Home Berita Islam Terbaru Benarkah Semua Itu di Jakarta Yaitu Prestasinya Ahok? Simak Elaborasi Mantan Karyawan...

Benarkah Semua Itu di Jakarta Yaitu Prestasinya Ahok? Simak Elaborasi Mantan Karyawan Dinas Tata Kota Pemprov DKI

126
0
Benarkah Semua Itu di Jakarta Yaitu Prestasinya Ahok? Simak Elaborasi Mantan Karyawan Dinas Tata Kota Pemprov DKI
Berita Islam 24H – Sekarang ini banyak beredar informasi di medsos yang menyesatkan terutama terkait dengan pembangunan Jakarta yang diklaim Bagaikan prestasinya Ahok. Termasuk apa yang disampaikan alm Profesor Sarlito Wirawan di postingannya.
Disorientasi satu pernyataan beliau Yaitu Bagaikan berikut : jalan-jalan tol, MRT, kereta bawah tanah dibangun terus ( Padahal di tangan gubernur-gubernur sebelumnya mangkrak semua ). Prof Sarlito telah menafikan jasa2 para gubernur Itu di membangun kota Jakarta dan menisbatkannya kpd Ahok. Ini jelas tak adil.
Saya saksi Hayati yang barangkali sudah langka yang banyak tahu mengenai track record para gubernur Itu, krn selama 28 thn mengabdi di Dinas Tata Kota DKI Jakarta dn mendapatkan di bawah kepemimpinn 6 Gubernur,
– Berawal Dari dari Ali Sadikin ( 1966-1977 ),
– Tjokropranolo ( 1977 – 1982 ),
– Suprapto ( 1982 – 1987 ),
– Wiyogo ( 1987 – 1992 ),
– Suryadi Sudirdja ( 1992 – 1997 ) dn
– Soetiyoso ( 1997 – 2007 ).
Masa kepemimpinan Fauzi Bowo ( 2007 – 2012 ) sy sdh pensiun, ttp tetap mengikuti kiprah beliau. Sebetulnya Ahok hanya melanjutkan “ blueprint “ pembangunan Jakarta sebagaimana yang telah diletakkan oleh para gubernur sebelumnya.
Para gubernur itulah yang telah meletakkan kerangka makro pembangunan Jakarta yang comprehensive, termasuk program2 jangka panjang dn menengah dan skala prioritasnya.
Mereka itulah yang menyiapkan Rencana Induk Jakarta 1965 – 1985 ( Ali Sadikin ), yang setelah itu dilanjutkan dengan Rencana Generik Tata Ruang DKI Jakarta 2005 ( Suprapto ) yang di tahun 1996 direvisi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi DKI Jakarta 2010 ( Suryadi Soedirdja ), dan dilanjutkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi DKI Jakarta 2030 ( Fauzi Bowo ).
Skenario pembangunan Jakarta sudah ditentukan di dokumen Itu di atas, bagus dengan cara Keseluruh ataupun partial. Jadi konsepsi pembangunan jalan arteri tol dan non tol, MRT, LRT, BRT (busway), pengendalian banjir, dan pengembangan fasos fasum, semuanya sdh tertera dan terprogram, tinggal menjalankan aja.
Bedanya Ahok dengan para gubernur sebelumnya Yaitu, Ahok bekerja dengan cara piece meal approach ( menyelesaikan persoalan2 kecil ), antara lain membangun proyek2 yang bersifat kosmetik dan partial seperti pembenahan trotoir, pembersihan kali, pembangunan taman, menggusur hunian kumuh yang akhirnya menimbulkan banyak permasalahan sosial thd warga tergusur dan lain sebagainya.
Padahal gubernur sebelumnya selalu bekerja di kerangka pembangunan yang menyeluruh dan terintegrasi sesuai skala prioritasnya, menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Para gubernur Itu mendahulukan terbentuknya struktur jaringan makro Jakarta, terutama di aspek transportasi dan pengendalian banjir.
