Home Ceramah Islam Terbaru BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

111
0

Oleh Ustadz Toha Mahsun
Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ
 
“Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), Yaitu sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di Hepotenusa Allah tanpa ragu “.
(al Manhaj as Sawiy : 217)

Imam Nawawi saat hendak Berguru kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, 
“Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tak melihat kekurangannya dan tak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku “. 
(Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)

Beliau Sempat Menyebut di kitab At Tahdzibnya :

ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ
 
” Durhaka kepada orang tua dosanya Bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tak ada satupun yg Bisa menghapusnya “.

Habib Abdullah al Haddad Menyebut 
“Paling bahayanya untuk seorang murid, Yaitu berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali “. 
(Adaab Suluk al Murid : 54)

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khidhir. Maka nabi Khidhir berkata, ” Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, ” ya aku mengenalmu, engkau Yaitu Abul Abbas al Khidhir “.
Nabi Khidhir, “kenapa kita tak meminta sesuatu dariku ?”.
Murid itu menjawab, “Guruku sudah cukup bagiku, tak tersisa satupun hajat kepadamu”. 
(Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)
 
Al Habib Abdullah al Haddad berkata, 
“tak sepatutnya untuk penuntut ilmu Menyebut di gurunya, ” perintahkan aku ini, berikan aku ini !”, di karenakan itu Serupa aja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya”.
(Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)

Para ulama ahli hikmah Menyebut, 
“Barangsiapa yang Menyebut ” kenapa ?” Kepada gurunya, maka dia tak akan bahagia selamanya”
(Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)

Para ulama hakikat Menyebut, 
“70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya Interaksi (batin,adab dan bagus sangka) antara murid dengan gurunya “.

Semoga kita semua termasuk murid yang bagus dan mendapat berkah dari guru kita.

اللهم آمين


abdkadiralhamid@2016
Loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here