Home Politics Limbah Domestik Ancam Danau Rawapening

Limbah Domestik Ancam Danau Rawapening

109
0

CeramahTerbaru.net, UNGARAN — Kualitas air danau  Rawapening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tergolong cukup rendah. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya limbah domestik dari berbagai sungai yang masuk (bermuara) di danau alam ini.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan mengungkapkan, tingginya limbah domestik ini berasal dari kegiatan rumah tangga dan intensifikasi perekonomian yang masif di sekitar danau Rawapening.

“Limbah domestik itu berasal dari berbagai kegiatan rumah tangga ataupun intensifikasi perekonomian yang ada di sekeliling danau Rawapening,” katanya, di Ungaran, Kabupaten Semarang, akhir pekan kemarin.

Menurut Raymond, PT Jasa Tirta I selama ini cukup intens menjalankan monitoring terhadap kualitas air danau Rawapening di 14 titik dengan cara periodik dan kesimpulannya, kualitas air danau ini tergolong rendah.

Seandainya mau membenahi kualitas air danau Rawapening, limbah domestik yang masuk melalui sejumlah sungai yang bermuara ke danau ini wajib dikendalikan dengan cara konsisten. Masyarakat di sekeliling danau  Rawapening wajib mempunyai upaya Berdikari atau Bisa juga dibantu oleh pemerintah, supaya mengolah limbah domestik yang dihasilkan dengan bagus.

Seperti diketahui, limbah domestik yang dimaksud banyak dihasilkan dari limbah rumah tangga, industri, area wisata, limbah dari resort bahkan juga dari pemakaian pupuk nonorganik yang cukup Lebih dan sebagainya.

Artinya limbah domestik yang dihasilkan tak dibuang begitu aja ke badan sungai yang mengalir dan bermuara di danau Rawapening,  namun wajib wajib dikelola dengan benar terlebih Dulu dan tak dibuang begitu aja.

Sebab yang dikhawatirkan Genjah atau lambat Danau Rawapening akan mendapatkan eutrofikasi atau  keadaan air danau alam Itu banyak mengandung zat hara (nutrien, nitrogen fosfat, dan berbagai sisa deterjen).

bila danau Rawapening mendapatkan eutrofikasi maka akan Bisa menyebabkan ikan yang ada di dalamnya mati. Makanya jamak ditemukan kasus ikan- ikan mendadak mati di jumlah yang banyak di danau/di waduk.

Loading...

Tak hanya itu, risiko yang paling parah Yaitu ‘kematian’ Daur ekosistemnya. Seandainya itu yang terjadi maka bukan tak mungkin danau Rawapening akan Jadi danau ‘mati’. “Sehingga butuh kearifan dan sikap bersama untuk menjaga kelestarian Rawapening,” katanya.

Di lain pihak, Raymond juga  menyampaikan, di ini, danau Rawapening mempunyai karakter danau alam yang airnya sulit diperbaharui. Pasalnya, sumber airnya terbatas dari cekungan Ambarawa.

Danau Rawapening itu penting, di karenakan sisa tampungan dari danau ini sangat bergantung di luasan rawa yang masih ada. Seandainya elevasi dari rawa diturunkan, tampungan yang ada semakin lama semakin sedikit.

Padahal kondisi rawa mendapatkan sedimentasi, yang cukup tinggi. Elevasi Rawapening penting untuk dipertahankan, di karenakan merupakan sumber air yang mengalir ke sungai Tuntang yang airnya dimanfaatkan oleh berbagai sektor.

Genre Sungai Tuntang yang memanfaatkan banyak, selain PLTA Timo dan PLTA Jelok, juga ada irigasi Glapan yang merupakan irigasi tertua yang ada di Kabupaten Semarang dan dibangun di jaman Belanda tahun 1870-an.

“Jadi irigasi ini memang Jadi sumber pengairan Tanah Fertile sejak jaman Dulu, tak hanya di Kabupaten Semarang namun juga daerah lain di sekitarnya,”  Perkataan Raymond.

 

Limbah Domestik Ancam Danau Rawapening

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here