kecil PARA PEMBENCI KELUARGA Ahlulbait
menafi’kan (menganggap tak ada) Dzurriyah (Keturunan) Rosululloh SAW. (
GOLONGAN KHOWARIJ )

 

Sebagaimana juga Kelompok lain menafi’kan (menganggap
tak ada) mengenai Keabsahan Sahabat Rosululloh Rodhiyallohu ‘Anhum, yang
berjumlah 60 Ribu Orang. ( GOLONGAN SYI’AH)

 

Maka Golongan itu Menyebut, bahwa Seluruh Sahabat
Nabi itu Sesat, kecuali Beberapa Orang aja.

 

Cucu Nabi
Hasan bin Ali tak Wafat di Kejadian Karbala.

 

Hasan bin
Ali Wafat diracun sebelum Kejadian Karbala.

 

Hasan bin Ali meninggalkan Anak 11 Putra dan 6 Putri.
Keturunannya Yaitu dari
👳Hasan
Mutsanna dan
👳Zaid
Rodhiyalloohu ‘Anhuma.

 

Husein bin
Ali Wafat di Karbala.

Husein mempunyai
Anak 6 Lelaki dan 3 Wanita, Yaitu :

👳Ali Akbar,

👳Ali Awsath,

👳Ali Ashghar,

👳Abdullah,

👳Muhammad,

👳Ja’far,

💝Zainab,

💝Sakinah, dan

💝Fathimah.

Loading...

 

Putera Husein bin Ali Keseluruhannya Wafat, terkecuali
👳Ali Al Awsath, yang dikenal dengan Nama Ali Zainal
‘Abidin.

 

👳Ali Zainal Abidin mempunyai Putra bernama Muhammad Al
Baqir, yang mempunyai Putra bernama Ja’far Ash Shadiq.

 

👳Ja’far
Ash Shadiq Yaitu Guru dari Imam Hanafi.

setelah itu
Imam Hanafi bermuridkan Imam Maliki.

Lalu Imam
Maliki bermuridkan Imam Syafi’i.

Dan Imam
Syafi’i bermuridkan Imam Ahmad bin Hanbal.

 

👍Seluruh Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah mengakui
Keabsahan Keturunan Rosululloh SAW. dari Ali Zainal Abidin Putra Husein.

 

👳Ali Zainal Abidin dilahirkan di Hari Kamis, 5
Sya’ban Tahun 38 Hijriyah, dimasa Hayati Kakeknya Yaitu Sahabat Nabi Ali bin Abi
Thalib.

 

📔Diriwayatkan oleh Syaikh Abu Hamzah Al Yamani, bahwa
Ali Zainal Abidin mengamalkan Ibadah 1000 Raka’at Tahajjud setiap Malamnya.

🎓Demikian
pula Imam Al Ghozali banyak mengaguminya.

 

Disorientasi Satu Riwayat yang dikatakan oleh Seorang 🎓Ulama Thabi’in, Yaitu Imam Thowus Rohimahulloh :

 

“saat Aku memasuki Hijir Isma’il (dekat Ka’bah) di
tengah Malam yang Gelap, ternyata Ali Zainal Abidin Putra Husein sedang Sujud.

Alangkah lama Sujudnya, lalu Kepalanya terangkat, dan
Kedua Tangannya Terangkat bermunajat dengan Suara Lirih :

 

“Hamba-Mu di Hadapan Pintu-Mu.

Si Miskin ini di Hadapan Pintu-Mu.

Si Fakir ini di Hadapan Pintu-Mu.”

 

👳Ali Zainal Abidin Wafat di Tahun 93 Hijriyah, ada
juga Pendapat Tahun 94 Hijriyah.

Dimakamkan di Kuburan Baqi’ (Madinah Al Munawwaroh).

 

Di Pusara yang Serupa dengan Pamannya, Yaitu 👳Hasan bin Ali.

 

👳Ali Zainal Abidin Rohimahulloh meninggalkan 15 Anak,
yang sulung Yaitu
👳Muhammad
Al Baqir.

 

(📚Kitab Al Ghuror, Karya 👳Imam Al Muhaddits Muhammad bin Ali Al Khird, Wafat
Tahun 960 Hijriyah)

 

📚Kitab ini merupakan Disorientasi Satu Kitab Induk yang
jelaskan Silsilah Keturunan Rosululloh SAW.

