Home Berita Islam Terbaru Belajarlah dari Singapura: Dulu Dikuasai Bangsa Melayu di ini Dikuasai Bangsa Cina

Belajarlah dari Singapura: Dulu Dikuasai Bangsa Melayu di ini Dikuasai Bangsa Cina

129
0
Belajarlah dari Singapura: Dulu Dikuasai Bangsa Melayu di ini Dikuasai Bangsa Cina
Berita Islam 24H – Sejarah Singapura memang lekat dengan Inggris. Tokoh dari Inggris yang disebut-sebut Bagaikan penggagas berdirinya kota pelabuhan Singapura Yaitu Thomas Stamford Raffles. Dia berkunjung ke Singapura di 1819, lalu menjadikan kota itu Bagaikan wilayah koloni kerajaan Inggris di Asia.
Sebelum dikontrol oleh Inggris, Singapura ini didiami oleh para nelayan setempat, para bajak Bahari, dan setelah itu Jadi bagian dari kekaisaran kerajaan Sriwijaya, Sumatera. Singapura merupakan wilayah kota perdagangan tersibuk saat itu.
Tan Malaka di buku berjudul “Dari Penjara ke Penjara”, Menyebut di masa Rafles bahkan penduduk Singapura saat itu sebanyak 6 ribu orang, dan dikuasai orang-orang Indonesia.
“Menurut satu statistik yang saya baca di ‘Straits limes’ penduduk Singapura baru 6 ribu orang, memang sudah ada orang Tionghoa di masa itu, tapi bangsa Indonesia jauh lebih banyak. Seandainya saya masih ingat Yaitu lebih Anemia 0 persen dari semua penduduk,” Perkataan Tan di buku itu.
Bukan hanya soal jumlah penduduk, akan tetapi hampir seluruh mata pencaharian penduduk di sana masih di tangan orang Indonesia (Melayu, Minangkabau, Jawa, Bugis, Palembang, dan lain-lain). Perusahaan, pelayaran, perikanan, perdagangan, dan lainnya, sebagian besar masih di tangan bangsa Indonesia.
Apalagi di pedalaman, Perkataan Tan. Semua mata pekerjaan masih di tangan pribumi (Indonesia). Misalnya pertambangan timah yang terkenal saat itu, semuanya dikuasai oleh orang-orang Indonesia.
“Disebutkan di satu tulisan bahwa menjelang penghabisan abad yang lalu, perusahaan timah Paling Besar ialah dimiliki dan diusahakan oleh seorang majikan bernama Raja Mandailing,” tutur Tan.
Namun saat Singapura dikuasai Inggris, banyak imigran-imigran asing datang ke sana, di antaranya bangsa Tionghoa dan Hindustan. Awalnya mereka juga ada yang bekerja Jadi kuli bersama penduduk pribumi. akan tetapi perlahan-Tanah, imigran-imigran itu menetap dan jumlahnya kian banyak.
Kondisi ekonomi mereka juga terangkat, hingga akhirnya banyak orang-orang bangsa Tionghoa dan Inggris justru menguasai perkebunan-perkebunan. Cuma ladang getah ‘setelapak tangan’ luasnya yang dimiliki penduduk asli. Ironisnya, hasil getah setelapak tangan itu pun jatuh ke bawah peraturan “restriction” (pembatasan).
di 1937, Perkataan Tan Malaka, jumlah penduduk Singapura ditaksir mencapai 700 ribu orang. Di antaranya ditaksir 0 ribu orang Tionghoa atau sekitar 85 persen, orang Keling-Hindu sebanyak 70 ribu orang atau 10 persen, Padahal orang Melayu sebanyak 30 ribu orang atau hanya sekitar 5 persen aja.
“Demikianlah jatuh perbandingan banyak bangsa Melayu yang semula 0 persen, tapi saat Inggris masuk, menyusut hingga tinggal 5 persen, atau 1 persen, dari jumlah penduduk di waktu satu abad di setelah itu hari.”
Akankah Negara Kesatuan Republik Indonesia Berguru dari negara Singapura yang gagal mempertahankan etnis asli bangsa? Atau justru Indonesia akan menyusul negara Singapura dan membiarkan etnis asli Inonesia tergeser dengan etnis pendatang? [ceramahterbaru.net / ppc]
Loading...

Belajarlah dari Singapura: Dulu Dikuasai Bangsa Melayu di ini Dikuasai Bangsa Cina

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here