Home Fiqih Islam Bacaan Surat At-Takwir Arab Latin dan Terjemah

Bacaan Surat At-Takwir Arab Latin dan Terjemah

154
0

Ilmu Fiqih Islam – Surat At-Takwir (Arab: التّكوير ) yang di bahasa indonesia berarti “Menggulung” Yaitu surah ke-81 di al-Qur’an. Surat ini turun di kota Mekkah dan tergolong surat Makkiyah, surat At Takwir terdiri dari 29 ayat. Dinamakan At Takwiir yang berarti terbelah dari Perkataan dasar Perkataan ‘’kuwwirat’’ yang terdapat di ayat pertama surat ini. tiap tiap ayatnya tak terlalu panjang.

Untuk lebih jelasnya berikut ini bacaan surat At-Takwir di teks/tulisan arab dan latin lengkap beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya . . .

Baca Juga : Doa Mimpi Buruk

Bacaan Surat At-Takwir Arab Latin dan Terjemah

Bacaan Surat At-Takwir Arab Latin dan Terjemah :

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ﴿١﴾ وَإِذَا النُّجُومُ انكَدَرَتْ ﴿٢﴾ وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ ﴿٣﴾ وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ ﴿٤﴾ وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ ﴿٥﴾ وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ ﴿٦﴾ وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ ﴿٧﴾ وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ ﴿٨﴾ بِأَيِّ ذَنبٍ قُتِلَتْ ﴿٩﴾ وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ ﴿١٠﴾ وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ ﴿١١﴾ وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ ﴿١٢﴾ وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ ﴿١٣﴾ عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا أَحْضَرَتْ ﴿١٤﴾ فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ﴿١٥﴾ الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ﴿١٦﴾ وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ ﴿١٧﴾ وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ ﴿١٨﴾ إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ﴿١٩﴾ ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ ﴿٢٠﴾ مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ ﴿٢١﴾ وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ ﴿٢٢﴾ وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ ﴿٢٣﴾ وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ ﴿٢٤﴾ وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَّجِيمٍ ﴿٢٥﴾ فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ ﴿٢٦﴾ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ ﴿٢٧﴾ لِمَن شَاءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ ﴿٢٨﴾ وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّـهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٢٩

Latin :

Loading...

idzasy syamsu kuwwirots

waidzan nujuumun(g) kadarots

waidzal jibalu suyyirots

waidzal ‘isyaru ‘uththilats

waidzal wuhusyu husyirots

waidzal biharu sujjirots

waidzan nufuusu zuwwijats

waidzal maw uudatu su ilats

bi ayyi dzan(m)bin(g) qutilats

waidzash shuhufu nusyirots

waidzas Serupa u kusyithots

waidzal jahiimu su’ ‘irots

waidzal jannatu uzlifats

‘alimats nafsum ma ahdlhorots

fala uqsimu bilkhunnasi

aljawaril kunnasi

wallayli idza ‘as’asa

washshubhi idza tanaffasa

innahu laqowlu rosuulin(g) kariim(in)

dzii quwwatin ‘inda dziil ‘arsyi makiin(in)

mutho’in tsamma amiin(in)

wama shohibukum bimajnuun(in)

walaqad roo hu bilufuqil mubiin(i)

wama huwa ‘alal ghoybi bidlhoniin(in)

wama huwa biqowli syaytonir rojiim(in)

fa ayna tadzhabun(a)

in huwa illa dzikrul lil’alamiin(a)

liman sya a min(g)kum an(y) yastaqiim(a)

wama tasyauuna illa an(y) yasyaa Allahu rabbul ‘alamiin(a)

Artinya :

Apabila matahari digulung,

dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tak diperdulikan),

dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

dan apabila lautan dipanaskan,

dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),

apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur Hayati-Hayati ditanya,

di karenakan dosa apakah dia dibunuh,

dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

dan apabila langit dilenyapkan,

dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

dan apabila surga didekatkan,

maka tiap-tiap Heroisme akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

yang beredar dan terbenam,

demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

dan demi subuh apabila fajarnya Berawal Dari menyingsing,

sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di Hepotenusa Allah yang mempunyai ‘Arsy,

yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

Dan Al Qur’an itu bukanlah Ungkap syaitan yang terkutuk,

maka ke manakah kita akan pergi?

Al Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan untuk semesta alam,

(Yaitu) untuk siapa di antara kita yang mau menempuh jalan yang lurus.

Dan kita tak Bisa menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

demikian mengenai lafadz surat At-Takwir dan artinya. semoga kita tetap istiqomah di membaca dan mengamalkan apa yang terkandng di AL-Quran. amiin.

Bacaan Surat At-Takwir Arab Latin dan Terjemah

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here