Home Doa Islam Kriteria Calon Istri dan Suami Yang bagus Menurut Islam

Kriteria Calon Istri dan Suami Yang bagus Menurut Islam

134
0

Website Eksklusif Doa – Memilih calon istri atau calon suami tidaklah mudah untuk seorang muslim ataupun muslimah. Memilih calon pasangan Hayati membutuhkan waktu. di karenakan kriteria memilih wajib sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat. Wanita yang akan Jadi istri atau ratu di rumah tangga dan Jadi ibu atau pendidik untuk anak-anaknya. Padahal pria akan Jadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab di menghidupi (memberi nafkah) untuk anak istrinya.

Oleh di karenakan itu, janganlah hingga menyesal terhadap pasangan Hayati pilihan kita Seusai berumah tangga kelak. Lantas bagaimanakah supaya kita sukses di memilih pasangan Hayati untuk pendamping kita selama-lamanya? Adakah kriteria-kriteria Eksklusif yang disyariatkan oleh Islam di memilih calon istri atau suami?
(Pelajari juga: Doa Enteng Jodoh supaya Genjah Bisa Jodoh dan Menikah Lengkap
Berikut Yaitu beberapa kriteria Menelusuri jodoh atau Menelusuri calon istri ataupun calon suami yang patut teman-teman perhatikan, sebagaimana kami lansir dari laman duniajilbab.co.id

4 Kriteria Memilih Calon Istri Menurut Islam

di memilih calon istri, Islam telah membagikan beberapa petunjuk, di antaranya :

  • Hendaknya calon istri mempunyai dasar pendidikan agama dan berakhlak bagus
    di karenakan wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya Bagaikan istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
    Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda:

    “Perempuan itu dinikahi di karenakan empat perkara, di karenakan hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan di karenakan agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kita bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi).

    di hadits di atas Bisa kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan di Hepotenusa agamanya di memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

    Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    وَلا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ

    Artinya :
    “Dan janganlah kita nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih bagus dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221).

    Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman :

    الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

    Artinya :
    “Wanita-wanita yang keji Yaitu untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji Yaitu buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang bagus Yaitu untuk laki-laki yang bagus, dan laki-laki yang bagus Yaitu untuk wanita-wanita yang bagus (pula) … .” (QS. An Nur : 26)

    Seorang wanita yang mempunyai ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu Itu supaya Jadi wanita yang shalihah dan taat di Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :

    “Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh di karenakan itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

    Sedang wanita shalihah untuk seorang laki-laki Yaitu sebaik-bagus perhiasan Global.

    “Global Yaitu perhiasan, dan sebaik-bagus perhiasan Global Yaitu wanita shalihah.” (HR. Muslim).

  • Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.
    Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Sempat bersabda :

    Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

    Al Waduud berarti yang penyayang atau Bisa juga berarti penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya.
    Sedang Al Mar’atul Waluud Yaitu perempuan yang banyak melahirkan anak. di memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang wajib diketahui :
    1). Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan.
    Untuk mengetahui hal itu Bisa meminta dukungan kepada para spesialis. Oleh di karenakan itu, seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang bagus dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping Bisa memikul beban rumah tangga juga Bisa menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas Bagaikan istri dengan cara sempurna.

    2). Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah.
    Sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.

    3). Fertile (mampu menghasilkan keturunan).
    Penegasan poin (1): Di antara hikmah dari pernikahan Yaitu untuk meneruskan keturunan dan memperbanyak jumlah kaum muslimin dan memperkuat izzah (kemuliaan) kaum muslimin. di karenakan dari pernikahan diharapkan lahirlah anak-anak kaum muslimin yang nantinya Jadi orang-orang yang shalih yang mendakwahkan Islam. Oleh di karenakan itulah, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih calon istri yang Fertile,

    تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم

    Artinya :
    “Nikahilah wanita yang penyayang dan Fertile! di karenakan aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani di Misykatul Mashabih)

    di karenakan alasan ini juga sebagian fuqoha (para Ahli fiqih) berpendapat bolehnya fas-khu an nikah (membatalkan pernikahan) di karenakan diketahui suami mempunyai impotensi yang parah. As Sa’di berkata: “bila seorang istri Seusai pernikahan mendapati suaminya ternyata impoten, maka diberi waktu selama 1 tahun, bila masih di keadaan demikian, maka pernikahan dibatalkan (oleh penguasa)” (Lihat Manhajus Salikin, Bab ‘Uyub fin Nikah hal. 202).

  • Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis (perawan), terutama untuk pemuda yang belum Sempat nikah.
    Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah dengan cara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat Itu Yaitu memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke di berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. di waktu yang bersamaan juga akan mengeratkan tali cinta Afeksi suami istri.

    Sebab gadis itu akan membagikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya di karenakan adanya Disparitas yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua.

    Loading...

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam jelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :

    Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka setelah itu saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kita sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kita tak menikahi gadis perawan, kita Bisa bermain dengannya dan dia Bisa bermain denganmu.”

  • Mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan kekerabatan.
    Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat dengan cara hereditas. Sehingga anak tak tumbuh besar di keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya.

    selain itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.

2 Kriteria Memilih Calon Suami Menurut Islam

  • Islam
    Ini Yaitu kriteria yang sangat penting untuk seorang Muslimah di memilih calon suami, sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat Global dan akhirat kelak. Wanita juga cenderung mengikuti agama suami, namun tak berlaku sebaliknya. Oleh di karenakan itu, kriteria suami yang Islam Yaitu Absolut.
    (Pelajari juga: Adab dan Batasan Laki-laki Melihat Calon Istri

    Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

    وَلا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

    Artinya :
    “Dan janganlah kita menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih bagus dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)

  • Berilmu dan bagus Akhlaknya.
    Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran supaya memilih akhlak yang bagus, shalih, dan taat beragama.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

    “Apabila kita sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kita ridhai maka kawinkanlah ia. bila kita sekalian tak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)

    Islam mempunyai pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya di dasar takwa dan akhlak serta tak menjadikan kemiskinan Bagaikan celaan dan tak menjadikan Harta Bagaikan pujian.
    Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

    وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya :
    “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kita dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. bila mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32).

    Laki-laki yang memilki keistimewaan Yaitu laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah mengenai bagaimana memperlakukan istri, berbuat bagus kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan Bisa menjalankan kewajibannya dengan cara sempurna di di membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya Bagaikan suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.

    bila dia merasa ada kekurangan di diri si istri yang dia tak sukai, maka dia Genjah mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Yaitu :

    Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) di Mukminat (perempuan) bila ia tak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim).

    Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah Sempat berkata di seorang laki-laki :

    “Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab bila laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan bila tak menyukainya maka dia tak akan mendzaliminya.”

    Untuk Bisa mengetahui agama dan akhlak calon suami, Disorientasi satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan tips bertanya kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya.

Demikianlah ajaran Islam di memilih calon pasangan Hayati, Betapa sempurnanya Islam di menuntun umat-Nya, di setiap langkah amalannya. Dengan tuntunan yang penuh kebaikan, bertujuan supaya kita selamat di kehidupan Global dan akhirat.

Semoga sedikit artikel ini Bisa bermanfaat untuk teman-teman semua, minimal Bisa Bagaikan acuan untuk teman-teman yang kebetulan sedang bingung bagaimana tips memilih kriteria calon pasangan di Etos islam.

Kriteria Calon Istri dan Suami Yang bagus Menurut Islam

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here