Pembangunan jalan arteri tol/non tol.
Sebelum Ahok menjabat Bagaikan gubernur, pembangunan struktur makro jaringan jalan arteri primer bagus lingkar ataupun radial Jakarta telah selesai seluruhnya.
Pembangunan jalan lingkar di
(Grogol – Cawang – Tanjung Priok) dan beberapa jalan arteri radial (Cempaka Putih, Pemuda, Pramuka dll) sudah selesai di era Gubernur Ali Sadikin. Peningkatan jalan lingkar di Jadi jalan tol Yaitu di era Gubenur Suprapto, Suryadi, Wiyogo. Permbangunan jalan lingkar luar, ruas Cakung Cilincing, Kampung Rambutan – Vetreran, Kampung Rambutan – Cakung , Kembangan – Cengkareng, Kembangan – Vetreran sudah dimulai sejak Gubernur Suprapto, dilanjutkan oleh Wiyogo, Suryadi Sudirdja, Sutiyoso dan dirampungkan oleh Fauzi Bowo.
Peningkatannya Jadi jalan tol juga di masa para gubernur Itu. Belum lagi banyak jalan arteri radial yang diselesaikan para gubernur Seusai Ali Sadikin, antara lain; jalan Dr.Satrio, Casablanca, Rasuna Said, Buncit Raya, Anta Sari, Pondok Pinang, Pejompongan, Jl. Panjang, Latumeten, Manggadua, Ngurah Rai dan banyak lagi yang lainnya. Ahok hanya menerima warisan struktur jaringan jalan makro Jakarta yang sudah terbentuk.
Adapun pembangunan 6 jalan tol baru yang sekarang ini sedang dilaksanakan, sebetulnya merupakan program Fauzi Bowo yang siap dilaksanakan. Namun di karenakan mendapat kritikan tajam dari berbagai para Ahli transportasi kota, maka program Itu dibatalkan dan diganti dengan pembangunan 2 jalan layang non tol, Yaitu Mas Mansyur-Dr. Satrio- Casablanca dan Antasari.
IRONISNYA saat AHOK MELAKSANAKANNYA, MEDIA MASA MEMBUNGKAM PARA PENGERITIK.
Pengendalian banjir
Begitu juga di sistim pengendalian banjir, apa yang dilakukan Gubernur sebelumnya Yaitu membangun struktur makro pengendalian banjir yang sudah rampung seluruhnya, antara lain dengan pembangunan kanal, waduk dan saluran primer Jakarta. Banjir Kanal Barat sudah dimulai dibangun sejak Masa Ali Sadikin, Cengkareng Drain , Cakung Drain, dilanjutkan para Gubernur lainnya dan terakhir Banjir Kanal Timur diselesaikan oleh Fauzi Bowo.
Bahkan program normalisasi kali juga sudah dilakukan di beberapa sungai di Jakarta, seperti Kali Cideng, Morkervart, Gunung Sahari dll. Pembangunan waduk Pluit, Sunter, Ria Rio juga hasil karya para gubernur Itu.
Pengelolaan sampah,
Sistim dan mekanisme pengelolaan sampah Berawal Dari dari pembangunan Tempat Penampungan Sementara ( TPS ) di berbagai tempat di Jakarta hingga Tempat Penampungan Akhir ( TPA ) di Bantar Gebang juga sudah selesai dibangun. Kalaupun terjadi kericuhan di pengelolaan sampah belakangan ini, itu hanya menyangkut masalah managementnya aja.
Fasos / fasum.
Berbagai macam fasos/fasum juga telah dibangun di jumlah yang memadai oleh para gubernur sebelumnya. Sekolah, Berawal Dari dari tingkat SD hingga SMA. Fasilitas kesehatan, Berawal Dari dari Puskesmas tingkat kelurahan, kecamatan hingga RSUD juga terbangun di setiap kelurahan, kecamatan dan wilayah kota.
Hanya RSUD Jakarta Selatan yang dibangun Ahok melanjutkan program gubernur sebelumnya.