 

❤❤Sesungguhnya Cinta kepada Ahlul Bait merupakan Disorientasi
SATU FONDASI DARI KEIMANAN SEORANG MUSLIM.
💝💝

 

Sebagaimana telah dinyatakan di Banyak Periwayatan
berdasarkan Nash Al-Qur`an dan Sunnah Nabi SAW.

 

Berikut ini Beberapa Ayat Al-Qur`an dan Sunnah Nabi
SAW. mengenai Kewajiban Umat Islam untuk menanamkan Kecintaan, dan mengokohkan
Afeksi Sayang kepada Ahlul Bait.

 

📖Alloh SWT. berfirman :

 

Katakanlah :

“Aku tak Meminta Kepadamu suatu Upah pun atas
Seruanku, kecuali Afeksi Sayang di Kekeluargaan”.

(QS. Asy Syura : 23)

 

Sahabat Nabi Abdullah bin Abbas berkata :

saat Turun Ayat ini, Para Sahabat Nabi bertanya
kepada Rosululloh SAW :

 

Ya Rosululloh….Siapa Kerabatmu yang diwajibkan atas
Kami untuk mencintainya ?

 

Rosululloh SAW. menjawab :

“Ali, Fathimah dan Kedua Anak Mereka”.

(📚Kitab Ad-Dur al-Manshur 6/7, Karya Imam As Suyuthi)

 

Rosulloh SAW. bersabda :

 

ﻓﺎﻃﻤﺔ ﺑﻀﻌﺔ ﻣﻨﻲ , ﻳﺆﺫﻳﻨﻲ ﻣﺎ ﻳﺆﺫﻳﻬﺎ ﻭﻳﻐﻀﺒﻨﻲ ﻣﺎ ﻳﻐﻀﺒﻬﺎ

“Fathimah Yaitu Darah Dagingku. Apa yang
mengganggunya, Serupa dengan mengganggu Diriku. Apa yang membuatnya Marah, Serupa
dengan membuatku Marah”.

 

Begitu pula dengan Kecintaan Rosululloh SAW. kepada
Ali, Hasan dan Husein.

Hal ini merupakan Sunnah Rosululloh yang diperintahkan
untuk diikuti oleh Umatnya.

📖Sebagaimana Ayat Al Quran :

 

 ﻭﺍﺗّﺒﻌﻮﻩ ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﻬﺘﺪﻭﻥ

“Dan ikutilah Dia, supaya kita mendapat
Petunjuk”.

(QS. Al-A’raf : 158)

 

📖Dan Ayat Al Qur`an :

 

 ﻓﻠﻴﺤﺬﺭ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺨﺎﻟﻔﻮﻥ ﻋﻦ ﺃﻣﺮﻩ

“Maka berhati-hatilah untuk Orang-orang yang
Menyalahi Perintah-Nya”.

(QS. An Nur : 63)

 

🎓Imam Syafi’i di Syairnya menyatakan :

 

ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺭﻓﻀﺎ ﺣﺐ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ # ﻓﻠﻴﺸﻬﺪ ﺍﻟﺜﻘﻼﻥ ﺃﻧﻲ ﺭﺍﻓﻀﻲ

bila Aku dituduh Bagaikan Syi’ah Rafidhah, di karenakan
Mencintai Keluarga Nabi Muhammad.

Maka Al-Qur`an dan Sunnah Jadi Saksi, Aku ini
Yaitu Syi’ah Rafidhoh.

(📚Kitab Diwan Imam Syafi’i)

 

🎓Imam Syafi’i juga Bersyair :

 

ﻳﺎ ﺁﻝ ﺑﻴﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺒﻜﻢ ﻓﺮﺽ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺃﻧﺰﻟﻪ

Wahai Ahlul Bait Rosululloh.

Mencintaimu Yaitu Suatu Kewajiban,

yang Allah turunkan di Al-Qur`an.

(📚Kitab Nur al-Abshor : 127)

 

👳Diriwayatkan oleh Imam Ali Zainal Abidin :

 

saat Kholifah Ali bin Abi Tholib Terbunuh, 👳Imam Hasan bin Ali berkhutbah di tengah Keramaian
Manusia.

Beliau mengucapkan Pujian kepada Alloh setelah itu
berkata :

Saya Yaitu Ahlul Bait yang Alloh SWT. Wajibkan kepada
Setiap Muslim untuk Mencintai Mereka.

