Home Fiqih Islam Kumpulan Hadits mengenai Hati (Qolbu) Lengkap

Kumpulan Hadits mengenai Hati (Qolbu) Lengkap

54
0

Kali ini akan dishare kumpulan hadits mengenai hati (qolbu) lengkap bahasa arab dan artinya. Hendaknya hadist hadist mengenai hati ini dipelajari dan dipahami supaya kita mengerti bagaimana tutorial menata hati dan membersihkannya dari segala sifat sifat tercela seperti hasud, iri, dengki, riya, Arogan, ujub, kikir dan lain sebagainya.

Selain Bagaikan sumber kebaikan fisik, hati juga Jadi penentu nilai akhir amal. bila hati tak selamat dari kotoran dan penyakit, maka amal shaleh tak akan dicatat Bagaikan kebaikan. Termasuk ke di masalah ini Yaitu niat hati di menjalankan amal. Maka, orang yang hatinya selamat (qalbun salim), dialah yang akan mendapat nilai akhir amal yang bagus, dialah yang akan menghuni surga Allah SWT.

bila kita paham bagaimana tutorial menata hati, maka insyaallah kita akan selamat dan bahagia Global akhirat. Hal ini dikarenakan bila hati bagus, maka baiklah anggota badan yang lain. bila hati rusak, maka rusak pula yang lainnya. Baiknya hati dengan mempunyai rasa takut, rasa cinta di ALLAH SWT dan ikhlas di niat. Rusaknya hati Yaitu di karenakan terjerumus di maksiat, keharaman dan perkara syubhat (yang masih samar hukumnya).

Banyak sekali dalil dalil bagus ayat suci Al-Quran dan hadits mengenai hati seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. di Disorientasi satu ayat Al-Quran, ALLAH SWT berfirman Bagaikan berikut :

(يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89

Artinya : “(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tak bermanfaat, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang Higienis.” (QS. asy-Syu’ara: 88-89).

di ayat lainnya,

Artinya : “Mereka itu Yaitu orang-orang yang dicoba hatinya oleh Allah untuk takwa” (QS.Al-hujurat:3).

Selain ayat diatas, masih banyak dalil hadits Nabi SAW yang Bisa dijadikan pedoman di memahami masalah hati manusia ini. Didalamnya dijelaskan banyak hal seperti mengatasi hati yang keras dan mati, tutorial membersihkan penyakit hati dari berbagai kotoran dan sifat yang jelek, setelah itu bagaimana supaya hati yang gelisah Jadi tenang dan banyak lagi.

Adapun diantara yang menyebabkan matinya hati itu Yaitu di karenakan tiga perkara Yaitu Hubbul Global (cinta Global), Lalai daripada zikirullah (mengingati ALLAH SWT) serta banyak makan dan menjatuhkan anggota badan kepada maksiat kepada ALLAH SWT.

Kumpulan Hadits Tentang Hati (Qolbu) Lengkap

.
Padahal diantara yang menyebabkan hidupnya hati antara lain Yaitu zuhud dengan Global, zikrullah (berdzikir kepada ALLAH SWT) serta Bergaul atau berkawan dengan aulia ALLAH SWT dan orang orang sholeh.

Dan untuk lebih jelasnya, simak berikut ini daftar kumpulan hadits mengenai hati lengkap di tulisan arab dan terjemahan bahasa Indonesianya.

Loading...

