Home Doa Islam Doa Yaitu Ibadah

Doa Yaitu Ibadah

53
0
doa, ibadah, tutorial berdoa, adab berdoa, berdoa yang benar, mustajab, makbul, dikabulkan
Doa Yaitu Ibadah

Doa Bisa didefinisikan Bagaikan permintaan atau permohonan dari pihak yang berkedudukan rendah kepada pihak yang berkedudukan lebih tinggi. Pihak yang berkedudukan rendah Yaitu manusia dan pihak yang berkedudukkan lebih tinggi Yaitu Allah SWT. Kita memohon kepada Allah di karenakan Dialah hakikat yang mempunyai kebesaran, ketinggian, kemuliaan, keagungan, dan Allah pasti akan mengabulkan segala permintaan hamba-Nya. 

Dari pengertian doa di atas, Bisa kita pahami bahwa doa mempunyai kedudukan tinggi. Sebab, saat berdoa, di hakikatnya kita sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT. saat berdoa, kita menghadapkan hati kepada Allah dengan tulus dan tawadhu. 

Hati pun sangat ikhlas di mengesakan Allah, tiada Tuhan Yang Mahatinggi, Mahaagung, dan Mahasempurna selain Allah. Hanya kepada Allah kita menyembah dan memohon sesuatu. Ini pun telah kita nyatakan setiap hari sebanyak 17 kali di 17 rakaat shalat-shalat wajib, belum di shalat-shalat sunah:
“Hanya kepada-Mu (Allah) kami menyembah (ibadah) dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (Q.S. Fatihah: 5).

Sementara itu, beribadah kepada Allah tak hanya sekadar shalat, puasa, zakat, dan haji. Akan akan tetapi, beribadah di arti luas Yaitu segala aktivitas apa pun di kehidupan kita yang sesuai dengan Aplikasi perintah-perintah Allah, termasuk aktivitas berdoa. di suatu hadits, Rasulullah SAW menegaskan bahwa berdoa itu nilainya Serupa dengan ibadah, bahkan doa itulah intisari dari suatu ibadah. Sebab, dari setiap ibadah, kita semua berharap supaya Allah ridho kepada hamba-Nya. Diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya doa itu Yaitu ibadah.” (HR. Imam yang empat dan dishahih oleh Tirmidzi)

Seusai Rasulullah SAW menyebutkan hadits ini, beliau membacakan firman Allah yang artinya: “Dan Tuhanmu telah berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam di keadaan hina dina.” (QS. Al Mumin: 60).

Loading...

Rasulullah SAW membacakan ayat Itu Seusai Menyebut, “Doa itu Yaitu ibadah.” Ini berarti, doa bernilai ibadah apabila dilakukan semata-mata untuk memenuhi perintah Allah, “Ud’uunii” (berdoalah kepada-Ku). Jadi, apabila berdoa bukan di karenakan memenuhi perintah Allah, doa itu tidaklah Jadi ibadah.
 
Ahli Tauhid menyatakan, apabila di berdoa mengharapkan pamrih, yakni mengharap dikabulkan apa yang diminta di doa, itu artinya sudah menjalankan kesalahan di berdoa. Yang demikian itu termasuk su’ul adab (kesalahan-kesalahan di berdoa yang membuat doa itu tak dikabulkan). 

Alasannya, Allah menganugerahkan karunia-Nya tak Bisa dipaksa atau terpaksa lantaran doa si hamba. Ada Anggaran main yang jelas antara Maa Thulib (yang diperintah yakni manusia) dengan Maa Dhumin (yang mempunyai tanggung jawab atau Agunan yakni Allah). Maksudnya, bahwa urusan berdoa Yaitu kewajiban hamba yang diperintah, sedang ijabah (mengabulkan) itu urusan Allah yang memberi perintah. Allah mempunyai Copyright memberi atau tak dan Allah pemberi tanggung jawab yang adil. tak ada dari sekecil apa pun makhluk yang tak mendapatkan bagian dari anugerah-Nya. 

Sementara, maksud menyombongkan diri dari menyembah-Nya Yaitu menyombongkan diri dari tak berdoa kepada Allah. Maka barangsiapa yang tak menghadap kepada Allah dengan memenuhi perintah berdoa untuk menghalau marabahaya dan menolak keburukan atau untuk Menelusuri manfaat dan meraih kebaikkan, berarti ia telah menyombongkan diri di hadapan Allah. Orang yang menyombongkan diri akan dimasukkan ke neraka di keadaan hina. Allah SWT berfirman yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam di keadaan hina dina.” (QS. Al Mumin: 60).

setelah itu, kita melihat adanya pemisahan antara ibadah dan berdoa di ayat  “iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  juga pemisahan antara ibadah dan doa dengan dhomir (Perkataan ganti di bahasa arab, seperti huwa artinya ia/dia) di hadits “addu’aa huwal ‘ibaadah” (doa Yaitu ibadah). Hal ini dimaksudkan untuk memberi penegasan bahwa doa mempunyai cakupan dan keluasan. Artinya, doa Yaitu ibadah yang kedudukannya paling tinggi, paling luhur, dan paling mulia di hadapan Allah SWT. Sumber: Buku Dahsyatnya Doa Para Nabi.

Tags yang berkaitan dengan doa: berdoa, adab berdoa, berdoa saat haid, kelebihan berdoa, tutorial berdoa, berdoalah, tutorial berdoa kristen, berdoa saat hujan, tutorial berdoa yang benar, doa otaknya ibadah.

Doa Yaitu Ibadah

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here