Home Berita Islam Terbaru Bambang Widjojanto Temukan Kejanggalan Di Laporan BPK Terhadap Pemprov DKI

Bambang Widjojanto Temukan Kejanggalan Di Laporan BPK Terhadap Pemprov DKI

116
0
Bambang Widjojanto Temukan Kejanggalan Di Laporan BPK Terhadap Pemprov DKI
Berita Islam 24H – Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto Menyebut dirinya menemukan sejumlah kejanggalan di laporan yang ada di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hal ini setelah itu Jadi Disorientasi satu indikasi tindakan korupsi yang telah terjadi.
“Saya ingin menunjukkan ada begitu banyak masalah, contohnya laporan BPK di 31 Mei 2016,” ungkap Bambang di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Jakarta, Jumat (9/12/2016).
Lebih lanjut Bambang Menyebut di laporan BPK Itu dilaporkan terdapat Rp 363,58 triliun yang terdapat di saldo Aset Tetap per 31 Desember 2015. Dengan demikian, dirinya Menyebut bila pengendalian terhadap pengelolaan Itu tetap belum memadai dikarenakan oleh pencatatan aset tak melalui Daur dan sistem akuntansi.
“Pengendalian pengelolaan aset tetap masih belum memadai Yaitu pencatatan aset tetap tak melalui Daur akuntansi dan tak memakai sistem akuntansi sehingga berisiko Disorientasi saji,” ucap Bambang.
Contohnya Perkataan dia Yaitu aset yang dimiliki Dinas Pendidikan yang tak didukung data Kartu Barang Inventaris (KIB) senilai Rp 14,38 triliun dan yang didukung data KIB akan tetapi yang valid senilai Rp 886,41 miliar.
setelah itu, Perkataan Bambang masih ada aset tetap akan tetapi belum dilakukan rekonsiliasi data antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Jadi saya ingin Menyebut apanya yang tak koruptif. Laporan ini menyatakan cukup banyak masalah koruptif di pemerintahan sebelumnya atau yang sekarang berjalan,” beber Bambang.
Bambang menambahkan bila Aset Tetap Dinas Pendidikan yang kesemuanya berjumlah 15.265.409.240.418,00 akan tetapi tak Bisa diyakini kewajarannya.
Selain aset yang dimiliki Dinas Pendidikan, Perkataan dia juga terdapat selisih saldo aset tetap menurut neraca SKPD dengan data KIB senilai Rp 115,42 miliar. Aset yang tak ditemukan keberadaanya sebesar Rp 1,69 miliar dan aset tetap tak dicatat tak senilai dengan fisiknya senilai Rp 172,13 miliar.
Hal seperti ini yang sering mencuat di beberapa kasus yang ada di Pemprov DKI juga disebutkan oleh Bambang.
Bambang menyatakan terdapat aset tanah yang Serupa dicatat di tiga SKPD yang berbeda senilai Rp 905,81 miliar.
“Saya mau Afeksi tahu lagi, Pemprov Jakarta menyajikan saldo aset kemitraan dengan pihak ketiga senilai Rp 3,8 triliun tapi BPK belum Bisa meyakini pencatatan aset dengan pihak ketiga ini. Ini semua belum Bisa disebut korupsi tapi tindakan yang diklasifikasikan koruptif,” sambung Bambang.
Sementara itu, Perkataan dia terdapat pula aset yang dicatat ganda di KIB sebesar Rp 1,06 miliar dan data KIB tak valid serta tak informatif senilai Rp 3,15 triliun.
Terkait penagihan terhadap fasilitas sosial/fasilitas Generik sambung dia belum ada penyerahan kewajiban dari 1.370 pemegang Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPTT) berupa tanah seluas 16,84 juta meter persegi.
Di Pemprov DKI Perkataan Bambang, telah ditemukan adanya ketidakpatuhan terhadap peraturan Perundang-undangan Daerah sebanyak 15 temuan. Dimana temuan Itu bernilai Rp 374.688.685.066, 53 yang terdiri dari indikasi kerugian daerah senilai Rp 41.034.710.959 serta kekurangan penerimaan senilai Rp 5.878.460.799,52 dan administrasi senilai Rp 327.775.513.308,00. Atas temuan Itu pemprov DKI Jakarta telah menindaklanjuti dengan menyetorkan ke rekening kas daerah senilai Rp 3.303.544.873,60.
“Semua informasi mengenai ini wajib dibuka kepada publik, mana masalah, mana pencitraan, mana tantangan, mana yang wajib ditaklukan. Jangan lagi menyembunyikan informasi penting di karenakan selama ini seolah yang dikemukakan yang bagus aja,” tukas Bambang. [ceramahterbaru.net / ac]
Loading...

Bambang Widjojanto Temukan Kejanggalan Di Laporan BPK Terhadap Pemprov DKI

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here