Home Doa Islam Fantasi Seks di Islam Serupa dengan Zina?

Fantasi Seks di Islam Serupa dengan Zina?

155
0

Website Eksklusif Doa – di literatur medis Barat, banyak dianjurkan pasangan suam-istri untuk berfantasi dengan cara seksual manakala pernikahan sudah mencapai suatu titik jenuh. Tapi bagaimana hukum masalah ini di Islam?

“Setiap Bani Adam mempunyai bagian dari zina, maka kedua mata pun berzina, dan zinanya Yaitu melalui penglihatan, dan kedua tangan berzina, zinanya Yaitu menyentuh. Kedua kaki berzina, zinanya Yaitu melangkah –Futuristis perzinaan. Mulut berzina, zinanya Yaitu mencium. Hati dengan berkeinginan dan berangan-angan. Dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan-nya.”

Apa yang dimaksud dengan zina hati? Tentu aja membayangkan wanita yang tak halal atau pria yang tak halal untuk bermesraan, menjalankan aktivitas seksual hingga alias Herbi intim. Itulah zina hati. Adapun membayangkan istri sendiri di sedang bepergian misalnya, bukanlah termasuk zina hati, di karenakan istri ataupun suami jelas-jelas halal untuk pasangannya.

Allah berfirman di Al-Quran:

“Dia (Allah) mengetahui (Etos) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati…” (al-Mukmin : 19)

Ibnu Abbas jelaskan, “Ayat ini jelaskan mengenai seorang pria yang apabila melihat kecantikan seorang wanita, ia akan membayangkan kemaluannya.”

Memang tak Bisa ditampik, bahwa banyak kalangan seksolog Generik yang memandang bahwa fantasi seksual seperti itu Yaitu wajar-wajar aja. Tapi Islam mempunyai sudut pandang tersendiri. Memang, apabila melihat tujuan dari fantasi Itu, di seseorang Herbi seks dengan istrinya atau suaminya, lalu ia membayangkan pria atau wanita lain, setelah itu dengan itu ia Bisa mencapai kenikmatan tertinggi di Interaksi seks serta memberi kenikmatan tertinggi untuk pasangannya, seolah-olah itu Yaitu suatu pencapaian yang bagus dan layak diapresiasi.

Ada tiga macam fantasi yang sering menghiasi pemikirang orang-orang yang sedang bercinta dengan pasangannya :

  1. Berfantasi dengan tempat bercinta
    Seorang yang sedang bercinta dengan pasangannya membawa fikirannya ke suatu tempat yang menurutnya Bisa menambah gairah seksual didalam membagikan kepuasan kepada pasangannya. Suami atau istri membayangkan suatu kamar di hotel berbintang dengan segala fasilitas didalamnya, vila yang mewah, desa yang indah, suatu tempat di Eropa atau yang lainnya.
  2. Berfantasi dengan waktu dan suasana bercinta
    Seorang yang sedang bercinta dengan pasangannya membayangkan bahwa mereka berdua sedang berada di suatu momen atau suasana terindah, seperti membayangkan bahwa ia sedang berada di suasana malam pertama pernikahan, liburan panjang di suatu pulau yang hanya ada mereka berdua aja, atau yang lainnya.
  3. Berfantasi dengan seseorang atau banyak orang di bercinta
    Seorang yang sedang bercinta dengan pasangannya membayangkan bahwa dia sedang Herbi dengan seorang wanita selain istrinya atau si istri membayangkan bahwa dia tengah Herbi dengan laki-laki selain suaminya.

Untuk macam fantasi yang pertama dan kedua Yaitu boleh dan tak dilarang menurut syari’at dikarenakan ia hanya mengkhayalkan tempat, waktu atau suasana.

Untuk macam yang ketiga para seksolog di umumnya tak melarang selama si suami atau si istri menyalurkan hasratnya kepada pasangannya yang Absah meski dia membayangkan wanita atau lelaki lain. Bahkan hal ini mereka anggap Bagaikan sesuatu yang wajar dan normal untuk setiap manusia yang Herbi untuk lebih menambah gairah bercintanya.

