Home Berita Islam Terbaru Membandingkan Kinerja Ahok dengan Fauzi Bowo, Siapa Menang? (Bagian 1)

Membandingkan Kinerja Ahok dengan Fauzi Bowo, Siapa Menang? (Bagian 1)

149
0
Membandingkan Kinerja Ahok dengan Fauzi Bowo, Siapa Menang? (Bagian 1)
Berita Islam 24H – Selama ini, banyak diopinikan bahwa kinerja Ahok bagus. Sayangnya, meski akses informasi demikian luas untuk menjalankan analisis klaim Itu, belum ada yang menjalankan evaluasi dengan cara komprehensif. Realitanya ternyata tak sedikit indikator kinerja kunci Ahok yang lebih buruk dari Fauzi Bowo. Padahal Ahok memerintah DKI Jakarta dengan kondisi yang jauh sangat nyaman bila dibandingkan dengan Fauzi Bowo. di masa Ahok, APBD DKI mempunyai nilai hampir 2X lebih lipat dari dari nilai APBD Fauzi Bowo. Selain itu, modal sosial dan dukungan buzzer yang dimiliki oleh Ahok juga jauh lebih besar ketimbang Fauzi Bowo.
1. Tata Kelola Keuangan
Kinerja Ahok terkait Tata kelola keuangan sangat buruk. Hasil audit keuangan BPK menunjukkan bahwa di Tahun Anggaran 2015 terdapat temuan bermasalah senilai Rp30,15 triliun atau hampir 50% APBD DKI & status hasil audit yang diberikan Yaitu WDP[1]. Capaian ini lebih buruk dari Fauzi Bowo yang mampu membawa DKI hanya memperoleh temuan bermasalah senilai Rp. 4,83 T atau 13,42% dari APBD & memperoleh status WTP, status terbaik di audit BPK[2]
2. Akuntabilitas Kinerja
Akuntabilitas kinerja pemerintahan DKI Jakarta di bawah Ahok sangat buruk. Hasil Evaluasi Kementerian PAN & RB nilai akuntabilitas kinerja DKI untuk Tahun 2015 hanya berpredikat CC dan berada di peringkat 18[3]. Lebih lanjut, memang sejak Jokowi-Ahok Pemda DKI tak Sempat memperoleh nilai lebih tinggi dari CC[4]. Capaian ini lebih buruk dari Fauzi Bowo yang Sempat membawa akuntabilitas kinerja DKI bernilai B.
3. Pertumbuhan ekonomi
Data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta di 2015 hanya 5.88%. Pertumbuhan ini paling rendah sejak tiga tahun sebelumnya[5]. di Triwulan III 2016, angka ini kembali turun hanya mencapai 5.75%[6]. Capaian ini bahkan lebih buruk dari Fauzi Bowo yang rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6.17% (LPPD DKI Jakarta 2007-2012).
Buruknya capaian ini diantaranya dikarenakan serapan anggaran yang rendah (72.11%). Dan serapan yang rendah terjadi kembali di tahun 2016. Kondisi ini membuat Ahok ditegur Jokowi[7].
4. Kemiskinan
Data BPS menunjukkan terjadi peningkatan jumlah orang Miskin Jadi 384,3 Ribu (3.75%) per Maret 2016[8]. Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2016) dari 363,2 Ribu (3.69%) per Maret 2012. Capaian ini bahkan lebih buruk dari capaian Fauzi Bowo, dimana ia sukses menurunkan kemiskinan dari dari 405, 700 Heroisme (4.48%) (Maret 2007) Jadi 363,0 Heroisme (3.69%) (Maret 2012)[9].
5. Pemukiman/Perumahan Rakyat
Kinerja Ahok terkait pemukiman/perumahan rakyat sangat buruk. Dari Hepotenusa penataan kampung kumuh, Ahok gagal melanjutkan proyek kampung Deret Jokowi[10] (LKPJ 2014 & 2015). Capaian ini lebih buruk dari Foke yang sukses merubah 274 RW kumuh dengan proyek MHT plus (LPPD DKI 2007-2012).
Dari Hepotenusa pembangunan rusun, Ahok tak membangun rusun yang Bisa dimiliki warga (Rusunami) akan tetapi hanya membangun Rusun yang wajib disewa (Rusunawa). Sepanjang 2014-1015, DKI hanya mampu membangun 3.587 unit (1.794/tahun) dengan hampir 28.9% Pusat yang membangun (LKPJ Gub DKI 2014 & 2015). Capaian ini lebih buruk dari Foke yang sepanjang 2007-2011 mampu membangun 3.366 unit Rusunami & 8.971 unit Rusunawa (2242/tahun) (LPPD DKI 2007-2012).
6. Kemacetan
Kemacetan makin Jadi. Riset tempatkan Jakarta Kota paling macet di 178 Negara[11]. Capaian Ahok terkait hal ini Bisa dinilai sangat buruk apabila mengingat tiga indikator lain yang Bisa mengurangi kemacetan. Pertama, dari Hepotenusa penambahan panjang Jalan, BPS juga menyebutkan bahwa Foke sukses menambah panjang jalan di DKI dari 6.543.997 m Jadi 6. 995.842 m Padahal Ahok stagnan di menambah panjang jalan (Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 & 2016 serta LKPJ Gub DKI 2015).
Kedua dari Hepotenusa angkutan Generik, Jokowi hanya mampu menambah 1 koridor busway yang merupakan lanjutan proyek Foke dan Ahok gagal menambah jumlah koridor busway sementara Foke mampu menambah menambah 4 koridor baru (LPPD DKI Jakarta 2007-2012, LKPJ Gubernur DKI 2012, 2013, 2014, & 2015).
