Home Berita Islam Terbaru Dari Kuba, Jaya Suprana Menangis Menyaksikan Long March Ciamis-Jakarta

Dari Kuba, Jaya Suprana Menangis Menyaksikan Long March Ciamis-Jakarta

102
0
Dari Kuba, Jaya Suprana Menangis Menyaksikan Long March Ciamis-Jakarta
Berita Islam 24H – DI belahan akhir 2016, saya sedang berada di Havana, Kuba untuk menjumpai Dubes RI untuk Kuba di kantor KBRI di Havana di rangka mempersiapkan rencana kerja Serupa kebudayaan Indonesia-Kuba. Di Kuba, dengan cara kebetulan saya Sempat menyimak berita mengenai long-march ribuan santri perwakilan dari Pondok Pesantren se-Kabupaten Ciamis ke Jakarta dangan berjalan kaki.
Long-March terpaksa dilakukan di karenakan tak memperoleh bus yang bersedia mengangkut massa dari Ciamis ke Jakarta terkait aksi unjuk rasa 2 Desember 2016. Mereka mengambil titik awal menempuh perjalanan jauh dengan jalan kaki, long march dari Masjid Agung Ciamis, Senin 28 November 2016.
Sebelum mengawali perjalanan panjang untuk bergabung di Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, para santri mendapat arahan dari koordinator kegiatan. Santri yang siap menempuh perjalanan sekitar 300 kilometer Itu sudah membawa bekal yang dimasukkan di di tas punggung. Selain itu beberapa di antaranya juga mengenakan caping dan tongkat.
di barisan depan ada yang membawa bendera Merah Putih. Seusai konsolidasi dianggap selesai, dari Masjid Agung Ciamis, massa santri Berawal Dari Dinamis menyusuri jalan hingga seterusnya Futuristis Jakarta. Beberapa tempat istirahat, terutama pondok pesantren yang bakal dilewati, juga telah dipersiapkan menerima mereka.
Pikiran Rakyat memberitakan: “tak ada angkutan bus, di karenakan PO bus dilarang, tak menyurutkan tekad kami pergi ke Jakarta dengan jalan kaki. Kami mohon doa dari seluruh umat muslim supaya diberi kekuatan, keselamatan dan kelancaran,” tutur Komando Lapangan, Deden Badrul Kamal, Senin 28 November 2016 di halaman Masjid Agung Ciamis.
Deden menegaskan, aksi GNPF MUI yang berlangsung 2 Desember 2016 di Jakarta, tak ada niatan untuk makar, sebab murni membela Islam. Para santri, lanjutnya, hanya diminta membawa sajadah, Alquran dan bekal untuk perjalanan. Rombongan santri asal Ciamis, direncanakan hingga di Jakarta di Jumat 2 Desember 2016.
“tak ada senjata, hanya sajadah dan Alquran. Tudingan yang sangat keji, bila yang kami lakukan dianggap makar. Kami menegakkan keadilan, membela Islam,” demikian ujar Deden.
Tanpa berani melibatkan diri ke di polemik yang Jadi latar belakang long march Ciamis-Jakarta yang dilakukan oleh para santri Itu, saya mengakui bahwa lubuk sanubari terdalam saya merasa sangat tersentuh oleh gelora semangat para santri Menelusuri keadilan yang memang akhir-akhir ini Jadi benda langka di di kehidupan bangsa Indonesia.
Sempat saya tak menahan tetesan air mata saat menyimak berita para santri berjalan kaki dari Ciamis ke Jakarta. Dari Havana, Kuba nun jauh dari persada Nusantara tercinta, saya tak berdaya menjalankan apa pun kecuali menulis naskah sederhana ini demi Empati memanjatkan doa kepada Yang Maha Afeksi supaya berkenan melimpahkan kurnia rahmat dan berkah kekuatan, keselamatan dan kelancaran untuk para santri yang bersemangat berjalan kaki dari Ciamis ke Jakarta demi bergabung dengan sesama rakyat Indonesia yang akan memanjatkan doa bersama untuk negeri di Monas Jakarta, 2 Desember 2016 mendatang. Amin. [ceramahterbaru.net / rc]
Loading...
loading…

Dari Kuba, Jaya Suprana Menangis Menyaksikan Long March Ciamis-Jakarta

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here