Home Fiqih Islam Kumpulan Hadist Nabi mengenai Ikhlas

Kumpulan Hadist Nabi mengenai Ikhlas

43
0

Fiqih Islam – di beramal kita dituntut untuk selalu menjaga amal Itu dan senantiasa selalu melakukannya dengan ikhlas. ikhlas sendiri wajib menyertai semua sikap dan amal perbuatan kita supaya apa yang kita kerjakan sempurna disisi ALLAH SWT dan tak sia sia belaka. dengan selalu meniatkan apa yang kita kerjakan semata mata hanya untuk mendapatkan ridho ALLAH SWT, maka insyaallah amal kita akan diterima olehnya.

Bahkan dikatakan bahwa amal yang tak disertai dengan keikhlasan atau dikerjakan bukan di karenakan ALLAH SWT, maka semua hanya sia sia belaka. maka dari itu Berawal Dari dari sekarang kita wajib selalu melatih diri sendiri untuk Berguru ikhlas di menjalankan sesuatu, ikhlas di beribadah kepada ALLAH SWT, ikhlas di mendapatkan masalah dan ikhlas di setiap keadaan supaya Hayati kita berkah dan bahagia tak hanya di Global, namun di akhirat nanti.

Pentingnya perkara tulus ihklas ini telah berkali kali disinggung di Al-Qran dan hadist Nabi SAW, menunjukkan betapa penting kedudukan sifat ikhlas ini. di karenakan berbahaya bila kita mengerjakan kebaikan bukan di karenakan ALLAH SWT, namun di karenakan ingin dipuji dan dilihat manusia lain. ini jelas merugikan diri kita sendiri. bukan pahala yang didapat, tapi malah dosa riya’. masuknya sifat riya, ujub dan bangga diri Bisa masuk kedalam hati siapa aja dengan sangat halus dan kita bahkan tak merasakannya. para ulama terdahulu bahkan berjuang sekuat tenaga untuk meraih keikhlasan dengan cara sempurna supaya ibadah mereka benar benar semata mata hanya di karenakan ALLAH SWT.

Baca Juga : Hadist mengenai Sedekah

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai ihklas. berikut ini kami rangkum daftar kumpulan hadits hadist Nabi Muhammad SAW mengenai ikhlas di teks/tulisan arab dan latin lengkap beserta arti/terjemahannya di bahasa indonesia . . .

Kumpulan Hadist Nabi mengenai Ikhlas

Kumpulan Hadist Nabi mengenai Ikhlas :

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ – وَفِي رِوَايَةٍ : بِالنِّيَّةِ – وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ . 

Terjemah Dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah saw bersabda; Amal itu hanyalah dengan niat, dan untuk setiap orang (balasan) sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada Allah dan RasulNya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada (keuntungan) Global yang akan diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada apa yang ia hijrah kepadanya.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW Sempat bersabda,

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ. مسلم

“Sesungguhnya Allah tak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tak pula menilai kebagusan wajahmu, akan tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]

Barangsiapa memberi di karenakan Allah, menolak di karenakan Allah, mencintai di karenakan Allah, membenci di karenakan Allah, dan menikah di karenakan Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)

Loading...

Barangsiapa memurkakan (membuat marah) Allah untuk meraih keridhaan manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya Jadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridhokan Allah (meskipun) di kemurkaan manusia maka Allah akan meridhoinya dan meridhokan kepadanya orang yang Sempat memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya di pandanganNya. (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku kelak di hari kiamat Yaitu orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlas dari di hati atau dirinya.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al Hakim)

Maukah kukabarkan kepada kalian mengenai sesuatu yang lebih aku takutkan menyerang kalian daripada al-Masih ad-Dajjal?”. Para sahabat menjawab, “Mau ya Rasulullah.” Beliau berkata, “Yaitu syirik yang samar. Tatkala seorang berdiri menunaikan sholat lantas membagus-baguskan sholatnya di karenakan merasa dirinya diperhatikan oleh orang lain.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, al-Bushiri berkata sanadnya hasan)

Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, seseorang menjalankan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan apabila diketahui orang dia juga menyukainya (merasa suka).” Rasulullah Saw berkata, “Baginya dua pahala Yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan.” (HR. Tirmidzi)

