Home Berita Islam Terbaru Cerita Valina Diusir dari Angkot di karenakan Berpakaian Syar’í

Cerita Valina Diusir dari Angkot di karenakan Berpakaian Syar’í

67
0
Berita Islam 24H – Atribut Islam Jadi perbincangan di beberapa hari terakhir Seusai aksi bom di Surabaya dan Sidoarjo yang menewaskan sejumlah orang. Beberapa pihak turut memojokkan umat Islam dengan atribut yang dikenakan.
Valina Khiarin Nisa, wanita asal Surabaya ini Jadi korban dari beberapa pihak yang memojokkan umat Islam dari pakaian yang ia kenakan. Valina yang kesehariannya mengenakan pakaian syar’i tanpa Burkak malah merasa terpojokkan di karenakan banyak warga yang mencurigainya Bagaikan teroris.
di dihubungi kumparan, Valina mengisahkan dirinya diusir dari angkot di karenakan mengenakan pakaian syar’i. Padahal, Valina terbiasa naik angkot untuk pulang ke rumah, namun saat aksi bom yang dilakukan oleh teroris wanita, Etos warga mengenai dirinya berbeda dari sebelumnya.
“Kejadiannya kemarin, di hari yang Serupa di ledakan di Polrestabes Surabaya. Ledakan jam 8.50 WIB, kejadian saya di daerah Indrapura Surabaya jam 18.15 WIB,” ujar Valina kepada kumparan, Selasa (15/5).
Kondisi angkot yang dinaiki Valina di itu hampir penuh. Menurut Valina, tatapan para penumpang lain di dirinya hendak naik angkot terlihat cemas dan sebagian lainnya terlihat sinis. Dia menduga tatapan tak menyenangkan itu terkait bom bunuh diri yang dilakukan oleh Puji Kuswati dan kedua anaknya di Gereja GKI Diponegoro Surabaya yang juga mengenakan pakaian syar’i.
di itu Valina mengenakan pakaian dan kerudung panjang berwarna biru dongker. Hal Itu membuat orang sekitar menganggapnya seperti teroris.
Dia juga cemas di karenakan para penumpang angkot juga mencurigai barang bawaannya. Mereka menuduh dirinya membawa bom.
“Ada yang celetuk ‘itu tasnya isi apa coba?’ Saya memang memakai tas ransel besar warna ungu gelap dan tas jinjing berwarna hitam,” tuturnya.
Baru 10 menit duduk diangkot, Valina diminta turun oleh sopir angkot dengan alasan angkot penuh. Padahal menurutnya di itu kondisi angkot belum benar-benar penuh. Ia pun turun dari angkot Itu di karenakan Etos seluruh penumpang angkot yang gelisah melihat dirinya.
“Saya bilang, saya enggak apa-apa duduk di dekat pintu, di karenakan saya biasa naik angkot, tapi tetap enggak dibolehin,” ungkapnya.
di karenakan kondisi yang sedang lelah dan tak ingin membuat keributan di angkot, Valina mengalah untuk turun. Ia juga Sempat jelaskan kepada penumpang bahwa tas besar yang dibawanya berisi laptop dan jaket.
Letih di karenakan diusir dari angkot, Valina setelah itu membeli bakso yang tak jauh dari lokasi Itu. Namun pengalaman tak menyenangkan kembali dialaminya.Dia juga mendapat tatapan sinis dari penjual bakso, hingga akhirnya dia memutuskan batal membeli bakso.
Namun Valina bersyukur di karenakan lingkungan kerja hingga lingkungan rumah tak memandang dirinya seperti teroris.
“Di lingkungan kerja, rumah dan pertemanan alhamdulillah bagus bagus aja,” pungkasnya.
Stereotip semacam ini tak hanya dialami Valina. Seorang Pemakai Facebook Zulaecha Tasbih yang kesehariannya memakai Burkak, mengaku dibuntuti oleh tiga orang karyawan toko di dirinya berada di pusat perbelanjaan. Zulaecha mengaku risih dengan perlakuan tak mengenakkan Itu.
Selain itu, warga Palembang, Rindi, mengaku didatangi Ketua RT di tempat tinggalnya untuk dimintai data. Suami Rindi juga diminta menghadap ke Ketua RT dan melaporkan pekerjaannya. Menurut Rindi, semua warga bercadar di kampungnya didata ulang oleh Ketua RT setempat, tapi tak demikian dengan warga yanag berpakaian biasa.
Sementara itu, Kepala Biro Misi Internasional Interaksi Internasional Polri Brigjen Krishna Murti, di postingannya di akun Instagram pribadinya, @krishnamurti_91, mengimbau netizen untuk tak menilai seseorang dari penampilan semata.
Krishna menyebutkan wanita yang mengenakan Burkak mengikuti ajaran yang mereka yakini. Ia meminta masyarakat untuk tak memberi label negatif di wanita bercadar.
“Wanita menutup aurat dengan jilbab ataupun bercadar itu Yaitu pilihan berdasarkan keyakian masing-masing. Jadi jangan kalian cap mereka dengan label tak bagus. Menutup aurat Yaitu kewajiban yang diajarkan nabi,” tulis Krishna, Senin (14/5). [b-islam24h.com / kumparan]

Loading...

Keterangan: Foto diatas hanya ilustrasi

Advertisement

Cerita Valina Diusir dari Angkot di karenakan Berpakaian Syar’í

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here