Home Doa Islam di Islam menjalankan Seks Oral Dilarang (Hukumnya Haram)

di Islam menjalankan Seks Oral Dilarang (Hukumnya Haram)

39
0

Website Eksklusif Doa – Dewasa ini, medis membolehkan hampir semua jenis Interaksi suami istri. Hampir tak ada lagi batas-batas dan benang merah apa yang boleh dan tak boleh di Herbi suami istri. bila untuk orang non-Islam, hal itu mungkin tak mengapa. akan tetapi bagaimana dengan Islam?

Disorientasi satu yang kerap Jadi pertanyaan di Interaksi suami istri Yaitu mengenai oral seks. Bolehkah di Islam?

di kitab Masa`il Nisa’iyyah Mukhtarah Min Al-`Allamah Al-Albany karya Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul Huda AI¬Jaza’ir), Muhadits dan Mujaddid Masa ini, Asy-Syaikh AI-`Allamah Muhammad Nashiruddin AI-Albany rahimahullah ditanya Bagaikan berikut:

“Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya, dan seorang lelaki sebaliknya?”

Beliau menjawab:

“Ini Yaitu perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar Generik bahwa di banyak hadits, Ar-Rasul melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) Fauna-Fauna, seperti Embargo beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti tolehan srigala dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa Nabi Shallallahu `alahi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna Embargo Itu pelarangan tasyabbuh dengan Fauna-Fauna—Bagaikan penguat yang telah lalu, apalagi Fauna yang telah dlketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang Muslim, dan keadaannya seperti ini, merasa tinggi untuk menyerupai Fauna-Fauna.”

“Adapun Imbasan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini Yaitu haram, tak dibolehkan. di karenakan ia (kemaluan suami) Bisa memancar. Seandainya memencar, maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke di mulutnya lalu ke perutnya maka boleh Jadi akan menyebabkan penyakit baginya. Dan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah telah berfatwa mengenai haramnya hal Itu—sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”

Asy-Syaikh AI-`Allamah `Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman AI-Jabiry hafizhahullah, Disorientasi seorang ulama besar kota Madinah, di suatu rekaman, beliau ditanya Bagaikan berikut,

“Apa hukum oral seks?”

Beliau menjawab:

“Ini Yaitu haram, di karenakan itu termasuk tasyabbuh dengan Fauna-Fauna. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah seperti ini. Hal Itu di karenakan ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki Muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia Herbi dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Seandainya ia Herbi dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa sallam.”

Loading...

Boleh Melihat Kemaluan Pasangan Absah?

di Islam, Interaksi seksual antara pasangan suami istri bukanlah hal yang terlarang untuk dibicarakan, namun bukan pula hal yang dibebaskan sedemikian rupa.

Hal yang tak Bisa dihindari saat seseorang ingin menjalankan oral seks terhadap pasangannya Yaitu melihat dan menyentuh kemaluan pasangannya. di hal ini para ulama dari madzhab yang empat bersepakat diperbolehkan untuk suami untuk melihat seluruh tubuh istrinya hingga kemaluannya di karenakan kemaluan Yaitu pusat kenikmatan. Akan akan tetapi setiap dari mereka berdua dimakruhkan melihat kemaluan pasangannya terlebih lagi bagian dalamnya tanpa suatu keperluan, sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah yang Menyebut, “Aku tak Sempat melihat kemaluannya saw dan beliau saw tak Sempat memperlihatkannya kepadaku,” (Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2650).

Seorang suami berhak menikmati istrinya, khususnya bagaimana dia menikmati berjima’ dengannya dan seluruh bagian tubuh istrinya dengan suatu kenikmatan atau menguasai tubuh dan jiwanya yang Jadi haknya untuk dinikmati maka telah terjadi Disparitas pendapat diantara para ulama kami, di karenakan tujuan dari berjima’ tidaklah hingga kecuali dengan hal yang demikian. (Bada’iush Shona’i juz VI hal 157 – 159, Maktabah Syamilah)

Setiap pasangan suami istri yang diikat dengan pernikahan yang Absah didalam berjima’ diperbolehkan untuk saling melihat setiap bagian dari tubuh pasangannya hingga kemaluannya. Adapun hadits yang menyebutkan bahwa siapa yang melihat kemaluan (istrinya) akan Jadi buta Yaitu hadits munkar tak ada landasannya. (asy Syarhul Kabir Lisy Syeikh ad Durdir juz II hal 215, Maktabah Syamilah)

di Islam menjalankan Seks Oral Dilarang (Hukumnya Haram)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here