Home Kisah Islami Jenazah Sahabat Nabi Diziarahi Banyak Malaikat

Jenazah Sahabat Nabi Diziarahi Banyak Malaikat

35
0

Loading...
Begitu banyak hal yang luar biasa didalam diri para sahabat Nabi. bagus dari segi ketaatan di beribadah dan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya. Sehingga Allah Ta’ala Yang Maha Kuasapun membagikan kedudukan istimewa disisinya. Disorientasi satu sahabat Nabi itu bernama Tsa’labah bin Abdurrahman dari kaum Anshar. saat meninggalnya Tsa’labah, jenazahnya diziarahi oleh banyak para malaikat. Sehingga membuat Nabi sulit untuk berjalan di karenakan banyaknya para Malaikat. Subhanallah !! Baca kisah teladannya berikut ini :
saat Tsa’labah bin Abdurrahman telah masuk Islam. Dia Jadi sahabat yang setia melayani Rasulullah SAW. Suatu saat Rasulullah SAW mengutusnya untuk suatu keperluan. di perjalanannya dia melalui rumah Disorientasi seorang dari Anshar, maka terlihat olehnya seorang wanita Anshar yang sedang mandi.
Dia takut akan turun wahyu kepada Rasulullah SAW menyangkut perbuatannya itu. Dikarenakan rasa takutnya yang begitu di, ia memutuskan untuk pergi kabur. Dia Futuristis ke suatu gunung yang berada di antara Mekkah dan Madinah dan terus mendakinya. Selama empat puluh hari Rasulullah SAW Dehidrasi dia.
Lalu Jibril AS turun kepada Nabi SAW dan berkata, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu menyampaikan salam buatmu dan berfirman kepadamu, “Sesungguhnya seorang laki-laki dari umatmu berada di gunung ini sedang memohon perlindungan kepada-Ku.”
Maka Nabi SAW berkata, “Wahai Umar dan Salman! Pergilah cari Tsa’laba bin Aburrahman, lalu bawa kemari.” Keduanya pun lalu pergi menyusuri perbukitan Madinah. di pencariannya itu mereka bertemu dengan Disorientasi seorang penggembala Madinah yang bernama Dzufafah.
Umar bertanya kepadanya, “Apakah engkau tahu seorang pemuda di antara perbukitan ini?” Penggembala itu menjawab, “Jangan-jangan yang engkau maksud seorang laki-laki yang lari dari neraka Jahanam?” “Bagaimana engkau tahu bahwa dia lari dari neraka Jahanam?” tanya Umar. Dzaufafah menjawab, “di karenakan, apabila malam telah tiba, dia keluar kepada kami dari perbukitan ini dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, “Mengapa tak Bubut aja nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tak membiarkan aku menanti keputusan!” “Ya, dialah yang kami maksud,” tegas Umar.
Akhirnya mereka bertiga pergi bersama-Serupa. saat malam menjelang, keluarlah dia dari antara perbukitan itu dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, “Wahai, seandainya aja Engkau Bubut nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tak membiarkan aku menanti-nanti keputusan!” Lalu Umar menghampirinya dan mendekapnya.
Tsa’labah berkata, “Wahai Umar! Apakah Rasulullah telah mengetahui dosaku?” “Aku tak tahu, yang jelas kemarin beliau Menyebut-nyebut namamu lalu mengutus aku dan Salman untuk mencarimu.” Tsa’labah berkata, “Wahai Umar! Jangan kau bawa aku menghadap beliau kecuali dia di keadaan sholat”
saat mereka menemukan Rasulullah SAW tengah menjalankan sholat, Umar dan Salman Genjah mengisi shaf. Tatkala Tsa’labah mendengar bacaan Nabi saw, dia tersungkur pingsan. Seusai Nabi mengucapkan salam, beliau bersabda, “Wahai Umar! Salman! Apakah yang telah kau lakukan Tsa’labah?”
Keduanya menjawab, “Ini dia, wahai Rasulullah saw!” Maka Rasulullah berdiri dan menggerak-gerakkan Tsa’labah yang membuatnya tersadar. Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Mengapa engkau menghilang dariku?” Tsa’labah menjawab, “Dosaku, ya Rasulullah!” Beliau Menyebut, “Bukankah telah kuajarkan kepadamu suatu ayat yang Bisa menghapus dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan?” “Benar, wahai Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda, “Katakan Ya Tuhan kami, berilah kami sebahagian di Global dan di akhirat serta peliharalah kami dari azab neraka.” (QS Al-Baqarah:201)
Tsa’labah berkata, “Dosaku, wahai Rasulullah, sangat besar.” Beliau bersabda,”Akan akan tetapi kalamullah lebih besar.” setelah itu Rasulullah menyusul supaya pulang ke rumahnya. Di rumah dia jatuh sakit selama delapan hari. Mendengar Tsa’labah sakit, Salman pun datang menghadap Rasulullah SAW lalu berkata, “Wahai Rasulullah! Masihkah engkau mengingat Tsa’labah? Dia sekarang sedang sakit keras.” Maka Rasulullah SAW datang menemuinya dan meletakkan kepala Tsa’labah di atas pangkuan beliau.
Akan akan tetapi Tsa’labah menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau. “Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pangkuanku?” tanya Rasulullah SAW. “di karenakan penuh dengan dosa.” Jawabnya. Beliau bertanya lagi, “Bagaimana yang engkau rasakan?” “Seperti dikerubuti semut di tulang, daging, dan kulitku.” Jawab Tsa’labah. Beliau bertanya, “Apa yang kau inginkan?” “Ampunan Tuhanku,” Jawabnya. Maka turunlah Jibril as. dan berkata, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, “Seandainya aja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula.” Maka Genjah Rasulullah SAW memberitahukan hal itu kepadanya. Mendengar berita itu, terpekiklah Tsa’labah dan langsung ia meninggal.
Lalu Rasulullah SAW memerintahkan supaya Tsa’labah Genjah dimandikan dan dikafani. saat telah selesai disholatkan, Rasulullah SAW berjalan sambil berjingkat-jingkat. Seusai selesai pemakamannya, para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah! Kami lihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat.” Beliau bersabda, “Demi Zat yang telah mengutus aku Bagaikan seorang nabi yang sebenarnya! di karenakan, banyaknya malaikat yang turut menziarahi Tsa’labah.”
Masya Allah tingginya derajat seorang sahabat ini, hingga ia diziarahi oleh banyaknya para malaikat. Semoga kisah yang Inspiratif ini membagikan pencerahan iman kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Kholik.  

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Tag : Kisah Sahabat Nabi

Jenazah Sahabat Nabi Diziarahi Banyak Malaikat

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here