Home Berita Islam Terbaru Bersyukur Merupakan Ciri Orang Bertakwa

Bersyukur Merupakan Ciri Orang Bertakwa

27
0
214 views

Bersyukur Merupakan Ciri Orang Bertakwa

BANDA ACEH (Ceramahterbaru.net) – Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh Ustaz Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA. mengingatkan umat Islam mengenai kewajiban bersyukur kepada Allah ta’ala dan keutamaannya.

“Sudah Jadi kewajiban untuk setiap manusia khususnya seorang muslim untuk senantiasa bersyukur kepada Allah ta’ala atas pemberian nikmat-Nya kepadanya, bagus nikmat yang disadarinya ataupun tak, diketahuinya ataupun tak, dan diakuinya ataupun tak. Kenyataannya, Allah ta’ala telah membagikan nikmat yang sangat banyak kepada manusia.”

“Di antara nikmat Allah ta’ala ini Yaitu nikmat Iman dan Islam, keluarga (orang tua, suami, istri, dan anak), harta, kesehatan, keamanan, rezki, umur, akal, bernafas, penglihatan, pendengaran, jabatan, harta, udara, air,, buah-buahan, sumber alam, dan lainnya yang Bisa saya Bisa saya sebutkan satu persatu. Namun nikmat yang paling besar di Hayati ini untuk seorang muslim Yaitu nikmat Iman dan Islam Yaitu nikmat hidayah.”

“Bersyukurlah kita diberi nikmat kesehatan sehingga kita Bisa beribadah dan bekerja dengan bagus. Coba banyangkan Seandainya kita sakit, tentu sulit untuk beribadah dan bekerja, bahkan tidur dan makanpun susah. Bersyukurlah kita diberi nikmat penglihatan. Coba bayangkan Seandainya kita buta, maka kita tak melihat ciptaan Allah. Bersyukurlah kita Bisa mendengar. Coba bayangkan Seandainya kita todak Bisa mendengar, maka Hayati kita susah. Bersyukurlah kita diberi nikmat bicara. Coba bayangkan Seandainya kita bisu tak Bisa bicara maka susah Hayati kita. Bersyukurlah kita Bisa bernafas. Coba bayangkan Seandainya kita sesak nafas, maka Hayati kita susah. apabila semua nikmat ini tak diberikan atau dicabut, maka Hayati ini Jadi susah dan menderita.”

“Sungguh banyak nikmat Allah ta”ala berikan kepada kita sehingga kita tak mampu menghitungnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan bila kita menghitung nikmat Allah, niscaya kita tak akan mampu menghitungnya. (An-Nahl: 18 dan Ibrahim 34).”

“Oleh di karenakan itu, Allah ta’ala memerintahkan para hamba-Nya untuk bersyukur kepada-Nya atas segala nikmatnya yang telah diberikan kepada mereka dan melarang kufur nikmat-Nya. Maka, sudah Jadi kewajiban untuk kita untuk bersyukur kepada-Nya.”

Nasehat ini disampaikan oleh Ustaz Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA di ceramah Shubuh di Masjid Syeikh Abdurrrauf Blang Oi Banda Aceh, di hari Sabtu (17/09). Ceramah yang dihadiri lebih dari seratusan orang jama’ah ini berlangsung lebih Anemia 40 menit dengan topik “Menyukuri Nikmat Allah ta’ala”.

Selanjutnya ustaz Yusran yang juga jebolan Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh di International Islamic University Malaysia (IIUM) jelaskan makna syukur.

“Syukur Yaitu senantiasa memuji Allah ta’ala bagus di waktu suka ataupun sedih dan waktu lapang ataupun sulit, menaati segala perintah-Nya bagus yang wajib ataupun yang sunnat dan segala Embargo-Nya bagus yang haram ataupun yang makruh, serta ridha terhadap qadar (ketentuan) Allah ta’ala yang bagus dan yang buruk. Inilah hakikat syukur yang wajib diamalkan oleh setiap muslim.”

“Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin berkata, “Menurut sebahagian ulama bersyukur Yaitu menaati Dzat Yang membagikan nikmat (Allah ta’ala). Inilah syukur, Yaitu kita menaati Dzat Yang membagikan nikmat (Allah ta’ala), terutama nikmat yang Sesuai dengan nikmat ini. bila Allah membagikan nikmat kepada kita dengan harta, maka hendaknya ada di diri kita pengaruh dari harta ini di pakaian kita, rumah kita, kenderaan kita, sedekah kita, ataupun nafkah kita, hendalah terlihat pengaruh nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita di harta ini.”

