Home Berita Islam Terbaru Dahlan Iskan Puji Mahathir yang Batalkan Proyek Kereta Genjah, Sindir Indonesia dengan...

Dahlan Iskan Puji Mahathir yang Batalkan Proyek Kereta Genjah, Sindir Indonesia dengan ‘Via Vallen’

185
0
Berita Islam 24H – Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan memuji kebijakan Perdana Menteri baru Malaysia Mahathir Mohamad yang membatalkan proyek China Kereta Genjah.
“Akhirnya akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta Genjah Kuala Lumpur ke Singapura. Itu akan membuat Malaysia Ekonomis 36 miliar dolar. Mahathir bilang: kita wajib hindarkan negara dari kebangkrutan,” tulis Dahlan Iskan di Website pribadi Catatan Hariannya.
Bos Jawa Pos ini menyindir Indonesia dengan sebuatan ‘negerinya Via Vallen’.
“untuk Malaysia sebenarnya masih punya beberapa kelebihan. Dibanding tetangganya: negerinya Via Vallen,” tulis Dahlan Iskan.
Simak selengkapnya tulisan Dahlan Iskan.
Akal Sehat Bikin Tamat Kereta Genjah
(Oleh: Dahlan Iskan)
Akhirnya akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta Genjah Kuala Lumpur ke Singapura. Itu akan membuat Malaysia Ekonomis 36 miliar dolar. Mahathir bilang: kita wajib hindarkan negara dari kebangkrutan.
Apakah proyek itu tak penting?
Penting. Tapi tak sangat penting. Penting mana: proyek itu atau mengendalikan utang? Tergantung jenis utang, tenor dan tingkat bunga. Yang lebih penting lagi dibandingkan dengan tingkat kemampuan mengembalikannya. Atau besarnya beban di anggaran negara.
Dilihat dari Letak utang Malaysia di ini: gak usah Mahathir; saya pun akan membatalkannya.
Apalagi di kondisi seperti ini. Para ekonom Amerika pun sudah mengingatkan. Kondisi di ini sangat mengkhawatirkan. Khususnya untuk negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, India, Thailand. Yang beban hutangnya sangat besar.
Kekhawatiran itu Jadi wat-menggawat di karenakan tak ada yang Bisa menyetop penguatan dolar. di ini. Dan masih akan terus begitu.
Ekonom belum sepakat mengapa ekonomi Amerika begitu menguat. Presiden Trump menepuk dada: hasil kinerjanya. Terutama berkat pemotongan pajaknya. Yang drastis itu. Dari 31 persen ke 21 persen. Juga berkat kebijakan imigrasinya. Yang sangat ketat. Pengangguran Jadi turun drastis. Tinggal 4 persen. Terendah sepanjang sejarah Amerika.
Yang anti Trump bilang: tak mungkin. Trump belum lama Jadi presiden. Ekonomi itu tak Bisa dibuat bagus mendadak. tak seperti bikin burrito. Makan waktu. Kondisi bagus ini, Perkataan mereka, hasil konsolidasi yang dilakukan Obama.
Biarlah para ahli yang membahasnya. Yang jelas dampaknya di ekonomi negara berkembang sangat mengkhawatirkan: Bisa membuat krisis lagi.
untuk Malaysia pembatalan proyek besar itu sangat rasional. di kondisi seperti ini langkah penyelamatan yang diutamakan. Ibarat lagi Dehidrasi angin, layang-layangnya wajib ditarik Dulu. Bukan malah benangnya terus ditambah.
Hutang Malaysia mencapai 1 triliun ringgit. Seandainya dirupiahkan sekitar 3.0 triliun. Itu mencapai 65 persen GDP. Hanya sedikit di bawah hutang Indonesia yang hampir 4.000 triliun (30 persen dari GDP).
Singapura tentu marah. Bisa-Bisa mengenakan denda 500 juta dolar. Seperti tertulis di kontrak. Tapi putusan Mahathir sudah final. Proyek 350 km ini memakan biaya 110 miliar ringgit.
Tiongkok, Bagaikan yang punya proyek, tentu juga marah. Tapi Mahathir punya penasihat hebat: Robert Kuok. Raja gula Global. Pemilik hotel-hotel Shangrila. Yang sangat dekat dengan Beijing. Umurnya tak jauh dari Mahathir.
Singapura harusnya paham. Beban Malaysia terlalu berat. Ibarat wajib main sepakbola kakinya dibebani besi.
Singapura tak punya beban itu. Ekonominya juga lagi bagus. Tiongkok juga tak punya beban. Saya yakin Singapura akan mengerti. Tiongkok akan mengerti.
Tentu Singapura tak akan berpikir bahwa ini balas dendam. karena kejengkelan Mahathir masa lalu. Yang punya keinginan membangun jembatan antar dua negara. Bagaikan pengganti causeway bridge yang wajib dibongkar. Yang ditolak Singapura.
Negara seperti Turki pun di ini lagi pusing. Mata uangnya, lira, merosot 20 persen. Setahun terakhir. Padahal bulan depan Pemilu.
Malaysia sudah membuktikan Sempat Jadi negara yang lolos krisis. Di masa jatuhnya Pak Harto. di ini Malaysia lagi menarik benang untuk menghadapi angin yang kian hilang.
untuk Malaysia sebenarnya masih punya beberapa kelebihan. Dibanding tetangganya: negerinya Via Vallen. Pembuatan minyaknya hampir Serupa dengan Indonesia. Di sekitar 700 ribu barrel perhari. Itu cukup untuk pengadaan BBM di negerinya. Yang jumlah mobil nya hanya 18 juta.
Sedang di negerinya Via Vallen jumlah mobilnya 70 juta. Berarti wajib menambah terus impor BBM. Di di harga minyak mentah yang sudah mencapai 80 dolar/barel impor BBM itu akan menyiksa.
Mumpung bulan puasa, mari kita tambahkan doa. supaya pikiran sehat juga dipakai bersama-Serupa. [b-islam24h.com / portalislam]
Loading...
Advertisement

Dahlan Iskan Puji Mahathir yang Batalkan Proyek Kereta Genjah, Sindir Indonesia dengan ‘Via Vallen’

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here