Home Fiqih Islam Kumpulan Hadist Nabi mengenai Keutamaan Sedekah

Kumpulan Hadist Nabi mengenai Keutamaan Sedekah

40
0

Fiqih Islam – Sedekah/shodaqoh Yaitu amal perbuatan bagus yang diajarkan oleh islam. sedekah sendiri bermacam macam bentuknya, Berawal Dari dari berupa pemberian harta benda kepada muslim lainnya hingga senyum kepada sesama muslim pun dianggap sedekah. anjuran bersedekah sendiri sudah banyak tertuang dalil dalil di ayat Al-Quran dan hadist hadist Nabi Muhammad SAW dimana kita selalu dianjurkan untuk selalu bersedekah di keadaan apapun.

bila kita bicara manfaat dan faedahnya, maka keutamaan bersedekah sangat besar dan tak terhitung lagi keuntungannya untuk kita. meski kita mengeluarkan sesuatu untuk diberikan kepada orang lain, namun hakikatnya apa yang kita Bisa dari sedekah kita berlipat lipat dari yang kita keluarkan dan berikan. bahkan dikatakan bahwa sedekah tak mengurangi sedikitpun apa yang kita punya. yang ada malah menambah kepunyaan kita. hanya aja satu hal yang mesti diperhatikan Yaitu supaya kita selalu ikhlas semata mata hanya di karenakan ALLAH SWT di mengeluarkan sedekah.

bila kalian mengetahui dan benar benar meyakini hikmah dan fadilah dibalik sedekah yang kita keluarkan di jalan ALLAH SWT, maka sudah seharusnya untuk kita kaum muslimin untuk senantiasa berlomba lomba di bersedekah. ini dikarenakan tak ada kerugian sedikitpun untuk orang yang bersedekah, melainkan keuntungan Global dan akhirat yang didapat.

Baca Juga : Surat Al Bayyinah

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai hal hal yang berkaitan dengan sedekah seperti pahala/ganjaran dan keutamannya serta untuk memotivasi kita supaya selalu bersedekah. maka kami rangkum dibawah ini daftar kumpulan hadits Rasulullah SAW mengenai sedekah lengkap  . . .

Kumpulan Hadist Nabi mengenai Keutamaan Sedekah

Kumpulan Hadist Nabi mengenai Keutamaan Sedekah :

Dari Uqbah bin Harits r.a., ia berkata, “Saya Sempat shalat Ashar di belakang Nabi saw., di Madinah Munawwarah. Seusai salam, beliau berdiri dan berjalan dengan Genjah melewati bahu orang-orang, setelah itu beliau masuk ke kamar Disorientasi seorang istri beliau, sehingga orang-orang terkejut melihat perilaku beliau saw. saat Rasulullah saw. keluar, beliau merasakan bahwa orang-orang merasa heran atas perilakunya, lalu beliau bersabda, ‘Aku teringat sekeping emas yang tertinggal di rumahku. Aku tak suka Seandainya ajalku tiba nanti, emas Itu masih ada padaku sehingga Jadi penghalang bagiku saat aku ditanya di hari Hisab nanti. Oleh di karenakan itu, aku memerintahkan supaya emas itu Genjah Dikotomi-bagikan.” (HR.Bukhari).

Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang mempunyai baju besi, yang apabila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. hingga-hingga ujung jarinya tak terlihat dan baju besinya tak meninggalkan bekas di kulitnya. Padahal orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tak Bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, Yaitu merahasiakan masalah, merahasiakan musibah dan merahasiakan shodaqah (yang kita keluarkan).”(HR. Ath-Thabrani)

Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)

Yang Bisa menolak takdir ialah doa dan yang Bisa memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)

Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal Yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (bagus laki-laki ataupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)

Rasulullah (S.A.W.) Sempat bersabda, “Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham”. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi (S.A.W.) menjawab, “Seorang mempunyai (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersedekah dengannya, dan seorang lagi mempunyai harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disedekahkannya. (HR. An-Nasaa’i)

Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan di maut (Sakratulmaut).

Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan Jadi sedekah.”( HR. Ibnu Majah )

tak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, sala satunya berkata: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq. Padahal (malaikat) yang lainnya berkata: “Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya).” (H.R. Bukhari – Muslim)

tak boleh hasad/iri kecuali di dua orang: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudia ia belanjakan di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia mengamalkannya dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 73, Muslim 816)

Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di di hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku membagikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

Orang yang mengusahakan dukungan (pertolongan) untuk janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tak Sempat berbuka. (HR. Bukhari

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sedekah itu tak akan mengurangi harta. Allah swt. akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang pemaaf. Dan untuk hamba yang tawadhu’ di karenakan Allah swt., Allah swt. akan mengangkat (derajatnya). (HR. Muslim)

Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

Barangsiapa yang menginfaqkan kelebihan hartanya di jalan Allah SWT maka Allah akan melipatgandakan dengan tujuh ratus (kali lipat). Dan barangsiapa yang berinfaq untuk dirinya dan keluarganya, atau menjenguk orang sakit, atau menyingkirkan duri, maka mendapatkan kebbaikan dan kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Puasa itu tameng selama ia tak merusaknya. Dan barangsiapa yang Allah uji dengan satu ujian di fisiknya, maka itu akan Jadi penggugur (dosa-dosanya).”( HR. Ahmad )

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “di kita bersodaqoh hendaklah kita sehat dan di kondisi pelit (mengekang) dan di kita takut melarat akan tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kita berkata untuk Fulan demikian dan untuk Fulan demikian.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Umamah r.a., Nabi saw. bersabda, “Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih bagus bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang Jadi tanggung jawabmu.” (HR. Muslim)
Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

Loading...

