Home Doa Islam Manfaat dan Hukum Mencukur Rambut Kemaluan di Islam

Manfaat dan Hukum Mencukur Rambut Kemaluan di Islam

45
0

Website Khsusus Doa – Mencukur rambut atau bulu kemaluan merupakan satu hal sederhana, namun tak banyak dari kita yang mengetahui mengenai manfaat dan hukumnya, bahkan mayoritas dari kita enggan menanyakan, Padahal hal ini ternyata merupakan sunah Rasulullah SAW. Ternyata mencukur bulu kemaluan termasuk fitrah bagus, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah ra:

Fitrah ada 5: khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, potong kuku, dan mencabut bulu kemaluan. (HR. Bukhari 5891 dan Muslim 257).

Islam mengajarkan supaya bulu-bulu Itu dicukur dengan cara rutin, demikian menurut Prof. Abdul Jawwat Khalaf di bukunya yang berjudul Syi’ru wa-ahkamuhu fi al-Fiqh al-Islami. di karenakan hal ini bukan tanpa alasan, di karenakan ternyata ada banyak manfaat dari anjuran Nabi ini, yang paling utama persoalan kebersihan dan kesehatan.

Para ulama sepakat bila mencukur bulu kemaluan Yaitu hukumnya sunah. Namun mereka masih berselisih pandang, apakah lebih dianjurkan dicabut atau dicukur? Menurut mazhab Hanafi sunahnya Yaitu mencabut, sedang mazhab Maliki malah berpandangan sebaliknya bila sunah membersihkan bulu disekitar kemaluan justru bukan di Bubut, namun mencukurnya. Mazhab Syafi’i mempunyai Etos berbeda pula, membedakan antara muslimah yang masih muda atau lajang dan perempuan yang telah lanjut usia. untuk mereka yang masih muda dengan metode mencabut , sedang yang sudah lansia boleh mencukurnya.

di perspektif Mazhab Hambali, sebaiknya membersihkan bulu disekitar area vital ini ialah dengan metode mencukur, dan ini disetujui oleh komite Tetap Kajian dan Fatwa Arab Saudi. Disamping itu Forum ini mengemukakan hikmah dan manfaat dari anjuran mencukur bulu sekitar alat vital ini yakni disamping menjaga kebersihan kulit disekitar area kemaluan, membantu melonjakkan pembuluh darah di Herbi seksual tentu menghindari penyakit karena beberapa bakteri yang tumbuh dan berkembang disekitar bulu-bulu Itu. Dan hendaklah selalu mencukur rutin di rentang waktu 40 hari.

Apakah sunahnya memang diberi rentang waktu selama 40 hari? Bagaimana bila melebihi atau Anemia dari waktu itu? Ternyata memang demikian adanya di karenakan hal ini sudah tertera di hadis Nabi Muhammad SAW:

Riwayat dari Muslim dan Anas bin Malik ra:

Kami diberi waktu di memendekkan kumis, mencukur kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan supaya tak dibiarkan lebih dari empat puluh malam.

Syaukani Menyebut, bila Rasulullah sudah mematok waktu rentang 40 hari untuk waktu terbaik mencukur bulu kemaluan, dan ini berarti tak diperkenankan melebihi dari waktu Itu, namun bila di rentang sebelum waktu 40 hari, kita berniat memotongnya maka diperbolehkan.

Loading...

Manfaat Mencukur Bulu Kemaluan di Islam

Mengapa Rasulullah mematok 40 hari seperti yang di jelaskan dia atas, Hal Itu tentu ada sebab mengapa hitungannya tak diperkenankan melebihi waktu Itu, hal ini dimungkinkan batasan waktu Itu bulu-bulu disekitar area vital telah banyak dan Berawal Dari menganggau aktivitas seksual juga sudah cukup waktu untuk tumbuh kembangnya bakteri yang sangat merugikan kesehatan manusia. Dan bila Manusia mengetahuinya, hendaknya mengikuti sunah Rasulullah Itu, di karenakan hal ini lebih bagus baginya, seperti firman Allah SWT:

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di Hepotenusa Allah maka itu Yaitu lebih bagus baginya di Hepotenusa Tuhannya. (AQ. Al-Hajj: 30).

Mengenai batasan waktunya itu, imam an-Nafrani dari mazhab Maliki di kitabnya yang berjudul al-Fawakih ad-Dawani memaknai bila hal itu Bisa dikatakan cukup fleksibel, tak hanya terpatok wajib 40 hari baru dicukur, namun menurut kebutuhan. Hal ini dikuatkan pula oleh imam al-Iraqi di kitab Tharh at-Tatsrib yang menyatakan tak ada batasannya kapan wajib mencukurnya, bila dinilai sudah cukup panjang, maka segeralah mencukurnya.

Sahabat Global islam, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan pula di pencukuran ini, semisal siapakah yang Bisa menjalankan pencukuran Itu? An nawawi jelaskan bila wajib orang yang bersangkutan, tak boleh dilakukan oleh orang lain kecuali suami sendiri—yang hukumnya pun dianggap makruh.

Mengenai doa sebelum mencukur bulu kemaluan, Tiada doa Eksklusif di muslim akan mencukur bulu kemaluan, hal ini dikarenakan tiada Elaborasi dari keterangan ulama di buku-buku fikih mengenai hal ini, bila tak berdoa-pun tak mengapa. Hanya aja di karenakan seseorang bila akan menjalankan sesuatu yang tujuannya bagus, dan di Mengakses aurat itu Bisa Jadi terlihat oleh jin, maka diharapkan membaca basmallah atau doa masuk kamar mandi seperti yang tertera di hadis berikut: dari Ali bin Abi Thalib ra, Nabi SAW bersabda:

Epilog antara Etos jin dan aurat bani adam Yaitu saat mereka masuk kamar mandi, mengucapkan bismillah. (HR. Turmudzi ).

Teman-teman, dari Elaborasi singkat diatas, maka Berawal Dari dari sekarang mariah kita rajin-rajin merawat dan menjaga bulu atau rambut kemaluan kita. Selain demi kebersihan, ternyata hal ini banyak manfaatnya untuk diri kita serta merupakan Disorientasi satu hal yang dilakukan Nabi. Semoga bermanfaat.

Manfaat dan Hukum Mencukur Rambut Kemaluan di Islam

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here