Home Politics Debu di Meja Kafe dan Citra Terpuruknya Afghanistan

Debu di Meja Kafe dan Citra Terpuruknya Afghanistan

26
0

Afghanistan menghadapi krisis ekonomi terburuk sepanjang sejarah

CeramahTerbaru.net, JAKARTA— Sejak pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban, negara itu telah jatuh ke di Dekadensi ekonomi paling serius sejak 1990-an. 


Miliaran dukungan luar negeri yang dulunya melengkapi anggaran negara di ini dibekukan dan segala sesuatu Berawal Dari dari Boga hingga bahan bakar dan bahkan uang tunai sendiri Jadi langka. 


“Ada jutaan orang yang akan kelaparan dan akan datang musim dingin. Apalagi sedang Covid-19,” Perkataan Disorientasi satu staf dari UNICEF, Omar Abdi, dikutip dari beta.ctvnews.ca di Senin (11/10). 


Dia Menyebut, di rumah sakit anak-anak utama di Kabul, staf mondar-mandir di bangsal yang penuh dengan bayi kekurangan gizi. Ini Yaitu sistem dengan cara Keseluruh yang berada di ambang kehancuran. 


Mata uang Afghanistan telah jatuh nilainya. Penarikan tunai pekanan dibatasi hingga dua ratus dolar dan tabungan tak Bisa diakses. Hanya di satu bulan, harga gas melonjak 60 persen di seluruh negeri, sementara harga sekantong tepung melonjak 40 persen.   


Bahkan sekaleng kacang sederhana mendapatkan kenaikan harga setinggi 30 persen. Orang-orang menjual karpet dan barang-barang rumah tangga lainnya untuk membeli Boga, dengan banyak orang tua yang tak makan sehingga anak-anak mereka Bisa makan. 


“Sangat menyedihkan bahwa selama berminggu-minggu krisis Manusia baru aja meningkat dan membesar dengan kecepatan yang luar biasa,” Perkataan Direktur Program Pangan Global untuk Afghanistan, Mary-Ellen McGroarty. 


Lalu, tiga perempat dari pengeluaran negara Sempat datang dari organisasi internasional akan tetapi sejak pengambilalihan Taliban dukungan keuangan telah ditunda. 

Loading...


Seorang karyawan di suatu toko roti Menyebut bahwa para pekerja di Afghanistan meminta Imarah Islam untuk melonjakkan Interaksi dengan negara-negara tetangga dan seluruh Global sehingga harga turun. 


Di kafe Tabasum, debu di atas meja melukiskan Citra ilustratif mengenai kafe yang dulunya ramai.  Dekadensi ekonomi, dikombinasikan dengan ketakutan akan Taliban, memaksa pemiliknya, seorang wanita berusia 23 tahun untuk mengunci pintu. 


Dia Menyebut bahwa semua staf perempuannya berhenti masuk di karenakan takut bahwa suatu hari nanti Taliban akan masuk dan memukuli mereka. 


Menurut Taliban, beberapa dukungan mungkin sedang di perjalanan mereka Menyebut di Ahad bahwa Amerika Serikat telah setuju untuk membagikan dukungan Manusia sementara menolak untuk membagikan pengakuan kepada Taliban Bagaikan pemimpin baru negara itu. 


Akhir pekan ini, pembicaraan langsung pertama antara Amerika Serikat dan Taliban terjadi sejak Amerika Serikat menarik pasukan dari Afghanistan di akhir Agustus.  


Amerika Serikat belum membagikan konfirmasi yang jelas mengenai dukungan Itu, yang menyatakan di Ahad bahwa kedua belah pihak membahas pemberian dukungan Manusia yang kuat dari Amerika Serikat langsung kepada orang-orang Afghanistan.  


 


Sumber: beta.ctvnews

Debu di Meja Kafe dan Citra Terpuruknya Afghanistan

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here