Untuk macam yang ketiga menurut pendapat para ulama :

Para ulama telah berbeda pendapat di masalah seorang laki-laki yang membayangkan wanita yang diharamkann atasnya apakah dibolehkan atau dilarang. Jumhur ulama mengharamkan untuk seorang laki-laki yang membayangkan dirinya tengah bersenggama dengan wanita asing dikarenakan ini Yaitu Defleksi fitrah. Imbas yang Bisa ditimbulkan darinya Yaitu Bisa Jadi orang itu akan meninggalkan istrinya di masa yang akan datang. Demikian pula dengan seorang istri yang membayangkan seorang laki-laki yang bukan suaminya.

Loading...

Sebagian ulama berpendapat bahwa hal yang demikian termasuk di zina maknawi yang dibolehkan, di karenakan mata terkadang berzina dan zinanya Yaitu memandang yang diharamkan, akal terkadang berzina dan zinanya Yaitu menikmati khayalan yang diharamkan.

Para ulama berbeda pendapat mengenai seorang suami yang menggauli istrinya sambil membayangkan wanita lain, demikian pula seorang istri yang sedang digauli suaminya Padahal dia membayangkan laki-laki lain :

Sebagian besar ulama Menyebut bahwa hal yang demikian Yaitu haram, ini Yaitu pendapat para ulama madzhab Hanafi, Maliki dan Hambali dan sebagian Syafi’i, bahkan sebagian dari mereka menganggap hal itu Yaitu bagian dari zina.

Ibnul Hajj al Maliki Menyebut,

“…bila seorang laki-laki melihat seorang wanita yang menarik hatinya, setelah itu laki-laki itu mendatangi istrinya (jima’) dan membayangkan wanita yang tadi dilihatnya hadir dikedua bola matanya maka ini Yaitu bagian dari zina. Seperti halnya Ungkap ulama kita terhadap orang yang mengambil segelas air dan membayangkan air itu Yaitu khamr yang akan diminumnya maka air itu berubah Jadi haram baginya.. Hal ini tak hanya untuk kaum lelaki aja akan akan tetapi juga untuk para wanita bahkan lebih kuat lagi. Hal seperti ini Bisa lebih sering terjadi di wanita di Masa sekarang dikarenakan seringnya ia keluar rumah dan memandang orang lain. Apabila seorang wanita melihat seorang laki-laki yang menarik perhatiannya dan saat dia berjima’ dengan suaminya dia membayangkan laki-laki yang dilihatnya tadi maka dia telah berzina.. kita meminta perlindungan kepada Allah..” (Al Madkhol)

Ibnu Muflih al Hambali Menyebut,

“Ibnu ‘Aqil menguatkan hal ini didalam bukunya “ar Riayah al Kubro” Yaitu seandainya seorang suami membayangkan seorang wanita yang diharamkan baginya tatkala berjima’ maka dia berdosa.”

Ibnu Abidin al Hanafi—Seusai menyebutkan Ungkap Ibnu Hajar al Haitamiy asy Syafi’i—Menyebut

“Aku tak melihat seorang dari kami (dari kalangan Hanafi) yang menentang hal ini, dan dia Menyebut di “Ad Duror”, “… di karenakan membayangkan dia sedang menyetubuhi wanita asing Yaitu memvisualkan kemaksiatan dengan cara langsung terhadap fisik wanita itu…”

Sebagian ulama Syafi’i mengharamkannya dengan Menyebut,

”al Iroqi menyebutkan didalam “Thorhut Tatsrib” Yaitu seandainya seorang laki-laki menyetubuhi istrinya sementara di pikirannya ia sedang menyetubuhi wanita yang diharamkan baginya maka ini Yaitu haram dikarenakan ia memvisualkan yang haram.”

Fantasi Seks di Islam Serupa dengan Zina?

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here