Home Berita Islam Terbaru Kisah Mengharukan Pensiunan Dokter Asal Pekanbaru Ini Empati Aksi Bela Islam

Kisah Mengharukan Pensiunan Dokter Asal Pekanbaru Ini Empati Aksi Bela Islam

118
0
Kisah Mengharukan Pensiunan Dokter Asal Pekanbaru Ini Empati Aksi Bela Islam
Berita Islam 24H – “Demo? Serius, Pa?”, Impulsif saya mempertanyakan keseriusan ayah saya – yang tak muda lagi, bahkan sudah lama pensiun.
To be honest, setersinggung dan terusiknya keimanan saya, yang masih Berguru Islam, saya hanyalah warga jakarta kebanyakan yang (sok) sibuk, berkutat dengan pekerjaan dan kemacetan parah yang tak ada habisnya… (Ini Jakarta, bung!).
Finally, saya putuskan untuk Empati demo (there’s always a first time for everything, right?) dengan agenda suci: mengawal ayah saya yang mengawal fatwa MUI mengenai penistaan agama.
Dan dini hari itu saya meluncur ke rumah sakit, hendak memasang akses sentral pasien anak yang dilaporkan muntah hijau dan perut distensi. “Wah, gawat nih, Sempat nggak ke bandara menjemput ortu…” benak saya. (ya, ortu Eksklusif naik penerbangan pertama pku-jkt di hari bersejarah kemarin.
How cool will be that will?). Tiba di icu, pasien tampak tenang. Saya cek perutnya, lemas dan tak kembung. Selang lambung jernih. “Ya dok, semalam ada kentut dan pup. Muntah hijau sudah tak ada…”
Alhamdulillah, Allah bantu dan beri jalan…
Di bandara, hati saya berdesir, melihat banyak rombongan berpakaian putih-putih baru tiba, tanpa ada yang mengkoordinir.
di saya dan ortu hendak naik mobil. Ada seorang bapak setengah baya yang kebingungan, tertinggal dari rombongannya.
“Saya baru tiba dari Makassar, ini mau cari damri untuk ke Istiqlal”, ujar si bapak dengan logat yang kental.
Impulsif kami menawarkan tumpangan di mobil kami. Sedikit berdesakan, tapi ada perasaan hangat menyelinap di dada. Ukhuwah ini, Islamic brotherhood, kita Yaitu bersaudara…
Perjalanan lancar ke Istiqlal, sepanjang jalan kami melihat mobil2 membawa Boga dan minuman gratis untuk para pendemo… Spontanitas yang menyentuh. Mobil kami Sempat distop pak polisi.
“Arah Gambir macet parah, pak”. Demi melihat kami yang berpakaian putih, bahkan ayah siap dengan ikat kepalanya, pak polisi mempersilahkan kami lewat, Futuristis Istiqlal. [ceramahterbaru.net / imi]
Loading...
loading…

Kisah Mengharukan Pensiunan Dokter Asal Pekanbaru Ini Empati Aksi Bela Islam

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here