Home Berita Islam Terbaru Kehancuran Bangsa Yahudi Menurut Qur’an, Hadits, Taurat dan Fakta Terkini

Kehancuran Bangsa Yahudi Menurut Qur’an, Hadits, Taurat dan Fakta Terkini

61
0
Kehancuran Bangsa Yahudi Menurut Qur’an, Hadits, Taurat dan Fakta Terkini
Berita Islam 24H – Klaim bangsa Israel itu Bagaikan bangsa pilihan Yaitu omong kosong yang tak berdasar Serupa sekali. Fenomena sesungguhnya Yaitu, bahwa pencampuran dan pembauran antar suku tak membagikan kesempatan untuk satu golongan untuk Jadi lebih tinggi atas golongan lain. Berikut ini Yaitu beberapa fakta yang mendepak klaim Itu.
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول مَا بَالُ دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَسَعَ رَجُلٌ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ دَعُوهَا فَإِنَّهَا مُنْتِنَةٌ
Maka Nabi Muhammad saw bersabda: “Kenapa panggilan-panggilan Jahiliyyah itu masih aja kalian lestarikan?” para sahabat pun berkata, “Wahai Rasulullah, seorang laki-laki dari kalangan Muhajirin mendorong seorang dari Anshar.” Akhirnya beliau bersabda: “Tinggalkanlah, di karenakan hal itu Yaitu sesuatu yang busuk.” (HR. Bukhari, No.4525)
Maha benar Allah SWT yang berfirman;
وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا مِنْهُمْ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَلِكَ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (الأعراف168) فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَذَا الْأَدْنَى وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ (الأعراف169)
Artinya : ”Dan Kami untuk-untuk mereka di Global ini Jadi beberapa golongan, di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada tak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang bagus-bagus dan (Bala) yang buruk-buruk, supaya mereka kembali (kepada kebenaran). Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang Dursila) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda Global yang rendah ini, dan berkata: ”Kami akan diberi ampun”. Dan kelak bila datang kepada mereka harta benda Global sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukanlah perjanjian Tuarat sudah diambil dari mereka, Yaitu bahwa mereka tak akan Menyebut terhadap Allah kecuali yang benar, Padahal mereka telah mempelajari apa yang Itu di dalamnya? Dan kampung akhirat itu lebih bagus untuk mereka yang bertakwa. Maka apakah kita sekalian tak mengerti?” (QS.Al-A’raaf :168-169).
Oleh sebab itu agama Islam yang agung menetapkan suatu substansi dasar di firman Allah:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kita dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kita saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kita di Hepotenusa Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kita. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)
Ath Thobari rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian –wahai manusia- Yaitu yang paling tinggi takwanya di Allah, Yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.” (Tafsir Ath Thobari, 21:386)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya kalian Bisa mulia dengan takwa dan bukan dilihat dari keturunan kalian” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 13: 169)
Kalian semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Maka kemuliaan Interaksi dan pertemuan wajib berada seputar daerah yang bercahaya yang membangkitkan teladan tertinggi dan prinsip-prinsip yang mulia, sehingga manusia Jadi bersaudara tanpa dibatasi faham kesukuan dan kebangsaan. Selama tujuannya Yaitu kebaikan dan kedamaian mereka semua Yaitu para hamba Allah. Barangsiapa yang menyimpang maka ia Yaitu cabang yang layu dan lemah yang wajib dipotong.
Mari kita lihat kisah Nuh dengan anaknya, dan Ibrahim dengan bapaknya,
وَنَادَى نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ (هود45) قَالَ يَانُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا تَسْأَلْنِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ الْجَاهِلِينَ (هود46)
Artinya : ”Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata, ”Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji engkau itulah yang benar. Dan Engkau Yaitu Hakim yang seadil-adilnya.” Allah berfirman: ”Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan selamat), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tak bagus. Sebab itu janganlah kita memohon kepadaKu sesuatu yang kita tak mengetahui (hakikatnya). Sesungguhnya Aku memperingatkan kapadamu supaya kita jangan termasuk orang-orang yang tak berpengetahuan”. (QS Huud: 45-46)
Demikianlah dasar yang jelas, orang yang paling dekat dengan Allah Yaitu yang paling bertaqwa siapapun orangnya dan dari bangsa manapun ia berasal. Oleh di karenakan itu bangsa yahudi bukan bangsa pilihan, dia Yaitu satu bangsa sebagaimana bangsa lain seperti bangsa Afrika dll.
Kedua: Dalil dari kitab Taurat