“di ilmu, bila Allah menganugerahkan ilmu kepada kita, maka pengaruh ilmu itu wajib terlihat di diri kita berupa semangat menyebarkannya di tengah-tengah orang ramai, mengajarkannya kepada orang banyak, berdakwah kepada Allah azza wa jalla, dan sebagainya, Maka syukur ada di nikmat yang Serupa yang diberikan Allah kepada kita, atau lebih Generik. Jadi, orang yang berbuat maksiat kepada Allah berarti tak bersyukur kepada nikmat Allah, di karenakan dia telah kufur nikmat Allah, semoga kita dijauhkan.” (Syarhu Riyadhus Shalihin: 457).”

“Bersyukur tak hanya di lakukan di waktu mendapat kesenangan dan kemudahan, namun juga di waktu mendapat kesusahan dan kesulitan.”

“Oleh di karenakan itu, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bila datang sesuatu yang menyenangkannya beliau mengucapkan, “Alhamdulillah alllazi bini’matihi tatimush shalihat (segala puji untuk Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan Jadi sempurna)”. (HR. Ibnu Majah).”

“Dan bila datang kepada beliau shallahu ‘alaihi wa sallam sesuatu yang tak menyenangkan Yaitu kesusahan dan kesulitan maka beliau mengucapkan. ‘Alhamdulillah ‘ala kulli hal (Segala puji untuk Allah di semua keadaan)”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi),” jelasnya.

Ustaz Yusran yang juga Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Syah Kuala Banda Aceh menegaskan bahwa syukur itu merupakan ciri orang yang bertakwa.

“Syukur merupakan ciri orang yang bertakwa. Orang bertakwa Yaitu orang yang menta’ati segala perintah Allah ta’ala dan meninggalkan segala Embargo-Nya. Orang yang bertakwa akan diberi balasan berupa surga di akhirat nanti.”

“Adapun orang yang tak mau bersyukur maka ia telah menjalankan maksiat kepada Allah ta’ala di karenakan tak ta’at perintah-Nya untuk bersyukur dan juga telah menjalankan perbuatan kufur nikmat yang diharamkan-Nya. Orang yang berbuat maksiat akan diberi balasan berupa azab di akhirat nanti,” ujarnya.

setelah itu, ustaz Yusran yang juga anggota Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh menyebutkan dalil-dalil kewajiban mensyukuri nikmat.

“Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan hal ini, di antaranya: Allah ta’ala berfirman, “Dan katakanlah, ‘Segala puji untuk Allah’.” (Al-Isra’: 111).

“Allah ta’ala juga berfirman, “Dan (ingatlah) saat Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya bila kita bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, akan tetapi bila kita mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrahim: 7).”

“Allah ta’ala juga berfirman, “Maka ingattlah kita kepada-Ku, Aku pun akan ingat kita. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kita ingkar kepada-Ku.” (Al-Baqarah: 152).”

“Allah ta’ala juga berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang bagus yang Kami berikan kepada kita dan bersyukurlah kepada Allah, bila kita hanya menyembah kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 172).”

“Allah ta’ala juga berfirman saat menceritakan Ungkap Nabi Sulaiman, dia (Sulaiman) pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.” (An-Naml: 40).”

“Allah ta’ala berfirman, “bila kita kafir, ketahuilah sesungguhnya Allah tak memerlukanmu, dan Dia tak meridhai kekafiran hamba-hamba-Nya. bila kita bersyukur, Dia meridhai kesyukuranmu itu.” (Az-Zumar: 7).”

“di ayat-ayat Allah ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bersyukur kepada-Nya dan melarang kufur nikmat-Nya. Maka, jadilah kita hamba-hamba-Nya yang tahu diri dan pandai bersyukur supaya kita tak kufur nikmat. Orang yang kufur akan diazab oleh Allah dengan azab yang keras di akhirat nanti.”

Loading...

“Begitu pula banyak hadits-hadits Nabi shallahu’alaihi wasallam yang memerintahkan umat Islam untuk bersyukur kepada Allah ta’ala, di antaranya: hadits yang diriwayatkan oleh ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa dahulunya Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam- shalat malam hingga kedua kakinya bengkak. Aku pun bertanya kepadanya, “Kenapa engkau lakukan hingga seperti ini wahai Rasulullah, Padahal telah diampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?” Beliau menjawab, “Apakah aku tak boleh Jadi seorang hamba yang bersyukur?!”. (Muttafaq ‘Alaih).”

“Inilah dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang memerintahkan kepada kita untuk bersyukur kepada Allah ta’ala dan melarang kufur nikmat-Nya. Oleh di karenakan itu, para ulama telah ijma (sepakat) mengenai kewajiban bersyukur dan keharaman kufur nikmat,” sebutnya.

Ustaz Yusran yang juga Wakil Ketua Majelis Ahli Parmusi Provinsi Aceh jelaskan keutamaan Bersyukur.

