Home Doa Islam Keutamaan Interaksi Intim Di Malam Jum’at

Keutamaan Interaksi Intim Di Malam Jum’at

45
0

Website Eksklusif Doa – “SEORANG suami,” demikian Perkataan Ibnu Hazm, “wajib menjima istrinya sekurang-kurangnya satu kali di sebulan. Seandainya tak, berarti ia durhaka terhadap Allah.”

bila Ibnu Hazm berbicara mengenai kewajiban berjima untuk suami istri, Imam Al Ghazali jelaskan mengenai kepatutannya.

“Sepatutnya suami menjima istrinya di setiap empat malam satu kali. Ini lebih bagus…” Perkataan ulama bergelar hujjatul Islam itu. Namun, Al Ghazali tak memaknai batasan itu dengan cara kaku. “Bahkan sangat bijaksana Seandainya lebih dari sekali di empat malam, boleh pula Anemia dari itu, sesuai kebutuhan istri.”

Lalu bila wajib memilih hari di berjima, adakah keutamaan malam Jum’at dibandingkan malam-malam lainnya? di hal ini, hadits yang Absah dijadikan Acum Yaitu riwayat Tirmidzi nomor 496, An-Nasai 3/95-96, Ibnu Majah nomor 1078, dan Ahmad 4/9. Hadits-hadits itu senada, yang terjemahnya Bagaikan berikut:

“Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi di hari Jum’at setelah itu diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tak berkendara, setelah itu duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan Akurat tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya,” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Subhanallah, dari hadits Itu tergambar betapa besarnya balasan pahala untuk orang yang melakukannya. Yakni “bercinta”, mandi, bangun pagi, berangkat awal ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at, duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan Akurat. Pahala di hadits ini diberikan kepada orang yang menjalankan paket enam amal itu, tak terpisah-pisah. Namun demikian, tergambarlah keutamaan “bercinta” di malam Jum’at.

Loading...

Memang ada yang berpendapat bahwa sunnah di hadits Itu Yaitu “bercinta” di hari Jum’at (pagi), mengingat mandi Jum’at itu dimulai Seusai terbit fajar di hari Jum’at. Namun yang lebih populer Yaitu “bercinta” di malam Jum’at, Padahal mandinya Bisa aja di terbit fajar sebelum menunaikan Shalat Shubuh berjama’ah.

Abu Umar Basyir di di bukunya Sutra Ungu menambahkan, “Di negara yang menerapkan libur di hari Jum’at, tentu tak masalah bila seseorang ingin Herbi seks di hari itu. Lalu bagaimana di negara yang menetapkan hari Jum’at Serupa seperti hari-hari kerja lainnya? Bagaimanapun, hukum sunah tetap aja sunah. Jadi itu hanya soal kesempatan melakukannya aja. bila mampu dilakukan, Insya Allah membawa berkah. Di situlah, manajemen waktu Herbi seks Jadi wajib diatur. di karenakan itu Bisa aja dilakukan menjelang subuh, atau sesudah shalat Subuh. Tiap pasutri tentu lebih tahu mana di yang paling tepat.” Wallaahu a’lam bish shawab.

Keutamaan Interaksi Intim Di Malam Jum’at

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here