 

📖Alloh SWT. berfirman :

Katakanlah :

“Aku tak meminta Kepadamu suatu Upah pun atas
Seruanku, kecuali Afeksi Sayang di Kekeluargaan. Siapa yang mengerjakan
Kebaikan, akan Kami Tambahkan baginya Kebaikan di Kebaikannya itu.”

(QS. Asy Syura : 23)

 

👳Hasan bin Ali berkata :

Disorientasi satu Kebaikan Itu Yaitu Mencintai Kami
Ahlul Bait.

(📚Kitab Ash-Showaiq al-Muhriqah : 170)

 

📖Allah SWT. berfirman :

“Sesungguhnya Orang-orang yang Beriman dan
Beramal Sholeh, Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan di Hati Mereka Rasa
Afeksi Sayang”.

(QS. Maryam : 96)

 

Rosululloh SAW. berkata kepada Ali bin Abi Tholib
:  Wahai Ali, katakanlah :

 

” Ya Alloh, Kabulkanlah Permintaanku supaya di
setiap Hati Kaum Muslimin terdapat Rasa Afeksi Sayang,.………

Ya Alloh, jadikanlah Hal ini bagiku suatu Ikatan di
Hepotenusa-Mu.…

Ya Alloh, jadikanlah bagiku Rasa Afeksi Sayang di
Hepotenusa-Mu.”

 

Maka turunlah Ayat ini (Al-Qur`an Surat Maryam Ayat
96).

 

Dan tak akan bertemu Seorang Mu’min dan Mu’minat,
kecuali di di Hatinya terdapat Rasa Afeksi Sayang terhadap Ahlul Bait.

(📚Kitab Syawahid at-Tanzil 1 : 464, Karya Al-Hafizh
al-Hakim al-Hiskani)

 

📖Alloh SWT. berfirman :

 

ﻣﻦ ﺟﺎﺀ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﺔ ﻓﻠﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻬﺎ

 

“Barangsiapa yang datang dengan membawa Kebaikan,
maka baginya Pahala yang lebih bagus daripada Kebaikannya itu”.

(QS. Al-Qashas : 84)

 

👳Imam Muhammad al-Baqir berkata :

Abu Abdillah al-Jadali mendatangi Kholifah Ali bin Abi
Tholib, dan berkata kepadanya :

Wahai Abu Abdillah, maukah Engkau Aku Kabari akan
Firman Allah yang berbunyi :

 

 ﻣﻦ ﺟﺎﺀ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﺔ ﻓﻠﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻬﺎ

(QS. Al Qashash : 84)

 

Berkata Abu Abdillah : Ya, Silakan.

👳Berkata Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib :

“Kebaikan Yaitu Mencintai Kami Ahlul Bait, dan
Kejahatan Yaitu Membenci Kami Ahlul Bait.”

 

setelah itu Kholifah Ali bin Abi Tholib membaca kembali
Ayat Itu.

(📚Kitab
Kasyaf al-Ghummah 1/321, Karya As-Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki
al-Hasani)

 

📖Alloh SWT. berfirman :

“Orang-orang yang Beriman, dan Hati Mereka
Jadi Tenteram dengan mengingat Alloh.

Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh-lah Hati
Jadi Tenteram.

(QS. Ar-Ra’d : 28)

 

Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib berkata :

Sesungguhnya Rosululloh SAW. saat turun Ayat ini
berkata :

 

“Ayat ini diturunkan untuk Siapa aja yang Mencintai
Alloh, Rosul-Nya, dan Ahlul Baitku dengan Benar dan Jujur tanpa ada Kebohongan.

 

Serta mencintai Orang-orang Mu’min di Keadaan Hadir
dan tak Hadir.

Maka dengan Dzikir kepada Alloh, Kecintaan itu
Timbul”.

 

Diriwayatkan di :

📚 Kitab Ad-Dur al-Mansur 4/58, Karya Imam As Suyuthi –
Kitab Kanzu al-Ummal 1/250, Karya Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hindi-(AMM)-

Share on Facebook

Share on Google+

Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:



MENGENAL KELUARGA (AHLUL BAIT) DAN KETURUNAN (DZURRIYYAH) NABI MUHAMMAD SAW

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here