“Sungguh benuntung orang yang bersyukur. Banyak keutamaan yang disediakan Allah ta’ala kepada orang yang bersyukur. Di antaranya: Pertama:: Ditambahkan nikmat Allah ta’ala.. Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya bila kita bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu,” (Ibrahim: 7).”

“Kedua; Terhindar dari azab Allah. Allah ta’ala berfirman, “Allah tak akan menyiksamu, bila kita bersyukur dan beriman.” (An-Nisa’: 147).”

“Ketiga; Bersyukur itu termasuk mengingat Allah ta’ala. Allah ta’ala membagikan Grasi dan pahala yang besar untuk orang yang mengingat-Nya. Allah ta”ala berfirman, ” …Laki-laki dan perempuan yang banyak Menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35).”

“Keempat; Mendapat kebaikan untuk diri sendiri. Allah ta’ala berfirman, “Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri,” (An-Naml: 40).”

“Allah ta’ala juga berfirman, “Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri.” (Luqman: 12).”

“Kelima; Syukur merupakan ciri khas orang mukmin. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya itu bagus baginya, dan hal itu tak dimiliki oleh siapaun kecuali seorang mukmin. Apabila ia mendapatkan sesuatu yang mengembirakan ia bersyukur, maka hal itu bagus itu baginya. Dan apabila ia ditimpa suatu kesulitan, ia bersikap sabar, maka hal itu pun bagus baginya.” (HR. Muslim).”

“Keenam; Orang yang bersyukur mendapat ridha Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman, “bila kita bersyukur, Dia meridhai kesyukuranmu itu.” (Az-Zumar: 7).”

“Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba yang makan sekali lalu dia memuji-Nya atasnya, minum sekali lalu memuji-Nya atasnya.” (HR. Muslim).”

“Inilah cita-cita tertinggi seorang muslim Yaitu ingin mendapat ridha Allah ta’ala. Orang yang memperoleh ridha Allah ta’ala, maka ia pasti masuk surga. Sebaliknya, orang yang tak mendapat ridha-Nya, maka ia pasti masuk neraka.”

“Untuk mendapat ridha Allah ta’ala ini, kita melaksanakan segala perintah-Nya bagus berupa amalan yang wajib ataupun sunnat dan meninggalkan segala Embargo-Nya bagus berupa amalan yang haram ataupun makruh. Dan di antara perintah Allah ta’ala Yaitu senantiasa bersyukur kepada-Nya.”

“Ketujuh;; mendapat pahala yang banyak di akhirat. Allah ta’ala berfirman, “Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (Ali ‘Imran: 144). Allah ta’ala juga berfirman, “dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali Imran: 145).”

“Kedelapan: Dibangunkan rumah di surga. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “apabila seorang hamba meninggal, Allah ta’ala berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Benar’. Allah bertanya, ‘Kalian telah mengambil buah hatinya?’. Mereka menjawab benar. Allah bertanya, ‘Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Dia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’. Maka Allah ta’ala berfirman, ‘Bangunkan untuk hambaKu suatu rumah di surga dan beri nama dengan Bait al-Hamd.” (HR. At-Tirmizi dan beliau berkata, “Hadits hasan”),” jelasnya.

Di akhir ceramahnya, ustaz Yusran yang juga anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara mengajak umat Islam untuk senantiasa bersyukur kepada Allah ta’ala.

“Mengingat kewajiban dan keutamaan ini, maka sudah sepatutnya kita senantiasa bersyukur kepada Allah ta’ala di segala kondisi, bagus di waktu suka ataupun di waktu sedih, di waktu mudah ataupun di waktu sulit. Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur sehingga mendapat ridha Allah ta’ala dan dijauhkan dari azab-Nya,” pungkasnya. [ril/syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga Jadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

  • Delapan Kampus UIN Masuk 50 Universitas Islam Terbaik di Global Versi UniRank 2022
  • The Worldview of Islam: Restrukturisasi Narasi Berakidah
  • Orang Tua Sebaiknya Mengajak Putra-Putrinya Jadi Pengemban Dakwah
  • Panitia Muktamar Muhammadiyah Telah Booking 1053 Kamar Hotel
  • Akhirnya Eko Kuntadhi tersandung Hate Speech Ning Imas, ini 6 kesepakatannya
  • APHMI Optimis Herbal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
  • Panitia dan Wali Kota Solo Bahas Detail Pembukaan Muktamar Muhammadiyah
  • Pelantikan APHMI Jawa Barat 2

Bersyukur Merupakan Ciri Orang Bertakwa

Bersyukur Merupakan Ciri Orang Bertakwa

Bersyukur Merupakan Ciri Orang Bertakwa
Bersyukur Merupakan Ciri Orang Bertakwa

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here