Home Ceramah Islam Terbaru HILANG DAN MUNCULNYA PENGHALANG SHALAT DI TENGAH WAKTU, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

HILANG DAN MUNCULNYA PENGHALANG SHALAT DI TENGAH WAKTU, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

41
0
KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII
FIKIH SHALAT
WAKTU SHALAT
E. Hilang dan Munculnya Penghalang Shalat di Tengah Waktu
1. Hilang penghalang di tengah waktu shalat
bila di tengah-tengah waktu shalat, seseorang yang tak wajib shalat di karenakan alasan Eksklusif tiba-tiba hilang penghalang Itu, seperti perempuan haid Jadi suci, anak kecil Jadi balig, atau orang gila Jadi sadar, maka ia wajib Genjah melaksanakan shalat itu bila waktu yang tersisa cukup untuk melaksanakan shalat.
bila waktu yang tersisa sangat sedikit sehingga ia tak Bisa melaksanakannya dengan cara sempurna, seperti waktu yang tersisa hanya sebatas menjalankan takbiratul ihram, maka ia wajib mengqadha shalat Itu (melaksanakan shalat Seusai waktunya Demisioner). Keadaan inilah yang dimaksud dengan waktu idrak, Yaitu waktu ditetapkannya kewajiban shalat.
Namun, bila penghalang itu kembali lagi Seusai berselang waktu yang tak mungkin dilakukan shalat dan persiapannya maka ia tak wajib mengqadha shalat.
Ia juga wajib mengqadha shalat sebelumnya bila shalat Itu Bisa dijamak dengan shalat di itu. Yaitu bila penghalang hilang di waktu shalat Ashar maka ia wajib mengqadha Zhuhur. Dan bila penghalang itu hilang di waktu shalat Isya` maka ia wajib mengqadha Magrib. Hal ini di karenakan shalat Ashar merupakan waktu uzur untuk shalat Zhuhur, dan shalat Isya merupakan waktu uzur untuk shalat Magrib.
Adapun orang yang sadar dari mabuk sementara waktu shalat telah selesai maka ia tetap wajib mengqadha shalat meskipun saat waktu shalat datang ia sedang di keadaan tak berakal. Kewajiban mengqadha ini Bagaikan hukuman pemberat (taghlîzhul ‘uqûbah) untuk pelaku kemaksiatan.
2. Muncul penghalang di tengah waktu shalat
Kebalikan dari masalah sebelumnya, Yaitu bila muncul penghalang shalat di tengah-tengah waktu shalat sementara orang Itu belum melaksanakan kewajibannya. Seperti seorang perempuan yang tiba-tiba kedatangan haidnya atau seseorang yang tiba-tiba Jadi gila. di hal ini ada dua keadaan:
  1. bila penghalang Itu muncul Seusai berlalu waktu yang tak memungkinkan melaksanakan shalat di dalamnya –misalnya seorang Jadi gila beberapa detik Seusai masuk waktu shalat– maka tak ada kewajiban shalat atasnya. Namun, bila penghalang Itu hilang dan masih tersisa waktu maka ia wajib melaksanakan shalat.
  2. bila penghalang shalat ini muncul Seusai berlalu waktu yang memungkinkan dilakukan di dalamnya shalat fardu maka ia wajib mengqadha shalat Itu. Ini bila orang Itu mampu bersuci (wudhu atau mandi) seperti bersucinya orang sehat sebelum masuk waktu shalat.
  3. bila penghalang shalat itu muncul Seusai berlalu waktu yang cukup untuk melaksanakan shalat dan bersuci maka ia wajib mengqadha shalat itu. Hal ini bila orang Itu tak Bisa bersuci sebelum masuk waktu shalat, seperti di karenakan wajib tayamum. Namun bila waktu Itu Anemia dari waktu yang cukup untuk shalat dan bersuci maka tak wajib mengqadha shalatnya.
WALLAHU A’LAM
Sumber : http://ahmadghozali.com
abdkadiralhamid@2016
Loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

HILANG DAN MUNCULNYA PENGHALANG SHALAT DI TENGAH WAKTU, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here