Kumpulan Hadits mengenai Hati Lengkap Bahasa Arab dan Artinya

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwasanya ia Sempat mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari demikian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” Seusai itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa; “Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tho’atik” [Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu] (HR. Muslim no. 2654).
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah, sesungguhnya di di tubuh manusia terdapat segumpal daging. bila ia bagus, seluruh tubuh bagus. bila ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati..” (HR. Muslim).
Doa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam yang sering beliau ucapkan Yaitu,
اَللَّهُمَّ مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ
“Ya Allah, Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku ini di agama-Mu”
Dan di antara doa beliau juga Yaitu,
وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا
“Aku memohon kepada-Mu hati yang Higienis.” (Diriwayatkan oleh Ahmad [4/123, 125]; At- Tirmidzi, nomor 3407 dan An-Nasa’i, nomor 1305)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَشَارَ بِأَصْبَعِهِ إِلَى صَدْرِهِ
Artinya:“Sesungguhnya Allah tak melihat kepada jasad atau bentuk kita, akan akan tetapi Dia melihat kepada hati kita”, beliau menunjuk ke dadanya dengan telunjuknya.” (Muslim, no. 2564)
Imam Ahmad, telah meriwayatkan suatu hadits yang bersumber dari Anas radhiyallahu ‘anhu. Ia bertutur, “Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,
لاَ يَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ
“Iman seseorang tak akan lurus (benar) sebelum hatinya lurus.” (Al-Musnad, hadits no.13079)
لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلاَبًا مِنَ الْقَدَرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْيًا
“Sungguh hati manusia itu lebih Genjah bolak-baliknya daripada periuk saat sedang sangat mendidih” (H.R. Ahmad).
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“bila seorang hamba berbuat suatu dosa, maka akan ditorehkan suatu noktah hitam di di hatinya. Tapi bila ia meninggalkannya dan beristigfar niscaya hatinya akan dibersihkan dari noktah hitam itu. Sebaliknya bila ia terus berbuat dosa, noktah-noktah hitam akan terus bertambah hingga menutup hatinya. Itulah dinding Epilog yang Allah sebutkan di ayat, ‘Sekali-kali tak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu menutup hati mereka.’ (QS.al-Muthaffifin: 14).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَ رِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu ‘anhu, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tak melihat kepada tubuh kalian dan tak pula kepada rupa kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” (Diriwalatkan Muslim)
إِنَّ هذَهِ الْقُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ قِيْلَ فَمَا جَلاَؤُهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ تِلاَوَةُ الْقُرْآنِ
“Sesungguhnya hati ini berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Ditanyakan, ‘Apa pembersihnya wahai Rasulallah?’ Rasul menjawab, ‘Membaca al-Quran’.” (H.R. al-Qadlā’iy).
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kita kepada Allah, iringilah keburukan dengan kebaikan dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang bagus!” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi).
إِنَّ الْقُلُوبَ بِيَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُقَلِّبُهَا
“Sesungguhnya hati berada di tangan Allah ‘azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya.” (HR. Ahmad 3: 257)
Selanjutnya Anas berkata, “Maka Abdullah menceritakan bahwa selama 3 hari bersama pemuda Itu, dia tak melihatnya menjalankan qiyamul lail (shalat malam) sedikitpun. Yang dia lakukan hanyalah bertakbir dan berzikir setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas tempat tidurnya hingga dia bangun untuk shalat shubuh. Selain itu, Abdullah berkata, ‘Hanya aja, aku tak Sempat mendengarnya berbicara kecuali yang bagus-bagus. Seusai 3 hari berlalu dan hampir aja aku meremehkan amalannya, aku berkata kepadanya, ‘Wahai hamba Allah, sebenarnya tak Sempat ada pertengkaran antara aku dengan bapakku, dan tak pula aku menjauhinya. Sebenarnya, aku hanya mendengar Rasulullah berkata mengenai engkau tiga kali, ‘Akan muncul di hadapan kalian di ini seorang laki-laki calon penghuni surga.’ Dan ternyata engkaulah yang muncul sebanyak 3 kali itu. di karenakan itu, aku Jadi ingin tinggal bersamamu supaya aku Bisa melihat apa yang engkau lakukan untuk setelah itu aku tiru. Akan akan tetapi, aku tak melihat engkau menjalankan amalan yang besar. Lantas, amalan apa sebenarnya yang Bisa menyampaikan engkau kepada kedudukan sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah?’ Orang Itu berkata, ‘Aku tak menjalankan kecuali apa yang kita lihat.’ Maka saat aku telah berpaling (pergi), dia memanggilku dan berkata, ‘Sebenarnyalah aku memang tak menjalankan apa-apa selain yang engkau lihat. Hanya aja, selama ini aku tak Sempat merasa dongkol dan dendam kepada seorang pun dari kaum muslimin, serta tak Sempat menyimpan rasa hasad terhadap seorang pun terhadap kebaikan yang telah Allah berikan kepadanya.’ Maka Abdullah berkata, ‘Inilah amalan yang membuatmu hingga di derajat tinggi, dan inilah yang tak mampu kami lakukan.’” (HR. Ahmad)
“Ya Rasulullah! siapakah orang yang terbaik itu? maka beliau menjawab : Yaitu orang mukmin yang Higienis hatinya, maka ditanyakan lagi : apakah artinya orang yang Higienis hatinya itu wahai Rasulullah? beliau lalu menjawab : ialah orang yang takwa, Higienis tak ada kepalsuan padanya, tak ada kedurhakaan, pengkhianatan, dendam dan kedengkian”. (HR. Ibnu Majah)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, beliau berkata, “Suatu saat kami duduk-duduk bersama Rasulullah. Tiba-tiba beliau berkata, ‘Akan lewat di hadapan kalian di ini seorang calon penghuni surga.’ Lalu lewatlah seorang pemuda Anshar di keadaan dari jenggotnya menetes sisa-sisa air wudhu dan tangan kirinya menenteng sandal. di keesokan harinya, Rasulullah bersabda lagi persis sebagaimana sabdanya kemarin, lalu lewatlah pemuda Itu dengan keadaan persis dengan keadaannya yang kemarin. Dan di hari yang ketiga Rasulullah mengulang lagi sabdanya seperti sabdanya yang pertama dan pemuda itu pun muncul lagi dengan keadaan seperti keadaannya yang pertama. Maka, saat Rasulullah beranjak pergi, Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Genjah mengikuti pemuda Itu (ke rumahnya), lalu berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya antara aku dan bapakku telah terjadi perselisihan, maka aku bersumpah tak akan masuk ke rumahnya selama 3 hari. bila engkau tak keberatan, aku ingin menumpang padamu selama 3 hari Itu.’ Pemuda Itu berkata, ‘Ya, tak apa-apa.’”
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Sempat ditanya: ‘Siapakah orang yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Setiap orang yang Higienis hatinya dan benar ucapannya.’ Para sahabat berkata, ‘Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang Higienis hatinya?’ Rasulullah menjawab, ‘Dia Yaitu orang yang bertakwa (takut) kepada Allah, yang suci hatinya, tak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya, serta tak ada pula dendam dan hasad.’ (Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, dikeluarkan oleh Ibnu Majah no.4216 dan Ath-Thabrani)
”Hati orang mukmin itu Higienis di dalamnya ada lampu yang bersinar dan hati orang kafir itu hitam dan terbalik ”(HR. Ahmad & Thabrani).
“Sesiapa yang menjalankan satu dosa, maka akan tumbuh di hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya. bila dia tak bertaubat maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya Jadi hitam.”(Hadis riwayat Ibn Majah)
Demikianlah dafta kumpulan hadits mengenai hati (qolbu) lengkap bahasa arab dan artinya. Semoga semua dalil hadist Nabi Muhammad SAW diatas bermanfaat dan menjadikan kita lebih Bisa menata hati kita supaya selalu Higienis dan terbebas dari segala kotoran/penyakit hati. Wallahu a’lam.




Kumpulan Hadits mengenai Hati (Qolbu) Lengkap

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here