Home Doa Islam Doa di Sedang Galau

Doa di Sedang Galau

164
0
Istilah galau sedang ngetren. Banyak dipakai dan digunakan, khususnya dikalangan ABG (remaja dan pelajar). Ada istilah SMS Galau, Status Galau, Pesan galau, Perkataan-Perkataan galau dan semisalnya. Intinya, menggambarkan kondisi perasaan atau pikiran yang tak enak. Perasaan tak menentu. Rasanya ada yang Anemia. Ada yang tak beres. tak jelas apa sebabnya.
Seandainya menurut Glosarium Besar Bahasa Indonesia edisi IV (2008) halaman 407, dikatakan “galau” itu berarti kacau (mengenai pikiran); “bergalau” berarti (Disorientasi satu artinya) kacau tak keruan (pikiran); dan “kegalauan” berarti sifat (keadaan hal) galau. bila merujuk ke definisi ini, keadaan galau Yaitu di pikiran sedang kacau tak keruan. Orang yang tengah galau pikirannya sedang kacau.

Loading...
Hampir setiap orang Sempat mendapatkan galau. di karenakan tabiat manusia sering berdosa. Dan dosa Jadi sesuatu yang tak Bisa lepas di kehidupan manusia. berdosa juga Jadi Asterik akan insaniyahnya. di karenakan setiap manusia pastilah berdosa sehingga dia wajib menunduk dan merendahkan diri bertaubat dan memohon ampunan kepada Tuhannya.
Berikut ini ini penawar yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di galau datang, kesedihan hinggap, perasaan tak menentu menyerang. Sangat mujarab dan ampuh dosa ini sebagaimana yang dikabarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan (kegundahan)-nya serta menggantikannya dengan kegembiraan.”
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku Yaitu hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku di diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang Jadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan di Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan di ilmu ghaib yang ada di Hepotenusa-Mu, supaya Engkau jadikan Al-Qur’an Bagaikan penyejuk hatiku, cahaya untuk dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap untuk kegelisahanku.”
Doa di atas didasarkan di hadits dari Abdullah bin Mas’ud radliyallah ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan (galau) dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan (keundahan)-nya serta menggantikannya dengan kegembiraan. 
Ibnu Mas’ud berkata, “Ada yang bertanya, ‘Ya Rasulallah, bolehkah kita mempelajarinya?‘ Beliau menjawab, ‘Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya’.” (HR. Ahmad di Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim di Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah di Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban di Shahihnya no. 2372, Al-Thabrani di Al-Mu’jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya di kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz di Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani  di al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)
Apabila yang Berdoa Seorang Wanita
Bentuk lafadz doa di atas untuk mudzakar (laki-laki), Ana ‘Abduka (aku hamba laki-laki-Mu), Ibnu ‘Abdika Wabnu Amatik (anak laki-laki dari hamba-laki-laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba perempuan-Mu).  Seandainya yang berdoa Yaitu laki-laki tentunya lafadz Itu tepat dan tak Jadi persoalan. Namun, apabila yang berdoa seorang muslimah, apakah dia wajib mengganti lafadz di atas dengan bentuk mu’annats (untuk perempuan), Yaitu dengan Allaahumma Inni Amatuk, Ibnatu ‘Abdika, Ibnatu Amatik (Ya Allah aku Yaitu hamba wanita-Mu, anak perempuan dari hamba laki-laki-Mu dan anak perempuan dari hamba perempuan-Mu)?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah Sempat ditanya mengenai seorang wanita yang mendengar doa di atas, tapi dia tetap berpegang dengan lafadz hadits. Lalu ada yang berkata padanya, ucapkan, “Allahumma Inni Amatuk . . . .” namun dia menolak dan tetap memilih lafadz di hadits, apakah dia di Letak yang benar ataukah tak?
setelah itu beliau menjawab, “Selayaknya dia mengucapkan di doanya, “Allahumma Inni Amatuk, bintu amatik  . . .” dan ini Yaitu yang lebih bagus dan tepat, walaupun ucapannya, ‘Abduka, ibnu ‘abdika mempunyai pembenar di bahasa Arab seperti lafadz zauj (pasangan; Bisa digunakan untuk suami atau istri-pent), wallahu a’lam.” (Majmu’ Fatawa Syaikhil Islam Ibnu Taimiyah: 22/488)
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah Sempat juga ditanya mengenai tips berdoanya seorang wanita dengan doa Itu. Apakah wanita itu tetap mengucapkan, “wa ana ‘abduka wabnu ‘abdika” (dan saya Yaitu hamba laki-laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba laki-laki-Mu) ataukah wajib mengganti dengan, “Wa ana amatuk, ibnu ‘andika atau bintu ‘abdika“?

Beliau rahimahullah menjawab, “Persoalan ini luas Insya Allah, Persoalan di masalah ini luas. Apabila wanita itu berdoa sesuai dengan hadits, tak apa-apa. Dan bila berdoa dengan bentuk yang ma’ruf untuk wanita, Allahumma innii amatuk, wabnutu ‘abdika, juga tak apa-apa, semuanya bagus.”  Sumber: voa-islam.com

Tags yang terkait dengan doa dan galau, galau, puisi galau,lagu galau, status galau, kata2 galau, pantun galau, obat galau, cerita galau, radio galau, berdoa, adab berdoa, berdoa saat hujan, berdoa saat haid, tips berdoa yang benar, berdoa dan usaha, tips berdoa kristen, berdoa saat sujud, tips berdoa novena 3 salam maria.

Doa di Sedang Galau

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here