Agama ialah keikhlasan (kesetiaan atau loyalitas). Kami lalu bertanya, “Loyalitas kepada siapa, ya Rasulullah?” Rasulullah Saw menjawab, “Kepada Allah, kepada kitabNya (Al Qur’an), kepada rasulNya, kepada penguasa muslimin dan kepada rakyat awam.” (HR. Muslim)

Nabi s.a.w. telah bersabda: “Yang sangat aku takuti atas kita Yaitu syirik kecil”. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah apakah syirik kecil itu.” Jawab baginda: “Riya’. di hari pembalasan kelak Allah berkata kepada mereka; pergi lah kita kepada orang-orang yang Dulu kita beramal kerana mereka di Global, lihatlah disana Seandainya-Seandainya kita mendapat kebaikkan dari mereka.”

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w bersabda:
Ada kalanya orang yang berpuasa tak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga, dan ada kalanya orang yang bangun malam tak mendapar apa-apa dari ibadatnya kecuali mengantuk, yakni tak mendapat pahala dari amalnya.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila hari Khiamat maka Allah akan menghukum diantara para makhluk dan semua umat bertekuk lutut.
Yang pertama akan dipanggil ialah orang yang pandai alQur’an, orang yang mati fisabilillah dan orang kaya.

Maka Allah bertanya kepada orang yang pandai AlQur’an: tak kah Aku telah mengajarkan kepada mu atas apa yang Aku turunkan kepada utusanku.
Jawab orang itu: Benar Tuhan ku.
Firman Allah: Lalu apakah yang telah kita lakukan atas apa yang kita ketahui itu.
Jawabnya: Aku telah mempelajarinya di waktu malam dan mengamalkannya di waktu siang.
Firman Allah: Dusta kau.
Malaikat juga berkata: Dusta kau, sebenarnya engkau hanya ingin di gelar qari dan ahli di AlQur’an, dan sudah disebut sedemikian itu.

Lalu dipanggil orang kaya dan ditanya: Apa yang engkau telah perbuatkan terhadap harta yang telah Aku kurniakan itu?
Jawabnya: Aku telah mengunakannya untuk membantu sanak saudara dan bersedekah.
Firman Allah: Dusta kau
Para Malaikat juga berkata: Dusta kau, kau berbuat begitu hanya ingin disebut Bagaikan dermawan, dan sudah terkenal demikina itu.

Lalu dihadapkan orang yang mati syahid berjihad fisabilillah, ditanya: Kenapa kita terbunuh?
Jawabnya: Aku telah berperang untuk menegakkan agama Mu sehingga aku terbunuh.
Allah berfirman: Dusta engkau.
Malaikat juga berkata: Dusta engkau, engkau hanya ingin disebut pahlawan yang gagah berani dan sudah disebut demikian itu.

setelah itu Nabi s.a.w memukul paha ku sambil bersabda: HaiAbu Hurairah, ketiga-tiga orang itu lah yang pertama di bakar didalam api neraka di hari khiamat.

—-

Dari Umamah ra, dia berkata : “seseorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw, dan bertanya : “bagaimana pendapat Tuan akan seorang laki-laki yang tampil ke medan laga, untuk berperang dengan tujuan Menelusuri upah dan nama…? apa yang ia Bisa…? Rasulullah saw menjawab : “ia tak memperoleh apa-apa.” Laki-laki itu bertanya hingga tiga kali, Rasul saw tetap menjawab : “ia tak memperoleh apa-apa”.
setelah itu beliau bersabda :
“Allah ‘Azza wa Jalla tak menerima suatu amalan kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas demi Menelusuri keridhaan-Nya semata” (HR. Abu Daud & Nasa’i)

demikian mengenai hadist mengenai ikhlas. semoga kumpulan hadits diatas Bisa menjadikan kita seorang muslim yang mempunyai sifat ikhlas dan meniatkan segala amal sholeh kita hanya untuk ALLAH SWT. cukuplah dengan riho dan pujian dari ALLAH SWT. wallahu a’lam.

Kumpulan Hadist Nabi mengenai Ikhlas

Facebook Comments
Loading...

Incoming search terms:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here