Home Berita Islam Terbaru Kecewa dengan Kinerja Polri, Keluarga Brigadir J Mau Stop Bikin Laporan

Kecewa dengan Kinerja Polri, Keluarga Brigadir J Mau Stop Bikin Laporan

25
0

ceramahterbaru.net.com – Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menuturkan kliennya merasa jenuh dengan pengusutan kasus pembunuhan anaknya yang tak kunjung selesai hingga hari ini.

Kamaruddin Menyebut dirinya tak akan melaporkan kejanggalan lainnya yang dialami oleh Brigadir J untuk ke depannya.

“Seandainya yang sudah kami laporkan tak dicabut, akan tetapi yang belum dilaporkan sudahlah Dulu. Berarti, kami menahan diri untuk yang lain,” Perkataan Kamaruddin kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

Hal Itu berdasarkan pernyataan ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, yang menilai polisi masih belum mampu menyelesaikan persoalan Itu hingga tuntas sehingga merasa bosan dengan hal-hal itu aja.

“Pak Samuel merasa lelah dan jenuh di karenakan kasus tak tuntas,” ujar dia.

Kamaruddin Menyebut kliennya sudah merasa jenuh lantaran tiap kali ada perkembangan terbaru, dirinya diminta keterangan. Hal itu pun ditambah hasil yang didapatkan dari hal Itu dinilai tak memuaskan dan terkadang hanya menambah kesal aja.

“Ayah almarhum, dia seperti Frustasi asa, katanya’Ya sudah, lah, toh anak saya tak kembali lagi’,” tuturnya,

Dia pun Menyebut Samuel sudah jenuh dimintai keterangan oleh polisi, di karenakan enggak berkembang.

Loading...

“Anaknya terus difitnah memperkosa, Padahal enggak ada buktinya, kan,” ungkap Kamaruddin.

Meski begitu, Kamaruddin Menyebut dirinya akan tetap memperjuangkan hal-hal yang sudah terlanjur dilakukannya hingga di ini. Meskipun di Hepotenusa lain, kliennya sudah merasa jenuh dan lelah.

“Sepanjang tak dicabut kuasanya, tetap kami perjuangkan,” pungkasnya.



di kasus pembunuhan berencana Brigadir J, polisi telah menetapkan lima tersangka, di antaranya eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

Dua ajudan Sambo Bripka Ricky Rizal (RR) dan Bharada Richard Eliezer (RE). Terakhir ialah asisten rumah tangga Sambo, Kuat Ma’ruf (KM).

Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur Hayati, atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Adapun keempat tersangka sudah dilakukan penahanan, sementara Putri Candrawathi hanya dikenakan wajib lapor dua kali di seminggu. [Genpi]

Kecewa dengan Kinerja Polri, Keluarga Brigadir J Mau Stop Bikin Laporan

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here