Tahun 922 SM Seusai Nabi Sulaiman wafat Kerajaan Israel pecah. wilayah utara tetap bernama Israel, selatan memakai nama Yehuda (Yahudi) keduanya saling berperang selama beberapa tahun (II raja raja pasal 9 dan 10)
Berpuluh tahun setelah itu di karenakan kerajaan Israel selalu menjalankan dosa dan melanggar ajaran Allah, maka Allah menghajar mereka hingga hancur lebur :
setelah itu tuhan akan menghajar orang israel sehingga tergoyah-goyah seperti gelagah di air dan ia akan menyentakan mereka dari tanah yang bagus ini yang telah diberikan kepada nenek moyang mereka, ia akan menyerahkan mereka keseberang sungai efrat, di karenakan mereka telah membuat tiang patung berhala yang dengan demikian menyakiti tuhan. tuhan akan lepas tangan thd orang Israel di karenakan dosa Yerobeam dan orang Israel. (I rajaraja 14:15)
Dan benar, ramalan itu, itu tahun 720 SM Israel diserang Kerajaan Asyiria dan mereka dibuang ke daerah Bahari Kaspia, mereka berkembang Jadi Yahudi Khajar, dan sebagian ada yang melarikan diri ke Jerman, di Jerman dan disana (abad 20) dihajar lagi oleh Hitler, bagaimana mungkin bangsa pilihan tapi hidupnya menderita sepanjang abad, bagaimana mungkin bangsa pilihan Jadi pelarian, tak mempunyai negara untuk tinggal selama berabad-abad?!
Tuhan setelah itu hanya memilih Yehuda. Sebab itu tuhan sangat murka kepada Israel dan ia menjauhkan mereka dari hadapannya tak yang tinggal kecuali suku Yehuda. (II rajaraja 17:18)
Tapi yehudi pun berbuat dosa juga, dasar yahudi!, yahuda pun dihajar tuhan, dan tuhan membatalkan janjinya: Juga orang Yehuda akan kujauhkan dari hadapanku seperti orang Israel dan aku membuang kota yang aku pilih Yerusalem meskipun aku sudah berfirman “namaku akan tinggal disana” (II rajaraja 23:27)
Inilah kegeraman Nabi Musa as akan kedurhakaan yahudi. di karenakan telah kuketahui akan degilmu (buruk sifatmu) dan tegar tengkukmu (bandel) bahwa saat aku (Musa) masih Hayati aja, kita berani durhaka kepada Allah apalagi teristimewa Seandainya aku sudah mati. (Ulangan 31:27).
Juga oleh Nabi yang lainnya, Nabi Mikha 3:1-14. Maka sebab itu dengarlah olehmu hai segala penghulu bangsa Yakub dan segala kepala bangsa israel yang bosan akan barang benar dan yang suka memutarbalikan segala yang benar.
وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمْ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنْ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (البقرة61)
Artinya : “lalu ditimpakan kepada mereka (Yahudi / Israel) kenistaan kehinaan serta kemurkaan allah, itu semua di karenakan mereka selalu menolak ayat-ayat allah dan membunuh para nabi, dan mereka durhaka melampaui batas” (al-Baqarah: 61)
Ketiga: Dalil Sejarah Pengusiran Yahudi
Bangsa yahudi tak mempunyai tanah air selama 2000 tahun, sejak pengusiran yang dilakukan oleh Kaisar Titus dari Romawi tahun 70M hingga abad 20 M. Mereka sukses merampas Palestina tahun 1948 Seusai bekerja Serupa dengan penjajah Inggris untuk tinggal disitu, sejak itulah mereka resmi menurut PBB punya negara. Pertanyaannya bagaimana yahudi bangsa pilihan tapi tak mempunyai negara selama 2000 tahun?
Perhatikanlah betapa bodohnya Seorang pendeta agung yang ditanya di di Talmud: ”Katakan padaku wahai guru, apa yang akan terjadi dengan kita, bila semua orang berilmu beralih memeluk agama Yahudi?”. Ia menjawab, ”Ini tak mungkin”. ”Kenapa tak mungkin guru?” Sanggah si penanya. ”di karenakan Yahudi Yaitu bangsa yang dipilih oleh Allah. bila semua bangsa Yaitu Yahudi, maka tak ada bangsa yang terpilih. bila semua manusia Jadi penguasa, maka siapa yang Jadi rakyat. bila semua barang tambang Yaitu emas, maka barang tambang Jadi tak bernilai, dan emas pun juga tak bernilai, sesungguhnya emas Jadi bernilai, di karenakan disana ada barang tambang lainnya yang tak bernilai. Oleh sebab itu, semua bangsa wajib Jadi bangsa yang hina, supaya Yahudi Jadi bangsa yang terbaik dan pemimpinnya”.
Sesungguhnya ungkapan bodoh dan tolol seperti ini berangkat dari watak individu Yahudi yang hina, yang merasa tak mempunyai kekurangan. Padahal, di dasarnya mereka tak mempunyai kepribadian. Rasialisme kotor seperti ini sebenarnya tak berkembang kecuali dikarenakan oleh rasa kekurangan, Padahal selama ini Yahudi menggemborkan Ungkap Durkhaim, ”Sesungguhnya semua umat laksana sungai-sungai yang kita ketahui hilirnya, tapi tak dengan hulunya. Maka kepindahan manusia dari tanah air mereka Futuristis tanah lainnya untuk berdagang, berlibur, berperang atau untuk menetap, menjadikan mereka membaur dengan lainnya selama ia tak Mengakses ruang untuk faham kesukuan yang menyatakan kemurnian ras, dan tak pula untuk faham keturunan yang mendorong munculnya kesombongan antara satu Serupa lain”.
DR. Muqoddam Cholil, MA
[beritaislam24h.info / knrp]
Loading...

Kehancuran Bangsa Yahudi Menurut Qur’an, Hadits, Taurat dan Fakta Terkini

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here