Home Doa Islam Inilah Doa Berbuka Puasa Yang Benar dan Yang Disorientasi

Inilah Doa Berbuka Puasa Yang Benar dan Yang Disorientasi

61
0

doa buka puasa, doa buka puasa ramadhan, doa buka puasa tulisan arab, doa buka puasa ramai, doa buka puasa arab, doa buka puasa shahih, doa buka puasa bahasa arab, niat puasa ramadhanTerdapat satu doa berbuka yang tersebar di masyarakat, namun doa bersumber dari hadis yang lemah. Kita sering mendengar beberapa masyarakat membaca doa berbuka berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rezekika afthortu
“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka.” Sudah benarkah doa buka puasa ini…?
Untuk itu, marilah kita telaah dari Disorientasi satu pertanyaan pembaca KonsultasiSyariah.com mengenai doa buka puasa seperti yang saya kutip di bawah ini.

Assalamualaiku, Ustadz
1. Dari Ibnu Abbas, ia berkata : “Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan: Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim.” (artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki dari-Mu kami berbuka. Ya Allah! Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). (Riwayat Daruqutni di kitab Sunan-nya, Ibnu Sunni di kitabnya ‘Amal Yaum wa- Lailah No. 473. Thabrani di kitabnya Mu’jamul Kabir).

2. Dari Anas, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka beliau mengucapkan, ‘Bismillah, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rezekika Aftartu.” (artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah di karenakan-Mu aku berbuka puasa dan atas rezeki dari-Mu aku berbuka). (Riwayat Thabrani di kitabnya Mu’jam Shogir, Hal. 189 dan Mu’jam Auwshath).

3. Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah hingga kepadanya, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan: Allahumma Laka Sumtu wa ‘Alaa Rizqika Aftartu.” (Riwayat Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4:239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Suni)
Apakah ketiga doa berbuka di atas berasal dari hadis dhaif? bila dhaif, doa yang berdasarkan hadis yang paling kuat apa?
 

Jawaban Doa Berbuka Puasa Yang Benar
Wa’alaikumussalam

Doa berbuka yang benar:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”
Hadis Selengkapnya
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau Menyebut:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ… »
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni di sunannya 2279, Al-Bazzar di Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi di As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).
Kapan Doa Ini Diucapkan?
Umumnya doa terkait perbuatan Eksklusif, dibaca sebelum menjalankan perbuatan Itu. Doa makan, dibaca sebelum makan, doa masuk kamar mandi, dibaca sebelum masuk kamar mandi, dst. Nah, apakah ketentuan ini juga berlaku untuk doa di atas?

Dilihat dari arti doa di atas, dzahir menunjukkan bahwa doa ini dibaca Seusai orang yang berpuasa itu berbuka. Syiakh Ibnu Utsaimin menegaskan:
لكن ورد دعاء عن النبي صلى الله عليه وسلم لو صح فإنه يكون بعد الإفطار وهو : ” ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله “  فهذا لا يكون إلا بعد الفطر
“Hanya aja, terdapat doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bila doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca Seusai berbuka. Yaitu doa: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst. doa ini tak dibaca kecuali Seusai selesai berbuka.” (Al-Liqa As-Syahri, no. 8, dinukil dari Islamqa.com)
Keterangan yang Serupa juga disampaikan di Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 7428.
di karenakan itu, urutan yang tepat untuk doa saat berbuka Yaitu:
1. Membaca basmalah sebelum makan kurma atau minum (berbuka).
2. Berawal Dari berbuka
3. Membaca doa berbuka: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst.
Anjuran Memperbanyak Doa saat Berbuka Puasa
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Ada tiga orang yang doanya tak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan di hari kiamat.”
(HR. At-Tirmidzi 2526, Thabrani di Al-Ausath 7111. 

Loading...

Syaikh Aqil bin Muhamad Al-Maqthiri Menyebut: Hadis ini statusnya hasan berdasarkan gabungan semua jalurnya. Hadis ini juga dinilai hasan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar di Talkhis Al-Habir, 2:96). Hadis di atas menunjukkan anjuran untuk orang yang sedang puasa untuk memperbanyak berdoa sebelum dia berbuka. Sebagian ulama menegaskan bahwa hadis ini tak ada hubungannya dengan berdoa saat berbuka. di karenakan teks hadis ini bersifat Generik, bahwa orang yang sedang berpuasa mempunyai pelluang dikabulkan doanya di setiap waktu dan setiap kesempatan, sebelum dia berbuka. (I’lamul Anam bi Ahkam As-Shiyam, Hal. 76).

Akan akan tetapi disebutkan di sunan Tirmidzi, redaksi yang serupa dinyatakan:

وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ
Orang yang berpuasa saat berbuka.” (Sunan At-Tirmidzi 2526).
Makna Implisit dari hadis menunjukkan bahwa anjuran memperbanyak doa itu terakait dengan kegiatan berbuka. Allahu a’lam.


