Home Berita Islam Terbaru Fahri Hamzah: Pak Jokowi, Berhentilah Jadi Walikota!

Fahri Hamzah: Pak Jokowi, Berhentilah Jadi Walikota!

50
0
Fahri Hamzah: Pak Jokowi, Berhentilah Jadi Walikota!
Berita Islam 24H – 2 tahun pemerintahan Jokowi tak serius membangun system, sibuk dengan permukaanisme
di sistem presidensialisme, tugas legislasi pemerintah jauh lebih dominan dari DPR, penerjemah dan pelaksana dari UU Yaitu pemerintah
DPR bersama Pemerintah hanya bekerja membuat UU, Anggaran pelaksana dan juklak juknis murni tugas pemerintah.
UU yang mempunyai Imbas paling luas untuk kehidupan masyarakat Yaitu UU Pemda. Warga negara Hayati di satuan Pemda. Pempus tak mempunyai warga dan teritori.
Aplikasi dari seluruh UU sektoral pasti bermuara di Pemda. UU Pemda merangkum seluruh Aplikasi UU sektoral.
UU 23/2014 mengenai pemda mengamanatkan 30 RPP yg wajib diselesaikan pemerintah di waktu 2 tahun Seusai diundangkan.
Tanpa 30 PP ini maka seluruh UU lain tak akan Bisa diimplementasikan, juklak juknis Aplikasi UU oleh Pemda wajib diatur di PP UU Pemda.
2 oktober 2016 Yaitu waktu terakhir untuk pemerintah untuk menyelesaikan 30 RPP yg diamanatkan oleh UU Pemda.
Namun hingga lewat batas dua tahun, pemerintah baru menyelesaikan 1 PP Yaitu PP 18/2016 mengenai perangkat daerah.
Maka 2 tahun Seusai UU Pemda baru ini berjalan membuat pemda Hayati tanpa Anggaran pelaksana.
Revisi UU 32/2004 yg disahkan diakhir jabatan Presiden SBY merubah 80% fundamen sistem pemerintahan daerah.
Pelimpahan wewenang dari kabupaten ke provinsi, provinsi ke pusat berubah 80% dari UU sebelumnya.
Pelimpahan kewenangan ini membuat sistem perizinan pun berubah, daerah tak mungkin membuat perda tanpa PP.
Kepala daerah tak mungkin membuat Peraturan Kepala Daerah tanpa Perda. Desa tak mungkin membuat Perdes tanpa ketentuan peraturan yg lebih tinggi.
Investor dan pengusaha bingung mengurus perizinan kemana, pemerintahan daerah stagnan menyambut geliat ekonomi krn kekosongan Anggaran pelaksana.
Sementara itu presiden sibuk membuat paket kebijakan ekonomi bertubi tubi, Pemda tak mungkin bs merespon tanpa dasar Anggaran.
Presiden sibuk mengurus pungli, sementara PP ttg pelayanan minimal di pemda sbg perintah pasal 18 ayat 3 tak kunjung lahir.
Bukan hanya terkait perintah UU untuk membuat 30 PP di UU Pemda yg mengatur hajat Hayati seluruh warga yg tak diselesaikan.
Suksesi kepemimpinan nasional pun terancam amburadul, hingga di ini 5 paket RUU politik yg mengatur nafas demokrasi belum dikirim ke DPR.
MK memutuskan Pemilu Legislatif dan Pilpres dilakukan di hari yg Serupa, kodifikasi UU Pemilu Jadi keharusan.
UU Pemilu wajib selesai diundangkan maksimal dua tahun sebelum pemilu diselenggarakan, KPU bawaslu butuh waktu menyusun peraturan pelaksana.
Utk itu, tersisa satu tahun untuk DPR dan Pemerintah untuk mengesahkan UU Pemilu, namun hingga skrg Pemerintah belum mengirimkan draft.
Disamping dua permasalahan besar ini, hingga dua tahun kepemimpinan Jokowi menumpuk puluhan RPP lain yg diperintahkan UU tak juga diselesaikan.
Pemerintah sibuk mempromosi Indonesia sbg Produsen dan pasar Paling Besar produk halal, Namun hingga november 2016 sbg batas akhir wajib terbentuknya Badan Pengelola Agunan Produk halal belum ada PP nya.
Soal haji juga gitu. Kita sudah punya UU haji sejak 1998 dan 1999 tapi amanat PP belum semua terlaksana.
Lahir juga UU 34/2014 mengenai Badan Pengelola Keuangan Haji. RPP tak dilaksanakan dan UU mau berubah lagi.
Saya ‘gemes’ dengan banyak hal di karenakan Pemerintah sibuk di ujung dan di hulu semua diabaikan
Kembalilah ke istana Pak Presiden. Teken dan buatlah peraturan teknis negara ini
Berhentilah Jadi walikota. Berbicara dan berpidato lah keluarkan isi pikiran revolusimu itu.
Pemilu masih lama tuan Presiden. Ini ujung 2016 dan pemilu di tengah 2019. Jgn terlalu Genjah berfikir pemilihan lagi
Maafkan saya,
Jangan kecewa.
Kita dibayar rakyat untuk tugas berbeda
Presiden disuruh kerja dan eksekusi.
DPR disuruh mengawasi.
Uang rakyat wajib kinerja.
Demikian presidenku
By: Fahri Hamzah
Loading...

Fahri Hamzah: Pak Jokowi, Berhentilah Jadi Walikota!

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here