Home Berita Islam Terbaru Habib Rizieq Minta Polisi Tak Cuma Teriak di Media

Habib Rizieq Minta Polisi Tak Cuma Teriak di Media

141
0
Habib Rizieq Minta Polisi Tak Cuma Teriak di Media
Berita Islam 24H – Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab tetap akan menggelar aksi 212 di 2 Desember di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.
Hal Itu ditegaskan Habib Rizieq Shihab di Jadi narasumber di wawancara ekklusif bertajuk Aksi 212 di Radio Rasil, Kamis malam (24/11/2016).
“hingga hari ini kami masih sepakat bahwa kami akan menggelar aksi di sepanjang Sudirman-Thamrin,” ujar Habib Rizieq.
Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu mengaku sudah mendengar pernyataan dari Mabes Polri dan Polda Metro yang melarang gelar sajadah di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.
“Ini kita protes. Kita sudah protes resmi di karenakan yang kami ajukan ke pihak kepolisian Yaitu unjuk rasa. Unjuk rasa itu dilindungi oleh undang-undang. UU nomor 9 tahun 1998. tak ada institusi apa pun di republik ini, bagus eksekutif, yudikatif, ataupun legislatif yang berhak melarang warga negara untuk berunjuk rasa atau mengemukakan pendapat di depan Generik,” tegas Habib Rizieq.
Dikatakannya, di pasal 18 ayat 1 dan 2 UU Nomor 9 tahun 1998 disebutkan dengan cara eksplisit yang maknanya bahwa barang siapa yang melarang atau menghalang-halangi dengan kekerasan warga negara yang menyampaikan pendapat di depan Generik, dipidana satu tahun penjara.
“Jadi Seandainya Presiden yang melarang orang berunjuk rasa, Presiden diancam satu tahun penjara. Seandainya Kapolri yang melarang unjuk rasa Itu, kapolri diancam satu tahun penjara. Ini Bisa diperkarakan ke pengadilan. Ini bukan persoalan kecil,” urai Habib Rizieq.
di karenakan itu, lanjut Habib Rizieq, Seandainya Mabes Polri atau Polda Metro Jaya keberatan terkait agenda demo 2 Desember, sebaiknya diskusikan.
“Bukan teriak-teriak di media, ini tak boleh, ini dilarang, ini melanggar ketentuan, ini melanggar ketertiban Generik,” tambah Habib Rizieq.
“Seandainya melanggar, jelaskan kepada kita, yang melanggar itu yang mana? Pasal yang mana? ayat yang mana? ketentuan yang mana?,” tanya Habib Rizieq.
Habib Rizieq menambahkan, Anggaran yang dilanggar itu tak akan diketahui oleh peserta demo bila aparat kepolisian tak Mengakses pintu komunikasi.
di karenakan itu, lanjut Habib Rizieq, pihaknya mengajak Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk membangun komunikasi dan duduk bersama membahas rencana demo 212.
“Kita ajak Mabes Polri dan Polda Metro, apa keberatan kita? ayo kita duduk bareng. Seandainya melarang, kenapa melarang? Seandainya betul kami melanggar undang-undang, kami akan balik ke undang-undang. Kita tak akan melanggar undang-undang. Jadi, tolong kasi tahu kami yang dilanggar yang mana?,” jelas Habib Rizieq.
Menurut Habib Rizieq, polisi merupakan pengayom. Mestinya polisi memanggil yang mau demo dan membagikan petunjuk supaya mereka tak melanggar Anggaran.
“Seharusnya mereka bilang ‘Ayo sini, ini Disorientasi nih, kau harusnya begini’. Itu yang benar. Kita tunggu,” tandas Habib Rizieq. [ceramahterbaru.net / psi]
Loading...
loading…

Habib Rizieq Minta Polisi Tak Cuma Teriak di Media

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here