Keterangan ini juga dikuatkan dengan riwayat dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن للصائم عند فطره لدعوة ما ترد
Sesungguhnya orang yang berpuasa mempunyai doa yang tak akan ditolak saat berbuka.” (HR. Ibnu Majah 1753, Al-Hakim 1/422, Ibnu Sunni 128, dan At-Thayalisi 299 dari dua jalur. Al-Bushiri Menyebut (2/81): ‘Sanad hadis ini shahih, perawinya tsiqqah’. Demikian keterangan dari Shifat Shaum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Hal. 67 – 68).

setelah itu, doa-doa kebaikan ini selayaknya dibaca sebelum memulai berbuka. di karenakan saat belum berbuka, seseorang masih di kondisi puasa, dan bahkan di puncak puasa, sehingga dia lebih dekat dengan Allah Ta’ala. Sementara saat dia (Dari Fatwa Islam, no. 14103).
Doa Apa yang Bisa Dibaca saat Hendak Berbuka?
kalian Bisa membaca doa apapun yang kalian inginkan. bagus terkait kehidupan Global ataupun akhirat. di karenakan waktu menjelang berbuka Yaitu waktu yang mustajab. setelah itu, disebutkan di riwayat Ibnu Majah, bahwa saat berbuka, sahabat Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhu, membaca doa Eksklusif.

Dari Ibnu Abi Mulaikah (Disorientasi seorang tabiin), beliau menceritakan: Aku mendengar Abdullah bin Amr saat berbuka membaca doa:
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allahumma Inni As-Aluka bi Rahmatika Al-Latii Wasi’at Kulla Syai-in An Taghfira Lii
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, supaya Engkau mengampuniku.” (Sunan Ibnu Majah, 1/557 dan Al-Baihaqi di Syu’abul Iman, 3621)
Doa Berbuka yang tak Benar
Terdapat satu doa berbuka yang tersebar di masyarakat, namun doa bersumber dari hadis yang lemah. Kita sering mendengar beberapa masyarakat membaca doa berbuka berikut:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rezekika afthortu
“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka.”
Status Sanad Hadis
Doa dengan redaksi ini diriwayatkan Abu Daud di Sunan-nya no. 2358 dengan cara mursal (tak ada perawi sahabat di atas tabi’in), dari Mu’adz bin Zuhrah. Sementara Mu’adz bin Zuhrah Yaitu seorang tabi’in, sehingga hadis ini mursal. di ilmu hadis, hadis mursal merupakan hadis dhaif di karenakan sanad yang terputus.

Doa di atas dinilai dhaif oleh Al-Albani, sebagaimana keterangan beliau di Dhaif Sunan Abu Daud 510 dan Irwaul Gholil, 4:38. Hadis semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath-Thobroni dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perowi dhaif Yaitu Daud bin Az-Zibriqon, di Yaitu seorang perowi matruk. Al-Hafidz ibnu Hajar Menyebut:
وَإِسْنَادُهُ ضَعِيفٌ فِيهِ دَاوُد بْنُ الزِّبْرِقَانِ ، وَهُوَ مَتْرُوكٌ
“Sanad hadis ini dhaif, di karenakan di sana ada Daud bin Az-Zibriqon, dan dia perawi matruk.” (At-Talkhis Al-Habir, 3:54).
Ada juga yang ditambahi dengan lafadz:
بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang paling welas asih. Namun sekali lagi, tambahan ini juga tak mempunyai dasar di syariat. di karenakan itu, sebaiknya tak dilantunkan Bagaikan doa berbuka.
Ringkasnya, bahwa doa terkait bebuka ada dua:
a. Doa menjelang berbuka. Doa ini dibaca sebelum kalian Berawal Dari berbuka. Doa ini bebas, kalian Bisa membaca doa apapun, untuk kebaikan Global dan akhirat kalian.
b. Doa Seusai berbuka. Ada doa Eksklusif yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dinyatakan di riwayat dari Ibnu Umar. Lafadz doanya Yaitu
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah
Bagaikan muslim yang bagus, selayaknya kita cukupkan doa Seusai berbuka dengan doa yang shahih ini, dan tak memberi tambahan dengan redaksi yang lain. Allahu a’lam

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/doa-sahih-berbuka-puasa

Tags yang terkait dengan doa buka puasa, doa buka puasa ramadhan, doa buka puasa tulisan arab, doa buka puasa ramai, doa buka puasa arab, doa buka puasa shahih, doa buka puasa bahasa arab, niat puasa ramadhan, doa sahur.

Inilah Doa Berbuka Puasa Yang Benar dan Yang Disorientasi

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here