Demikian juga pembangunan pasar modern tersebar merata di seluruh kota, spt pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Glodok, Pasar Mayestik, Pasar Blok M, Pasar Koja, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Santa dll.
Begitu juga pasar pasar tradisional yang jumlahnya ratusan. Pembangunan terminal di kota dan luar kota, spt Terminal Kampung Rambutan, Terminal Blok M, Terminal Cengkareng, Terminal Pulo Gadung, Terminal Lebak Bulus dll sudah ada sebelum Ahok.
Pembebasan tanah terminal Pulo Gebang dilakukan masa gubernur Sutiyoso.
Pembangunan fisiknya semasa Gubernur Joko Widodo. di kegiatan olahraga, pembangunan gelanggang remaja di setiap wilayah kota, lapangan sepakbola semua sudah lengkap.
Mass Rapid Transit ( MRT )
Sebetulnya gagasan pembangunan MRT sdh dicetuskan sejak Gubernur Ali Sadikin. akan tetapi kajian di itu menyimpulkan kemampuan membangun MRT belum ada. Barulah di era Gubernur Suryadi Soedirdja dibentuk Project Management Unit MRT untuk menjalankan Feasibility Study mengenai Pembangunan MRT. Studi Itu sukses dirampungkan dan setelah itu akan ditindak lanjuti dengan penyusunan Basic Design.
Namun penyusunan Basic Design terpaksa ditangguhkan saat Sutiyoso Jadi Gubernur karena krisis ekonomi 1998. Baru di Fauzi Bowo menjabat gubernur,studi tsb dilanjutkan dan bahkan dibentuk PT. MRT JAKARTA utk melaksanakannya.
saat JOKO WIDODO Jadi GUBERNUR, BELIAU TINGGAL MELAKSANAKAN APA YANG SUDAH DISIAPKAN OLEH FAUZI BOWO.
Ligh Rail Transit ( LRT ).
Gubernur Sutiyoso di karenakan mempertimbangkan kondisi perekonomian yang belum pulih, memutuskan menunda pembangunan MRT dan merintis pengembangan LRT Bagaikan gantinya. Pembangunan bekerjasama dengan pihak swasta Bagaikan investor. Tiang2 penyangga bahkan sudah dibangun, namun di karenakan investor kesulitan modal maka proyek Itu terhenti .
Bus rapid transit ( BRT ).
Akhirnya Gubernur Sutiyoso memilih membangun Bus rapid transit, yang di sini dikenal dengan istilah busway, di beberapa koridor jalan arteri dan dilanjutkan di beberapa koridor lainnya oleh Fauzi Bowo.
Sebetulnya busway Yaitu pilihan yang tepat di karenakan di ini Jadi primadona di manca negara di memecahkan masalah transportasi. Pembangunan MRT sudah ditinggalkan kota-kota Global di karenakan selain biaya pembangunannya sangat mahal, teknologinya rumit, memerlukan waktu pembangunan yang lama, juga dengan cara ekonomis tak menguntungkan. Hampir semua operator MRT di seluruh Global merugi dan di subsidi oleh pemerintah. Di kota Kahsiong, Taiwan, bahkan pembangunan MRT gagal di karenakan sepi penumpang.
Demikian juga di Kuala Lumpur.
apabila MRT Jakarta nanti rampung, akan Jadi beban fiskal buat Pemprov DKI. Subsidi tiket diperkirakan sekitar Rp 20.000 per penumpang. Dengan Estimasi ridership 1 juta orang per hari, maka subsidi tiket per hari mencapai Rp 20 Milyar, per bulan Rp 0 M, per tahun Rp 7,2 Trilyun. Belum lagi biaya operasional, maintenance dan pembayaran cicilan dan bunga hutang, mungkin pengeluaran pemerintah provinsi Bisa mencapai angka Rp 10 Trilyun setiap tahunnya.