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)

“di tiap hari di kala matahari terbit, tiap Heroisme diwajibkan bersedekah.”Bertanya Abu Dzar: “Bagaimana kami bersedekah sedang kami tak mempunyai harta?” Rasulullah menjawab: “Di antara pintu-pintu sedekah, ialah bertakbir, bertasbih, bertahmid, bertasyahud, beristighfar, beramal ma’ruf bernahi mungkar, menyingkirkan rintangan-rintangan di jalan yang dilalui orangseperti duri, tulang dan batu dan menuntun orang buta, memberi pengertian kepada orang yang tuli dan bisu hingga mengerti, memberi petunjuk kepada orang yang Menelusuri sesuatu yang engkau tahu tempatnya, mendatangi orang yang mminta tolong yang susah, payah dan lemah dengan menyingsing baju dan betis, semuanya itu Yaitu merupakan sedekah untuk dirimu.”

Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya Bala.(HR. Ath-Thabrani)

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah (S.A.W.), “Sedekah yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi (S.A.W.) menjawab, “di kita bersedekah hendaklah kita sehat dan di kondisi pelit (mengekang) dan di kita takut melarat akan tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga ruhmu di tenggorokan baru kita berkata untuk Fulan demikian dan untuk Fulan demikian.” (HR. Bukhari)
Tiada seorang bersodaqoh dengan bagus kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)

Senyum kalian untuk saudaranya Yaitu sedekah, beramar ma’ruf dan nahi munkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan untuk seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR. Tirmizi dan Abu Dzar)

“tak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan bagus), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma Itu akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga Jadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kita memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin besar).” ( HR. Muslim )

Ada tiga perkara yang saya bersumpah atasnya dan saya memberitahukan kepadamu semua akan suatu Hadits, maka peliharalah itu: Tidaklah harta seseorang itu akan Jadi berkurang sebab disedekahkan, tidaklah seseorang hamba dianiaya dengan suatu penganiayaan dan ia bersabar di menderitanya, melainkan Allah menambahkan kemuliaan padanya, juga tidaklah seseorang hamba itu Mengakses pintu permintaan, melainkan Allah Mengakses untuknya pintu kemiskinan,” (H.R. Tirmidzi, dari Abu Kabsyah, Yaitu Umar bin Sa’ad al-Anmari r.a.)

Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) Yaitu sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)

Naungan untuk seorang mukmin di hari kiamat Yaitu sodaqohnya. (HR. Ahmad)

Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana Seandainya dia tak mempunyai sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan untuk dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana Seandainya dia tak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana Seandainya dia tak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana Seandainya dia tak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa yang kita nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap Boga ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)

Ada satu kisah di Masa Nabi (S.A.W.) yang mana seseorang yang banyak hutang berdiam di masjid di di orang-orang bekerja. saat ditanya oleh Nabi (S.A.W.), orang Itu menjawab bahwa ia sedang banyak hutang. Yang menarik Yaitu Nabi (S.A.W.) mengajarkan beliau suatu doa, yang mana doa Itu tak Menyebut Serupa sekali “Bukakanlah pintu rezeki” atau “Perbanyaklah rezeki saya sehingga Bisa membayar hutang”. akan tetapi doa yang diajarkan oleh Nabi (S.A.W.) Yaitu meminta perlindungan dari rasa malas dan bakhil (pelit). Hadits-hadits di atas jelaskan mengenai doa ini, bahwa ke-tak-pelitan seseorang untuk bersedekah Mengakses pintu rezeki orang Itu.
Doa Itu Yaitu: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu daripada kegundahan dan kesedihan, daripada kelemahan dan kemalasan, daripada sifat pengecut dan bakhil (pelit), daripada kesempitan hutang dan penindasan orang.”

Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang mempunyai (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi mempunyai harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)

Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)

“Hendaklah tiap muslim bersedekah, bertanya para sahabat: “Hai Nabi Allah, bila tak ada yang disedekahkan?” Bersabda Rasulullah saw.: “Bekkerja dengan tangannya memanfaatkan dirinya dan bersedekah.” “bila tak Bisa?” bertanya lagi para sahabat. “Menolong orang yang berkebutuhan yang sedang payah,” jawab Rasulullah.. “bila tak Bisa?, tanya lagi parasahabat, yang dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya: “Hendaklah beramal kebajikan, menahan diri dari perbuatan yang buruk dan itulah sudah merupakan sedekah.”

Sedekah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan di maut (Sakratulmaut), dan melauinya (sedekah) Allah menghilangkan perasaan Arogan dan egois
Barangsiapa diberi Allah harta dan tak menunaikan zakatnya kelak di hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.” setelah itu nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu bagus untuk mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk untuk mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Bukhari)

Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)

demikian mengenai kumpulan hadist mengenai sedekah. Seusai mengetahui bagaimana hebatnya keajaiban sedekat melalui hadist hadits Nabi diatas, semoga Bisa membuat kita ringan di mengeluarkan harta kita untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. di karenakan balasan pahala dari ALLAH SWT jelasnya tak mampu kita hitung hitung lagi. wallau a’lam.

Kumpulan Hadist Nabi mengenai Keutamaan Sedekah

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here