Home Berita Islam Terbaru DR. Muhammad Arifin Badri : Penipuan Dengan Jargon Membela Wong Cilik (Jargon...

DR. Muhammad Arifin Badri : Penipuan Dengan Jargon Membela Wong Cilik (Jargon Komunis)

181
0
DR. Muhammad Arifin Badri : Penipuan Dengan Jargon Membela Wong Cilik (Jargon Komunis)

Berita Islam 24H – Jargon yang kedengarnya indah, namun penuh dengan Bisa Menghentikan. Betapa tak, apabila untuk mendapatkan job, dukungan, simpatisan, dan akhirnya keuntungan, wajib membela wong cilik, maka dengan berakhirnya atau minimal menyusutnya jumlah wong cilik, berarti kerjaan mereka akan Genjah berakhir, dukungan kepada merekapun menyusut, dan akhirnya keuntungannnya juga Berawal Dari berakhir.
Kondisi ini menuntut para penjual jargon “membela wong cilik” wajib berpikir ulang, bagaimana supaya dagangannya ini terus laku dan tak kehabisan stok? ya, akhirnya wong cilik diperbanyak, supaya mereka Bisa terus berjualan dan akhirnya selalu mendapat keuntungan besar dan bahkan Seandainya Bisa bertambah hari bertambah besar, di karenakan nyayian ” membela wong cilik” senantiasa terdengar merdu oleh banyak orang.
Sebagaimana jargon : membela wong cilik mengesankan bahwa mereka siap berkonfrontasi dengan wong gede, demi memperjuangkan wong cilik. dan mengesankan bahwa wong cilik di negri ini tertindas, dan terpinggirkan oleh wong gede. Pernahkah kalian bertanya: la mereka sendiri yang setiap hari teriak teriak membela wong cilik, apakah mereka itu termasuk wong cilik atau termasuk wong gede?
Pernahkah kalian bertanya: sejatinya siapakah yang selama ini menindas dan meminggirkan wong cilik, sehingga menyebabkan mereka butuh pembelaan?
Saudaraku wong cilik atau wong gede sebenarnya tak wajib pembelaan, di karenakan keberadaan wong cilik Yaitu syarat alamiyah untuk terciptanya Ekuilibrium dan kesejahteraan untuk semua orang. Sebagaimana keberadaan wong gede juga demikian, Jadi syarat alamiyah untuk terciptanya kesimbangan dan kesejahteraan untuk semua orang.
Coba bayangkan andai di hutan rimba hanya Hayati singa dan macan, apa yang akan terjadi? Dan sebaliknya andai di rimba hanya Hayati gerombolan domba, kelinci , rusa yang terus beranak pinak, apa yang akan terjadi? mungkinkah terjadi Ekuilibrium Hayati di sana?
Andai di negri kita hanya Hayati wong wong gede, apa yang akan terjadi?
Dan andai di negri ini hanya Hayati wong cilik, para petani, nelayan, dan buruh tanpa ada pengusaha, pedagang, pejabat dan wong gede lainnya, apa yang akan terjadi?
di karenakan itu di Islam, tak Sempat ada pembangunan jurang pemisah apalagi memperadukan antara wong gede dan wong cilik, yang terjadi sebaliknya wong gede diperintahkan menyayangi dan menyantuni wong cilik dan wong cilik diperintahkan menghormati, membantu dan memanfaatkan wong gede, semuanya Hayati berdampingan dan berinteraksi dengan cara adil dan berimbang, sehinga terciptalah Interaksi mutualisme antara keduanya. Allah Ta’ala berfirman:
نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka di kehidupan Global, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, supaya sebahagian mereka Bisa mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih bagus dari apa yang mereka kumpulkan. (Az ZUkhruf 32)
Cukup, dan sudahi sejarah panjang pembodohan masyarakat dengan jargon membela wong cilik, sudah terlalu banyak bukti bahwa para pedagang jargon inilah yang selama ini paling banyak membodohi dan menindas wong cilik. Dan marilah kita semua kembali ke syari’at Islam, pelajari Islam lalu amalkan, niscaya terciptalah kedamaian dan kesejahteraan untuk semua orang wong cilik dan wong gede dengan cara berimbang.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Loading...

Dr. Muhammad Arifin Badri

DR. Muhammad Arifin Badri : Penipuan Dengan Jargon Membela Wong Cilik (Jargon Komunis)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here