Sebaliknya busway, biaya pembangunannya sangat murah, teknologinya tak terlalu rumit, waktu pembangunan sangat Genjah dan yang paling penting tak akan menguras kas pemerintah.
Di beberapa kota di Global, pemerintah hanya menyiapkan infrastukturnya aja, Padahal pengadaan bis disediakan operator. Ternyata juga kapasitas busway Bisa ditingkatkan setara MRT. Dengan menyediakan 2 lajur bis setiap arah dan memakai bis bi-articulated ( 3 rangkai gerbong ), kapasitasnya Bisa mencapai 55.000 penumpang/arah/jam setara dengan kapasitas MRT Lebak Bulus – Bundaran HI yang sedang dibangun.
Beberapa kota di Global sukses mengatasi masalah transportasinya dengan tips ini, seperti Bogota, Sao Paulo, Guangzu dll.
IRONISNYA, JAKARTA Yaitu KOTA PERTAMA DI ASIA YANG Memajukan BUSWAY akan tetapi BERALIH KE MRT, SEMENTARA KOTA2 LAINNYA DI ASIA MENINGGALKAN MRT DAN BERALIH KE BUSWAY.
Lain-lain.
Masih banyak lagi hasil karya para gubernur Itu yang spektakuler yang tetap akan dikenang sepanjang masa di karenakan ada jejak sejarahnya, antara lain Pembangunan Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ismail Marzuki, Taman Mini Indonesia Indah, Bonbin Ragunan, Planetarium di era Ali Sadikin.
Refungsionalisasi Monas Bagaikan Taman Kota, menghapus operasi becak di Jakarta, merintis liburan hari Sabtu, Memajukan Kemayoran Bagaikan Arena PRJ dan Pusat Eksebisi bertaraf internasional dll di era Wiyogo, pembangunan rumah susun murah di Kemayoran, Bendungan Hilir dan diberbagai tempat lainnya di era Suryadi, pembangunan Islamic Center dll di era Sutiyoso dan proyek2 lainnya di era Fauzi Bowo, yang Seandainya diuraikan akan Jadi daftar yang sangat panjang.
Singkatnya dari urusan yang menyangkut hajat Hayati orang banyak hingga yang menyangkut kematian ( pengadaan TPUP ) sudah disiapkan fasilitasnya di lima wilayah kota oleh para gubernur Itu.
saat Gubernur Sutiyoso menutup lokalisasi pelacuran di Kramat Tunggak yang luasnya 10 kali lebih besar dari Kalijodo dan menjadikannya Bagaikan Islamic Center Paling Besar se Asia Tenggara, sepi dari pemberitaan media masa. Sementara saat Ahok menggusur Kalijodo dengan pasukan gabungan bersenjata lengkap, diberitakan besar2an dan bahkan dianggap pahlawan.
Prestasi Ahok sebetulnya belum ada apa2nya dibanding para gubernur sebelumnya, akan tetapi di karenakan dia akan dijadikan “ putra mahkota “ maka direkayasalah oleh media asing dan aseng bahwa semua pembangunan di Jakarta Bagaikan prestasinya Ahok.
Mengakhiri tulisan ini, saya menghimbau kepada rekan-rekan purna bhakti Pemprov DKI Jakarta, mari kita kumpulkan data2 ttg pembangunan di Jakarta di masa Gubernur Ali Sadikin sd Fauzi Bowo untuk kita jadikan suatu buku “ Sejarah Pembangunan Kota Jakarta “, supaya generasi mendatang tahu siapa aja yang banyak jasanya membangun kota Jakarta yang kita cintai ini dan supaya tak ada lagi yang gampang menyatakan “di tangan gubernur-gubernur sebelumnya mangkrak semua”.
Ismail Zubir
(Mantan karyawan Dinas Tata Kota Pemprov DKI)
[ceramahterbaru.net / cjc]
Loading...
loading…

Benarkah Semua Itu di Jakarta Yaitu Prestasinya Ahok? Simak Elaborasi Mantan Karyawan Dinas Tata Kota Pemprov DKI

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here