Dari Hepotenusa penumpang Busway, BPS Menyebut bahwa Ahok hanya mampu menambah jumlah penumpang dari 111.260.431 (2012) Jadi 111.630.305 (2014) Padahal Foke mampu menambah jumlah penumpang Busway dari 61.446.336 (2007) Jadi 114.783.000 (2011) (Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010, 2013 & 2016). BPS belum mengumumkan data 2015 & 2016, akan tetapi berdasarkan keterangan Kepala Dinas, jumlah penumpang di 2016 mencapai 340.000/hari atau 122.400.000 masih jauh dari target yang ditetapkan[12]
7. Banjir
Banjir masih gagal diatasi. Banjir di ini bahkan telah menjangkau wilayah kerja sang Penguasa[13]. Lebih ekstrim, tak wajib menunggu hujan 1 Jam, banjir telah terjadi[14].
Selama ini diopinikan bahwa Banjir Jakarta sukses diatasi di karenakan Ahok. Faktanya, program banjir Jakarta yang selama ini berjalan Yaitu program pemerintah Pusat[15]. bila pemerintah pusat tak ingin mengeksekusinya, maka proyek Itu tak terlaksana. Oleh di karenakan itu, untuk melihat buruknya kinerja Ahok terkait hal ini, tentunya wajib dibandingkan proyek pengendalian banjir Sesuai.
di konteks itu, Ahok Bisa disebutkan gagal di karenakan proyek Sodetan kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur yang hanya sepanjang 1.27 KM mangkrak[16]. Sementara Foke mampu menyelesaikan Proyek Kanal Banjir Timur sepanjang 23.6 Km yang membebaskan 2,7 juta warga di 15.000 ha daerah rawan banjir (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) DKI Jakarta 2007-2012).
8. Keterbukaan Informasi Publik (Transparansi)
Standar Keterbukaan Informasi Publik (KIP) & Transparansi Pengelolaan Daerah diatur di UU Keterbukaan Informasi Publik & Instruksi Menteri di Negeri Nomor 188.52/1797/SJ/2012 Tahun 2012 mengenai Peningkatan Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah. Kinerja Pemerintahan DKI Jakarta di bawah Ahok terkait hal ini sangat buruk. Hasil verifikasi Kemendagri di Tahun 2015, DKI hanya memperoleh capaian 8.33% terkait informasi anggaran yang wajib dipublikasikan[17], Lebih lanjut, di Tahun 2015, Hasil Evaluasi Komisi Informasi Publik DKI tak masuk 10 besar[18]. Capaian ini lebih buruk dari Foke yang mampu membawa DKI peringkat 2 Keterbukaan Informasi Publik tahun 2012[19] (EI).
Loading...
[1] http://megapolitan.harianterbit.com/megapol/2016/06/04/63099/28/18/Kinerja-Ahok-Buruk-BPK-Temukan-Anggaran-Bermasalah-Rp30-Triliun
[2] http://www.jakarta.go.id/v2/news/2012/05/laporan-keuangan-dki-raih-wtp#.WCBD1PTTPmo
[3]http://megapolitan.kompas.com/read/2016/01/20/14030381/Ahok.Akui.Kinerja.Pemerintahan.DKI.Buruk.dan.http://www.menpan.go.id/berita-terkini/4170-rapor-akuntabilitas-kinerja-k-l-dan-provinsi-meningkat
[4]http://www.beritajakarta.com/read/19558/DKI_Didorong_Tingkatkan_Nilai_Akuntabilitas_Kinerja_Instansi
[5] http://jakarta.bps.go.id/Brs/view/id/98
[6] http://jakarta.bps.go.id/Brs/view/id/163
[7]http://nasional.kompas.com/read/2016/08/04/11083771/ahok.yang.pertama.kali.ditegur.di.jokowi.blakblakan.soal.serapan.anggaran.daerah
[8] http://jakarta.bps.go.id/Brs/view/id/169
[9]http://megapolitan.kompas.com/read/2012/09/07/17114647/Fauzi.Bowo.Klaim.Angka.Kemiskinan.Menurun
[10]http://megapolitan.kompas.com/read/2015/03/05/14354331/Selama.2015.Tak.Akan.Ada.Pembangunan.Kampung.Deret.di.Jakarta
[11] http://m.liputan6.com/bisnis/read/2323202/10-kota-termacet-di-Global-jakarta-juaranya
[12] http://www.jawapos.com/read/2016/07/30/42052/target-penumpang-busway-meleset-segini-jumlahnya
[13] http://news.liputan6.com/read/2605306/hujan-deras-kantor-ahok-kebanjiran
[14] http://koran-sindo.com/news.php?r=0&n=23&date=2016-08-24
[15] http://m.tempo.co/read/news/2014/01/15/092544938/6-Proyek–Banjir-Ini-Bisa-Ringankan-Kerja-Jokowi
[16] http://news.metrotvnews.com/metro/nbwd3xDk-pembangunan-sodetan-ciliwung-di-bidara-cina-mangkrak
[17] http://keuda.kemendagri.go.id/transparansikeuangan/pages/8-hasil-verifikasi-b09-tpad-provinsi-tahun-2015
[18] http://www.tribunnews.com/nasional/2015/12/15/jakarta-tak-masuk-10-provinsi-dengan-keterbukaan-informasi-yang-bagus?page=2
[19] http://sp.beritasatu.com/home/foke-terima-penghargaan-dari-pemerintah/25230
[ceramahterbaru.net / pi]

Membandingkan Kinerja Ahok dengan Fauzi Bowo, Siapa Menang? (Bagian 1)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here